IFEX Philippines 2026: Filipina Perkuat Posisi sebagai Pusat Gastronomi Tropis Dunia

(Business Lounge Journal – Event)

IFEX Philippines 2026 kembali digelar sebagai ajang perdagangan pangan terbesar dan paling berpengaruh di Filipina. Memasuki edisi ke-19, pameran internasional ini berlangsung pada 21–23 Mei 2026 di World Trade Center Metro Manila dan menjadi salah satu platform B2B pangan paling strategis di Asia Tenggara.

Mengusung tema “Tropical Flavors for the World”, IFEX tahun ini tidak hanya menghadirkan ribuan produk makanan dan minuman unggulan Filipina, tetapi juga memperlihatkan bagaimana negara tersebut sedang membangun identitas baru sebagai pusat gastronomi tropis dunia.

IFEX Kitchen dan Gastronomy Exchange Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu sorotan terbesar IFEX Philippines 2026 adalah hadirnya program IFEX Kitchen: Gastronomy Exchange, sebuah platform kuliner yang mempertemukan chef, kreator makanan, pelaku UMKM, dan inovator gastronomi Filipina dalam satu panggung kolaboratif. Program ini menghadirkan sejumlah nama besar dunia kuliner Filipina yang dikenal hingga level internasional, termasuk chef-chef yang terhubung dengan restoran Michelin-recognized maupun Michelin Bib Gourmand. Mereka menampilkan bagaimana bahan pangan tropis Filipina dapat diolah menjadi sajian modern berkelas dunia.

Dalam materi resmi IFEX disebutkan bahwa IFEX Kitchen bukan sekadar sesi mencicipi makanan, melainkan “discovery of export-ready innovation”, di mana UMKM Filipina menyediakan bahan premium yang menjadi fondasi kreasi kuliner kelas dunia.

Mengangkat Warisan Kuliner Filipina ke Panggung Global

Pada hari pertama, sesi bertajuk “Secret Kitchens of Samar: Heritage Flavors Reimagined” mengangkat kembali resep dan cita rasa tradisional dari wilayah Samar. Chef Teodula Joanne Labro (Borracho), Virginia Boller (Tamalos), dan Rosario Roxas-Zabala (Latik) memperlihatkan bagaimana kuliner daerah dapat diinterpretasikan ulang untuk pasar modern tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Sementara pada hari kedua, tema “Gastronomy Exchange: Origin & Diaspora” mengeksplorasi bagaimana makanan Filipina berkembang di tingkat global melalui diaspora dan reinterpretasi modern.

Chef Morris Danzen Catanghal dari CMD Supper Club serta Chef Myke “Tatung” Sarthou — sosok terkenal di balik Lore, Simpol, dan Tatung’s — membahas bagaimana makanan sehari-hari khas Filipina dapat diangkat menjadi pengalaman gastronomi premium.

Diskusi kemudian berlanjut pada perspektif global melalui sesi “Regional and Global Lens”, menghadirkan Chef Rex De Guzman dari Turo Turo UK serta Chef Miggy Cabel Moreno dari Palm Grill dan Cabel yang masuk dalam Michelin Bib Gourmand Selection.

Tidak hanya itu, sesi “Technique & Territory” juga memperlihatkan bagaimana chef Filipina di luar negeri mengadaptasi identitas kuliner lokal dengan teknik internasional modern. Nama seperti Chef Nouel Catis (Sna’ap Dubai) dan Chef Mark Singson dari Food Art Music Canada menjadi bagian dari program tersebut.

Memori, Tradisi, dan Modernitas

Hari ketiga IFEX Kitchen berfokus pada hubungan emosional antara makanan, memori, dan modernitas melalui tema “Memory & Modernity.”

Chef Ross Magnaye dari Serai, Chef Rolando “Lau” Laudico dari Guevarra’s by Laudico, serta Chef David “Dabo” Pamplona dari Naimas Café and Bistro membahas bagaimana makanan tradisional Filipina tetap relevan di era modern.

Sementara sesi penutup bertajuk “Sweet Memory, Modern Presentation” menampilkan transformasi dessert klasik Filipina menjadi sajian kontemporer. Chef Ricci Carmona dari Dirty Ice Cream dan Chef Jacqueline “Jac” Laudico menunjukkan bagaimana nostalgia dapat menjadi nilai jual penting dalam industri kuliner modern.

IFEX 2026 juga menempatkan produk pangan lokal Filipina sebagai bagian penting dari strategi ekspor nasional. Sejumlah produk yang ditampilkan dalam IFEX Kitchen antara lain:

  • Buenas Gourmet Bagoong,
  • Coco Crisps,
  • Cocóes Coconut Aminos,
  • Marcelo’s Microcreamery Ice Cream,
  • Mega Sardines in Tomato Sauce,
  • Mekeni Specials 4 Cheese Sausage,
  • Royal Ube Powder/Instant Ube,
  • hingga berbagai produk berbasis kelapa, seafood, dan buah tropis.

Produk-produk tersebut memperlihatkan bagaimana Filipina kini tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga mengembangkan produk bernilai tambah tinggi dengan positioning premium.

UMKM dan Sustainability Jadi Fokus

Selain gastronomi, IFEX Philippines 2026 juga menonjolkan isu sustainability dan pemberdayaan UMKM. Program Sustainability Solutions Exchange (SSX) menjadi salah satu fitur utama tahun ini, menghadirkan solusi terkait pangan berkelanjutan, ethical sourcing, dan circular economy. Pemerintah Filipina melalui CITEM dan Department of Trade and Industry (DTI) juga terus mendorong UMKM agar mampu masuk ke rantai pasok global melalui inovasi produk, branding, dan private label manufacturing.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa IFEX bukan sekadar pameran makanan, tetapi bagian dari strategi nasional Filipina untuk membangun citra sebagai negara dengan kekuatan pangan tropis, kreativitas kuliner, dan inovasi gastronomi yang kompetitif di pasar dunia.

Bagi Indonesia, IFEX Philippines 2026 membuka peluang kolaborasi yang besar, terutama di sektor:

  • kopi dan kakao,
  • rempah-rempah,
  • produk berbasis kelapa,
  • seafood,
  • healthy food,
  • hingga industri kuliner kreatif.

Kedekatan budaya dan karakter pangan tropis membuat Indonesia dan Filipina memiliki potensi besar untuk saling melengkapi di pasar global.

Di tengah meningkatnya minat dunia terhadap cita rasa Asia dan authentic tropical ingredients, IFEX Philippines 2026 memperlihatkan bahwa Asia Tenggara kini bukan lagi sekadar pasar konsumen, tetapi juga pusat inovasi pangan masa depan.