IFEX Philippines 2026: KATHA Awards dan Revolusi Baru Kuliner Filipina

(Business Lounge Journal – Event)

Filipina semakin serius membangun pengaruh global melalui makanan. Hal itu terlihat jelas dalam rangkaian Media Preview dan KATHA Award for Food 2026 yang digelar oleh Center for International Trade Expositions and Missions (CITEM) menjelang pembukaan IFEX Philippines 2026 di World Trade Center Metro Manila pada 21–23 Mei 2026.

Mengusung tema “Tropical Flavors for the World,” IFEX Philippines tahun ini tidak hanya menjadi pameran dagang pangan terbesar di negara tersebut, tetapi juga menjadi panggung bagaimana Filipina memosisikan diri sebagai pusat gastronomi tropis dunia.

KATHA Awards: Simbol Kualitas dan Inovasi Pangan Filipina

Salah satu sorotan utama tahun ini adalah KATHA Award for Food, penghargaan bergengsi yang sejak 2015 menjadi standar kualitas bagi produk pangan ekspor Filipina. Penghargaan ini diberikan kepada produk-produk yang dinilai unggul dalam inovasi, kualitas, pengembangan produk, hingga kesiapan memasuki pasar global.

Dalam sambutannya, Assistant Secretary Department of Trade and Industry (DTI) Al Valenciano menegaskan bahwa UMKM Filipina kini bukan sekadar produsen lokal, tetapi juga pemain penting dalam rantai pasok pangan dunia. Menurutnya, IFEX menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa produk tropis Filipina mampu bersaing di pasar premium internasional.

CITEM Executive Director Leah Pulido Ocampo juga menekankan bahwa kekuatan utama industri pangan Filipina bukan hanya terletak pada produknya, tetapi pada cerita di balik produk tersebut — mulai dari petani, pengolah, hingga entrepreneur yang membawa cita rasa lokal ke pasar global.

Dari Kelapa hingga Ube: Produk Lokal Naik Kelas

IFEX Philippines 2026 menampilkan berbagai produk unggulan berbasis kekayaan tropis Filipina seperti mangga, nanas, kelapa, seafood, heritage grains, hingga makanan olahan inovatif.

Beberapa finalis dan pemenang KATHA Awards tahun ini datang dari kategori:

  • bakery dan confectioneries,
  • beverages,
  • seafood,
  • specialty gourmet,
  • healthy dan alternative foods,
  • processed fruits and condiments,
  • hingga ready-to-eat products.

Produk-produk seperti Coco Crisps, Royal Ube Powder, Coconut Aminos, gourmet bagoong, hingga berbagai inovasi saus dan healthy snacks menjadi contoh bagaimana Filipina kini fokus mengembangkan produk bernilai tambah tinggi, bukan sekadar mengekspor bahan mentah.

Salah satu nama yang banyak mendapat perhatian adalah Lionheart Farms dari Palawan yang memenangkan dua kategori melalui inovasi berbasis organic coconut flower sap. Perusahaan ini mengembangkan rantai produksi terintegrasi dari pertanian regeneratif hingga distribusi global dengan pendekatan sustainability dan zero-waste production.

IFEX Kitchen: Kuliner Menjadi Diplomasi Budaya

Tahun ini IFEX juga menghadirkan IFEX Kitchen: Gastronomy Exchange, sebuah kolaborasi kuliner yang mempertemukan chef, food creator, dan pelaku industri gastronomi Filipina dari berbagai negara.

Program ini memperlihatkan bagaimana makanan Filipina berkembang dari comfort food lokal menjadi bagian dari percakapan gastronomi global.

Beberapa chef yang tampil berasal dari restoran yang telah mendapat pengakuan Michelin maupun Michelin Bib Gourmand. Chef Miggy Cabel Moreno misalnya, membawa masakan Tausug dan kekayaan kuliner Mindanao ke panggung internasional melalui pendekatan modern namun tetap mempertahankan identitas autentik.

Sesi-sesi seperti: Secret Kitchens of Samar: Heritage Flavors Reimagined, Origin & Diaspora, hingga Memory & Modernity, menjadi bukti bahwa Filipina kini memanfaatkan gastronomi sebagai bagian dari diplomasi budaya dan branding nasional.

Peran Media dan Era Baru Food Storytelling

Menariknya, IFEX 2026 juga memperlihatkan perubahan besar dalam cara industri makanan dipromosikan. Tahun ini, food content creator ternama Filipina, Abi Marquez, ikut menjadi bagian dari dewan juri KATHA Awards sekaligus FOODPhilippines Advocate par Excellence. Kehadiran para food creator menunjukkan bahwa media digital kini memainkan peran penting dalam membangun citra makanan Filipina di tingkat global.

Chef dan content creator tidak lagi hanya menjadi promotor makanan, tetapi juga storyteller yang menghubungkan budaya, identitas, dan pengalaman melalui kuliner.

Asia Tenggara Semakin Menjadi Pusat Pangan Dunia

IFEX Philippines 2026 memperlihatkan perubahan besar yang sedang terjadi di Asia Tenggara. Kawasan ini tidak lagi hanya dikenal sebagai produsen bahan pangan murah, tetapi mulai tampil sebagai pusat inovasi makanan premium berbasis kekayaan tropis dan budaya lokal.

Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi menarik karena memiliki banyak kesamaan karakter dengan Filipina — mulai dari rempah-rempah, kelapa, seafood, hingga budaya kuliner yang kuat. Kolaborasi regional di sektor pangan, healthy food, halal products, hingga culinary tourism berpotensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru ASEAN dalam beberapa tahun ke depan.

Melalui IFEX Philippines 2026, Filipina menunjukkan bahwa makanan bukan hanya komoditas ekspor, tetapi juga alat diplomasi, identitas budaya, dan strategi ekonomi masa depan.