(Businesslounge Journal-Event) Hubungan Indonesia dan Maroko terus berkembang, tidak hanya melalui kerja sama diplomatik, tetapi juga lewat jalur budaya yang semakin dinamis. Melalui pertunjukan seni bertajuk “A Musical Bridge Between Morocco and Indonesia” atau “Indonesian-Moroccan Art Night” di Jakarta, kedua negara menegaskan komitmen untuk mempererat persahabatan sekaligus membuka peluang kolaborasi di sektor kreatif.
Acara yang mempertemukan musisi dari Indonesia dan Maroko itu menjadi simbol bahwa seni mampu melampaui batas negara, bahasa, dan budaya. Musik tradisional dari kedua bangsa dipadukan dalam satu panggung, menghadirkan harmoni yang menunjukkan keberagaman dapat berjalan beriringan tanpa menghilangkan identitas masing-masing.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa diplomasi budaya menjadi salah satu cara paling efektif untuk memperkuat hubungan antarbangsa, terutama di tengah kondisi geopolitik dunia yang semakin kompleks. Menurutnya, seni merupakan bahasa universal yang mampu membangun rasa saling percaya dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
Ia menjelaskan, hubungan Indonesia dan Maroko sebenarnya telah terjalin sejak berabad-abad lalu. Kini, setelah sekitar 70 tahun menjalin hubungan diplomatik, kedua negara terus memperluas kerja sama di berbagai bidang. Tidak hanya melalui forum internasional, tetapi juga lewat pertukaran budaya, pendidikan, penelitian, pariwisata, hingga pengembangan ekonomi kreatif.
Menurutnya, Indonesia dan Maroko memiliki banyak kesamaan nilai, seperti menjunjung moderasi, toleransi, dialog antarbudaya, serta penghormatan terhadap keberagaman. Kesamaan inilah yang menjadi fondasi kuat bagi hubungan kedua negara untuk terus berkembang.
Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, juga menilai budaya merupakan jembatan yang mampu mempererat hubungan antarbangsa. Ia berharap masyarakat Indonesia dapat semakin mengenal kekayaan budaya Maroko, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak kerja sama di bidang seni, budaya, dan ekonomi kreatif.
Ia menambahkan bahwa hubungan kedua negara selama ini dibangun atas dasar saling percaya, saling menghormati, dan visi bersama untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat. Karena itu, selain diplomasi budaya, Indonesia dan Maroko juga berkomitmen meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan sektor strategis lainnya.
Malam seni tersebut dimeriahkan dengan pembacaan puisi karya Taufiq Ismail, penampilan kelompok musik Muara, pertunjukan “Melodies of Al-Andalus”, hingga kolaborasi musisi Indonesia dan Maroko yang membawakan lagu-lagu tradisional dari kedua negara. Perpaduan musik Sufi dan Andalusia dengan kekayaan musik Nusantara menjadi bukti bahwa perbedaan budaya justru dapat melahirkan harmoni.
Ke depan, kerja sama Indonesia dan Maroko diharapkan tidak hanya menghasilkan lebih banyak pertunjukan seni, tetapi juga membuka peluang kolaborasi di industri film, musik, pendidikan, penelitian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, diplomasi budaya dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat hubungan kedua negara sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di kedua belah pihak.

