Nium: Dari Startup Singapura Menuju Panggung Saham Global 2026

(Business Lounge Journal – News)

Dunia fintech sedang dihebohkan oleh pergerakan agresif dari salah satu raksasa pembayaran asal Singapura, Nium. Jika kamu sering mendengar istilah “Unicorn,” Nium bukan sekadar mitos—mereka adalah pemain nyata yang kini sedang memacu kendaraan mereka menuju pintu gerbang Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2026 mendatang.
Apa yang membuat Nium begitu spesial hingga berani membidik pasar publik? Jawabannya ada pada angka-angka fantastis dan strategi ekspansi yang “nggak kaleng-kaleng.”
Mesin Uang bernama ‘Card Issuance’
Meski Nium dikenal luas melalui layanan remitansi lintas negara dan Banking-as-a-Service (BaaS), primadona pertumbuhan pendapatan mereka saat ini justru datang dari segmen penerbitan kartu (card issuance). Per Agustus lalu, Nium melaporkan telah memproses volume pembayaran tahunan mencapai US$50 miliar. Bayangkan, itu setara dengan ribuan triliun rupiah yang mengalir melalui sistem mereka!
Keberhasilan ini membuktikan bahwa solusi kartu digital dan fisik untuk bisnis masih menjadi komoditas panas di pasar global. Dengan kehadiran di lebih dari 190 pasar, Nium telah membangun infrastruktur yang memungkinkan perusahaan mana pun, di mana pun, untuk memiliki sistem pembayaran sendiri dengan mudah.

Valuasi Miliaran Dolar dan Ekspansi Global
Langkah Nium menuju IPO semakin mantap setelah mereka berhasil mengantongi pendanaan Seri E senilai US$50 juta pada Juni 2024 lalu. Suntikan dana ini mendongkrak valuasi perusahaan menjadi US$1,4 miliar. Angka ini bukan sekadar gengsi, tapi menjadi “bahan bakar” bagi mereka untuk mencaplok lisensi baru di pasar-pasar ketat, salah satunya adalah keberhasilan mereka memperoleh lisensi pembayaran di Jepang.

Masa Depan: Stablecoin dan Kolaborasi Korea
Nium tidak hanya bermain di jalur konvensional. Mereka sadar bahwa masa depan keuangan mulai bergeser ke arah aset digital. Saat ini, fokus strategis mereka juga tertuju pada penggunaan stablecoin untuk mempermudah penyelesaian transaksi (settlement) lintas batas agar lebih cepat dan murah.
Salah satu langkah konkritnya adalah kemitraan strategis dengan Moin, platform pembayaran lintas negara asal Korea Selatan. Kolaborasi ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana teknologi stablecoin bisa membuat kirim uang antarnegara semudah mengirim pesan instan, tanpa hambatan birokrasi perbankan tradisional yang seringkali lambat dan mahal.

Dengan target IPO di tahun 2026, Nium sedang menunjukkan kepada dunia bahwa perusahaan rintisan Asia Tenggara mampu bersaing di level tertinggi. Dari Singapura untuk dunia, Nium sedang merajut jaring keuangan global yang lebih inklusif dan canggih.
Bagi para pengamat industri dan investor, perjalanan Nium dalam dua tahun ke depan akan menjadi tontonan yang sangat menarik. Apakah mereka akan menjadi standar baru dalam pembayaran global? Kita lihat saja aksinya!