Follow Up Sebagai Jembatannya

(Business Lounge – Dominate the Market) Tidak ada closing tanpa penawaran dan tidak ada penawaran tanpa permintaan. Juga tidak ada permintaan tanpa didahului dengan kebutuhan. Seorang marketing sejati akan selalu menunggu-nunggu bertemu dengan mereka yang memiliki kebutuhan bahkan banyak dari mereka mampu membangkitkan kebutuhan. Oh, I love this part. Di sinilah letak dari seni marketing itu sendiri.

Bentuk penawaran pertama kali yang kita berikan dapat dalam bentuk proposal, brosur, poster, atau sejenisnya. Penawaran inilah yang akan menjelaskan atau memperkenalkan produk atau jasa dengan segala keunggulan yang ada di dalamnya.

Namun perlu disadari bahwa diperlukan sebuah proses yang dapat menjembatani antara penawaran dan closing. Follow up! Jangan berpikir bahwa proses ini adalah proses yang sangat membosankan, itu pendapat yang salah. Follow up merupakan bagian yang sangat vital walupun sering kali apa yang kita lakukan sepertinya sangat mengambang. Tetapi bagian ini sangat penting, sebab selangkah lagi menuju closing. Sedikit saja melakukan follow up, dapat berakibat fatal. (Baca: Terlambat Follow Up).

Kesabaran, ya itu kata yang tepat yang saya pilihkan untuk Anda ingat ketika melakukan follow up. Dibutuhkan berbagai tingkat kesabaran terhadap calon pelanggan yang kita hadapi. Jangan lupa bahwa Anda akan menemui banyak sekali jenis calon pelanggan. Karena itu tidak cukup melakukan follow up hanya satu kali. Bahkan Anda dapat saja melakukannya berulang kali.

Kunci keberhasilan ada pada follow up. Karena itu penting sekali melakukan follow up kepada calon pelanggan setelah melakukan penawaran awal. Anda perlu untuk pintar-pintar untuk melihat kondisi, situasi, juga waktu yang tepat untuk menghubungi sang calon pelanggan. Bahkan melalui follow up ini jugalah Anda dapat mendeteksi dengan tepat kebutuhan calon pelanggan. Tidak hanya itu, kebutuhan pun kemudian dapat semakin berkembang. Tidak menutup kemungkinan di perjalanan akan tercipta kembali kebutuhan calon pelanggan sehingga yang semula tidak memiliki minat menjadi berminat.

Dengan follow up yang tepat dan benar pada calon pelanggan biasanya mereka akan menerima kehadiran Anda. Penting untuk memberikan kesediaan untuk mendengarkan terlebih dahulu segala masukan dan kritikan yang diberikan oleh calon pelanggan atas penawaran Anda. Hal ini akan memberikan sebuah rasa “dihargai” dan didengarkan sehingga menimbulkan kepercayaan baru terhadap sang marketing sehingga kehadiran Anda bukan sebagai gangguan lagi tetapi akan menjadi sumber informasi yang tepat ketika mereka membutuhkan sesuatu.

Karena itu lakukanlah follow up secara konsisten terhadap calon pelanggan dan beri ruang bagi mereka untuk dapat memilih serta memutuskan untuk membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan. Selama Anda telah melakukannya, maka bersiaplah untuk mendapatkan pelanggan yang akan melakukan transaksi secara berkesinambungan terhadap produk atau jasa Anda. Selamat bekerja dan siap meraih keberhasilan.

Salam Sukses!!!

Ida Arthawaty/VMN/BL/Customer Relationship Head Vibiz Media
Editor: Ruth Berliana