Masih Menunggu Startup Anda “Siap” Sebelum Tampil di Media? Kompetitor Anda Tidak Menunggu

(Businesslounge Journal-Entrepreneurship) Ada satu percakapan yang berulang kali terjadi dengan para pendiri startup. Mereka sedang membangun bisnis yang nyata dan menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Namun ketika topik mengenai visibilitas publik muncul—baik melalui media, media sosial, maupun penyampaian pandangan mereka ke pasar—jawabannya hampir selalu serupa: “Kami belum siap. Kami belum punya sumber daya. Kami akan melakukannya nanti saat sudah ada lebih banyak yang bisa ditunjukkan.”

Pandangan tersebut memang terdengar masuk akal. Namun, bagi startup tahap awal, itu bisa menjadi salah satu kesalahan yang paling mahal.

Pasar tidak menunggu peluncuran produk Anda untuk mulai membentuk opini. Investor tidak langsung memperhatikan saat pertama kali Anda menghubungi mereka. Jurnalis juga tidak serta-merta menulis tentang pendiri yang belum pernah mereka dengar hanya karena waktu yang dianggap tepat oleh sang pendiri akhirnya tiba. Kepercayaan membutuhkan waktu untuk terbentuk, dan banyak orang meremehkan lamanya proses tersebut.

Tidak Ada yang Langsung Percaya pada Perusahaan yang Baru Mereka Kenal

Paparan berulang adalah cara keakraban terbentuk. Sementara itu, keakraban menjadi syarat utama lahirnya kepercayaan dalam berbagai hubungan penting yang dibutuhkan startup.

Hal ini berlaku bagi investor yang perlu melihat nama Anda beberapa kali sebelum tertarik untuk melakukan percakapan serius. Berlaku pula bagi jurnalis yang lebih cenderung menghubungi sumber yang sudah mereka kenal ketika sedang dikejar tenggat waktu. Begitu juga bagi calon pelanggan di sektor seperti properti atau teknologi keuangan yang mempertimbangkan keputusan dengan konsekuensi finansial besar dan ingin merasa sudah mengenal Anda sebelum berkomitmen.

Keakraban semacam ini tidak dapat dibangun hanya dalam seminggu. Secara realistis, membangun fondasi visibilitas yang mencakup pesan yang teruji, relasi awal, dan kehadiran yang konsisten di tempat audiens berada memerlukan sekitar 90 hari. Agar upaya tersebut menghasilkan peluang nyata seperti investor yang datang sendiri, mitra bisnis, atau pelanggan baru, biasanya dibutuhkan tambahan tiga hingga enam bulan lagi.

Peluang yang lebih besar, seperti media nasional yang mulai memberi perhatian atau investor yang datang dengan ketertarikan awal yang kuat, umumnya muncul setelah satu tahun atau lebih bagi pendiri yang memulai lebih awal dan konsisten menjalankannya.

Artinya, pendiri yang baru memprioritaskan visibilitas sebulan sebelum mencari pendanaan sebenarnya sudah terlambat.

Visibilitas Adalah Infrastruktur, Bukan Sekadar Pemasaran

Salah satu alasan mengapa visibilitas sering diabaikan adalah karena dampaknya tidak terasa mendesak. Tidak ada yang langsung rusak jika hari ini Anda melewatkannya. Namun, biayanya akan muncul di masa depan dalam bentuk relasi yang tidak pernah terbentuk, kepercayaan yang tidak pernah terkumpul, dan kebutuhan membangun semuanya dari nol saat waktu justru sangat terbatas.

Pendiri yang memahami hal ini memperlakukan visibilitas seperti pengembangan produk. Mereka membangunnya secara bertahap dan konsisten, bukan mengaktifkannya hanya ketika membutuhkan hasil.

Contohnya adalah Bobby Bryant dari HomHub.AI. Ia secara konsisten menampilkan sosok manusia di balik perusahaan yang bergerak di industri yang sering dianggap formal dan impersonal. Kehadirannya di media sosial membuat banyak orang sudah mengenal siapa yang berada di balik perusahaan sebelum mereka berinteraksi lebih jauh.

Hal serupa dilakukan oleh Blake O’Shaughnessy dari Ownli. Alih-alih hanya mempromosikan perusahaan, ia secara rutin membagikan pandangan mengenai pasar dan tantangan kepemilikan rumah yang ingin dipecahkan platformnya. Dalam jangka panjang, pendekatan tersebut membuat dirinya dipandang sebagai sosok yang layak didengar dalam industrinya.

