(Business Lounge Journal – Event)
Kanada bersiap menjadi salah satu pusat perhatian dunia olahraga pada Piala Dunia FIFA 2026. Bersama Amerika Serikat dan Meksiko, Kanada akan menjadi tuan rumah turnamen terbesar dalam sejarah Piala Dunia, yang diikuti 48 tim dan mencakup 104 pertandingan.
Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, dalam media gathering di Jakarta, Rabu (10/6/2026), menyampaikan bahwa 13 pertandingan Piala Dunia 2026 akan dimainkan di Kanada. Dua kota tuan rumah Kanada, Toronto dan Vancouver, telah menyiapkan berbagai perbaikan dan peningkatan infrastruktur, termasuk stadion, konektivitas transportasi, aksesibilitas, serta berbagai fasilitas pengunjung lainnya.
Kanada selama ini lebih dikenal sebagai negara yang gemar memainkan hoki es. Namun, Dutton menekankan bahwa sepak bola kini menjadi olahraga yang paling banyak dimainkan di Kanada.
Bagi Kanada, Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang pertandingan. Turnamen ini juga menjadi kesempatan untuk menampilkan budaya Kanada, keragaman masyarakatnya, serta penghormatan kepada masyarakat adat yang menjadi bagian penting dari penyelenggaraan event besar dunia ini.

Rekam Jejak dan Tantangan Kanada
Untuk tim nasional putra, Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ketiga Kanada di putaran final. Kanada sebelumnya tampil di Piala Dunia 1986 di Meksiko dan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pada 2022, Kanada kembali ke Piala Dunia setelah absen selama 36 tahun. Dalam turnamen itu, Alphonso Davies mencetak gol pertama tim putra Kanada dalam sejarah Piala Dunia saat menghadapi Kroasia. Meski demikian, Kanada masih mengejar kemenangan pertamanya di Piala Dunia setelah kalah dalam seluruh enam pertandingan dari dua penampilan sebelumnya.
Kanada tergabung di Grup B bersama Bosnia-Herzegovina, Qatar, dan Swiss. Laga pertama Kanada akan digelar melawan Bosnia-Herzegovina di Toronto pada 12 Juni 2026.
Pertandingan ini memiliki nilai sejarah tersendiri karena menjadi laga Piala Dunia putra pertama yang dimainkan di tanah Kanada. Setelah itu, Kanada dijadwalkan menghadapi Qatar pada 18 Juni dan Swiss pada 24 Juni di Vancouver.
Bosnia-Herzegovina sendiri kembali ke Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah debut pada 2014. Tim tersebut masih diperkuat nama senior Edin Džeko, salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Bosnia-Herzegovina.

Generasi Baru di Bawah Jesse Marsch
Nama terbesar dalam skuad Kanada tetap Alphonso Davies, pemain Bayern Munich yang juga merupakan kapten tim nasional. Namun, Davies masih memulihkan cedera hamstring dan diperkirakan belum tampil pada laga pembuka melawan Bosnia dan Herzegovina. Di lini serang, perhatian besar tertuju kepada Jonathan David, pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional putra Kanada. Kanada juga diperkuat sejumlah nama penting seperti Cyle Larin, Tajon Buchanan, Stephen Eustáquio, Alistair Johnston, dan pemain-pemain lainnya.
Kanada kini dilatih oleh Jesse Marsch, pelatih asal Amerika Serikat yang ditunjuk pada Mei 2024. Sebelum menangani Kanada, Marsch pernah melatih New York Red Bulls, RB Salzburg, RB Leipzig, dan Leeds United.
Di bawah Marsch, Kanada tampil lebih agresif dan berani menekan lawan. Salah satu pencapaian pentingnya adalah membawa Kanada finis keempat di Copa América 2024, turnamen besar pertama Kanada di bawah kepemimpinannya.
Sebelum Piala Dunia 2026, Marsch mencatat 12 kemenangan, 12 hasil imbang, dan lima kekalahan dalam 29 pertandingan bersama Kanada. Canada Soccer juga telah memperpanjang kontraknya hingga siklus Piala Dunia 2030, menunjukkan kepercayaan jangka panjang terhadap arah tim nasional.
Bagi Kanada, Piala Dunia 2026 menjadi lebih dari sekadar status tuan rumah. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa sepak bola telah menjadi bagian penting dari identitas olahraga nasional.

