Yordania Rayakan 80 Tahun Kemerdekaan di Jakarta 

(Business Lounge Journal – Event)

Kedutaan Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania di Jakarta menggelar resepsi Hari Kemerdekaan ke-80 Yordania pada tanggal 9 Juni 2026 lalu, di Hotel Four Seasons, Jakarta. Acara tersebut dihadiri banyak pejabat dari berbagai negara, para duta besar, pejabat pemerintah, kalangan diplomatik, serta tamu-tamu Yordania lainnya di Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

Peringatan ini merujuk pada kemerdekaan Yordania pada 25 Mei 1946, ketika negara tersebut resmi berdiri sebagai kerajaan merdeka dan berdaulat. Dalam sambutannya, Duta Besar Yordania menyampaikan bahwa kemerdekaan merupakan bagian dari perjalanan panjang pembentukan negara, yang dibangun melalui pengorbanan rakyat dan para pendiri bangsa.

Duta Besar juga menyinggung peran kepemimpinan Hasyimiyah dalam pembentukan dan perkembangan Yordania modern, mulai dari Raja Abdullah I hingga Raja Hussein bin Talal. Dalam 27 tahun terakhir, Yordania dipimpin oleh Raja Abdullah II bin Al Hussein, dengan perhatian pada stabilitas nasional, pembangunan ekonomi, dan agenda modernisasi negara.

Modernisasi di bawah Raja Abdullah II

Salah satu bagian penting dalam sambutan tersebut adalah arah modernisasi Yordania. Duta Besar menyebut bahwa negaranya berupaya memperkuat sumber daya manusia, pendidikan, peran generasi muda, pemberdayaan perempuan, serta pembaruan pemerintahan dan regulasi. Agenda tersebut menjadi bagian dari persiapan Yordania memasuki abad kedua kenegaraannya.

Yordania juga mendorong Economic Modernisation Vision sebagai kerangka pembangunan jangka panjang. Visi ini menargetkan penciptaan lebih dari satu juta kesempatan kerja bagi laki-laki dan perempuan muda, peningkatan pendapatan per kapita rata-rata 3 persen per tahun, serta penguatan daya saing ekonomi. Bank Dunia mencatat pertumbuhan riil PDB Yordania sebesar 2,7 persen pada 2023, menunjukkan daya tahan ekonomi negara tersebut yang cukup baik di tengah kondisi regional yang kompleks dan tidak mudah.

Posisi strategis Yordania

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar juga menyebut posisi strategis Yordania sebagai salah satu modal penting untuk menarik investasi asing. Yordania selama ini dikenal memiliki kekuatan di sektor teknologi informasi, perbankan, layanan kesehatan, farmasi, pendidikan, dan logistik. Dengan lokasi yang menghubungkan kawasan Timur Tengah dengan pasar yang lebih luas, Yordania berusaha menempatkan diri sebagai pusat jasa, investasi, dan kemitraan ekonomi yang stabil.

Perayaan 80 tahun Kemerdekaan

Dalam resepsi tersebut, nuansa seremonial ditandai dengan penampilan band dari Universitas Pertahanan RI dan Angkatan Bersenjata Yordania. Band tersebut membawakan lagu kebangsaan Yordania dan Indonesia, membuka acara dengan suasana resmi dan memperlihatkan hubungan baik antara kedua negara.

Tahun ini juga bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Yordania. Dalam sambutannya, Duta Besar menyebut kerja sama kedua negara telah berkembang di sejumlah bidang, termasuk pendidikan tinggi, kebudayaan, kesehatan, infrastruktur, energi, logistik, dan kerja sama teknis.

Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 ini menjadi kesempatan bagi Yordania untuk menampilkan perjalanan negaranya sejak 1946, sekaligus menegaskan arah pembangunan yang lebih modern dan terbuka. Di Jakarta, acara tersebut juga menjadi bagian dari peringatan hubungan panjang Indonesia dan Yordania yang telah berlangsung selama 75 tahun.