Kepercayaan seperti ini tidak dibangun melalui satu siaran pers atau satu unggahan LinkedIn menjelang penggalangan dana.

Di Mana Pendiri Perlu Hadir?

Pertanyaan yang sering muncul adalah platform mana yang sebaiknya menjadi fokus.

Jawabannya bergantung pada tempat audiens utama berada.

Jika target Anda adalah sesama pendiri startup, operator bisnis, dan investor, maka LinkedIn saat ini menjadi platform yang sangat efektif.

Bagi perusahaan yang bergerak di sektor blockchain atau kripto, X (sebelumnya Twitter) masih menjadi pusat percakapan utama.

Sementara itu, jika targetnya adalah agen properti atau konsumen yang sedang mempertimbangkan pembelian rumah, Instagram dan TikTok cenderung lebih relevan.

Alih-alih mencoba hadir di semua platform sekaligus, lebih baik memilih dua atau tiga platform yang benar-benar digunakan oleh calon pelanggan, mitra, dan investor, lalu membangun konsistensi di sana.

Podcast dan artikel opini juga memiliki nilai tersendiri. Percakapan selama 45 menit dalam podcast yang relevan mampu memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang cara berpikir seorang pendiri dibandingkan unggahan singkat di media sosial. Demikian pula artikel opini yang ditulis dengan baik dapat membantu membangun kredibilitas dan otoritas di bidang tertentu.

Pendiri yang Terlalu Pasif Akan Menanggung Konsekuensinya

Sebagian pendiri membayangkan bahwa aktivitas hubungan masyarakat (PR) dapat sepenuhnya diserahkan kepada pihak lain sehingga mereka bisa fokus membangun bisnis.

Gagasan tersebut memang menarik, tetapi pada tahap awal startup, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Masalahnya bukan karena mitra PR tidak kompeten. Mereka bisa memberikan kontribusi besar. Namun, aset paling berharga dalam hubungan dengan media adalah perspektif asli dari sang pendiri mengenai industri yang digelutinya.

Jurnalis yang meliput sektor properti, teknologi finansial, atau kecerdasan buatan tidak hanya membutuhkan siaran pers. Mereka membutuhkan seseorang yang memahami industrinya secara mendalam dan mampu memberikan wawasan yang relevan dengan cepat.

Orang tersebut adalah pendirinya sendiri, bukan agensi.

Pendiri yang menjadi sumber informasi yang berguna bagi jurnalis, responsif, dan bersedia berbagi pandangan secara jujur pada akhirnya akan memperoleh banyak peluang yang tidak perlu mereka kejar secara aktif. Mereka mulai dihubungi untuk memberikan komentar dalam berbagai pemberitaan dan semakin sering dimasukkan ke dalam artikel yang membahas industri mereka.

Transformasi dari sosok yang tidak dikenal menjadi figur yang diperhitungkan membutuhkan keterlibatan langsung dan konsisten dari pendiri.

Mulai Sebelum Merasa Siap

Banyak pendiri menolak membangun visibilitas lebih awal karena merasa belum memiliki cukup hal untuk dibicarakan. Produk belum siap dipamerkan. Mereka juga tidak ingin memberikan janji berlebihan sebelum mampu mewujudkannya.

Niat tersebut memang baik, tetapi sering kali berangkat dari pemahaman yang keliru tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk membangun visibilitas pada tahap awal.

Tidak ada yang meminta demo produk atau laporan pendapatan. Yang dibutuhkan adalah perspektif. Pandangan mengenai kondisi pasar, pemahaman terhadap masalah pelanggan, serta pemikiran tentang arah perkembangan industri.

Hal-hal tersebut tidak memerlukan produk yang sudah selesai. Yang dibutuhkan adalah seorang pendiri yang memiliki sesuatu yang layak untuk disampaikan.

Pasar jarang memberikan kepercayaan pada pertemuan pertama. Justru pertemuan kedua, ketiga, dan keempat yang mengubah sekadar kesadaran menjadi kepercayaan nyata.

Visibilitas menciptakan momen-momen pertemuan tersebut jauh sebelum Anda meminta pendanaan, meluncurkan produk, atau membutuhkan kepercayaan itu hadir.

Waktu terbaik untuk memulai mungkin 18 bulan yang lalu. Namun, waktu terbaik berikutnya adalah sekarang—sebelum Anda benar-benar membutuhkannya.