Banyak Main Game, Bisa Sebabkan Otak Jadi “Busuk”

(Business Lounge Journal – Medicine)

Jujur saja, saya setuju banget untuk aturan dimana anak berusia 16 tahun kebawah tidak boleh dikasih akses internet. Ya gimana, jujurnya anak kecil main internet banyak efek buruknya. Terlalu banyak scrolling sosial media (sosmed) nanti bikin anak jadi susah fokus kedepannya. Kalau anak suka main game, sudah jelas buruk juga dampaknya, dimana salah satunya adalah brain rot, yaitu otak yang menjadi “busuk”.

Bagaimanakah dampak brain rot atau otak yang “busuk” karena main game?

1.Gampang lupa

Jika anak Anda sudah mulai gampang lupa atau mengalami penurunan daya ingat, hati-hati. Perhatikan kebiasaannya dalam bermain game. Anda harus tahu, anak yang suka main game bisa mengalami kesulitan dan mengingat atau memproses informasi yang baru.

2.Perubahan otak

Kesannya memang kelihatan ekstrim, tapi itulah kenyataannya. Kecanduan main game, bisa mengakibatkan banjir dopamin (sistem reward), dimana game dirancang untuk berikan stimulasi instan dan reward yang konstan.

Dan hal tersebut, bisa melepaskan dopamin dalam jumlah yang besar, dan sebabkan sistem penghargaan di otak menjadi terbiasa dengan rangsangan tinggi.

Apa bahaya setelah itu? Terjadinya desentisasi (dopamin exhaustion), dimana ketika sudah terbiasa dengan dopamin tinggi dari game, otak jadi “kebal”, dan mengakibatkan anak kurang termotivasi untuk aktivitas yang menuntut usaha, seperti belajar dan bekerja.

3.Susah konsentrasi (brain fog)

Gejala spesifik dari brain fog (otak berkabut) antara lain lambat memproses informasi serta sulit berkonsentrasi.

4.Kurang fokus sehingga ga jelas bicara

Ini adalah gejala yang gak main-main. Otak orang yang suka main game akan terbiasa untuk menerima stimulasi cepat dari bahasa game yang repetitif. Akibatnya, ketika bicara akan terbiasa menggunakan slang/bahasa game yang orang lain tak paham, dan itu juga bisa berdampak pada komunikasi sehari hari yang menjadi tak jelas ketika bicara.

Nah, sudah sangat jelas kan? Kecanduan game bukan hanya bisa mengambil waktu dengan sia sia, tapi bisa berdampak pada otak, dan bahkan pada cara berkomunikasi dalam kehidupan sehari hari. Sadarilah sebelum terlambat.