Siprus Buka Peluang Kolaborasi AI dan Riset bagi Universitas serta Startup Indonesia

(Businesslounge Journal-News & Insight) Siprus mengajak universitas, lembaga penelitian, startup, dan perusahaan Indonesia untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang strategis, mulai dari teknologi maritim, kesehatan, pertanian, antariksa, hingga kecerdasan buatan (AI). Sebagai negara anggota Uni Eropa, Siprus juga menawarkan akses ke ekosistem riset dan pendanaan Eropa bagi para mitra dari Indonesia.

Dalam wawancara dengan Business Lounge Journal, Chief Scientist for Research, Innovation and Technology of Cyprus, Demetris Skourides, menjelaskan bahwa terdapat tiga bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan, yakni kolaborasi antarlembaga penelitian (research-to-research), penelitian menuju inovasi (research-to-innovation), dan kolaborasi antarinovasi (innovation-to-innovation).

Potensi di Sektor Maritim

Salah satu contoh yang dinilainya memiliki potensi besar adalah sektor maritim. Skourides menilai riset Indonesia mengenai pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku biofuel dapat dipadukan dengan teknologi maritim Siprus yang mengembangkan terumbu karang buatan berbasis sensor, jaringan komunikasi, dan drone bawah laut.

Menurutnya, kombinasi kedua teknologi tersebut berpotensi menciptakan ekosistem kelautan yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan laut sekaligus mendukung produksi biofuel berbasis rumput laut.

“Ini menjadi solusi yang saling menguntungkan, bukan hanya bagi kedua negara tetapi juga bagi kemanusiaan,” ujarnya.

Pada Juni 2026, kedua negara memperkuat dialog di bidang riset, inovasi, kecerdasan buatan, dan teknologi maritim melalui kunjungan delegasi Siprus ke Indonesia sebagai bagian dari upaya menjadikan Siprus sebagai pintu gerbang kolaborasi antara Eropa dan Asia Tenggara.

Selain sektor maritim, Skourides mengatakan peluang kerja sama juga terbuka di bidang kesehatan, penelitian kanker, teknologi antariksa, pertanian, serta teknologi digital strategis. Ia berharap kolaborasi tersebut tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga inovasi yang dapat dikomersialkan.

Ia menambahkan bahwa keanggotaan Siprus di Uni Eropa memberikan nilai tambah karena membuka akses terhadap berbagai program pendanaan penelitian dan inovasi Eropa yang dapat dimanfaatkan dalam proyek-proyek bersama.

Tawarkan Ekosistem AI untuk Startup Indonesia

Skourides juga menyoroti pesatnya perkembangan startup AI di Indonesia. Menurutnya, kecerdasan buatan merupakan salah satu prioritas utama dalam strategi nasional Siprus.

Untuk mendukung pengembangan AI, Siprus telah membangun berbagai infrastruktur, termasuk Pharos, AI Factory, serta fasilitas hypercomputing yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti maupun perusahaan rintisan.

Pengembangan infrastruktur AI tersebut merupakan bagian dari upaya Siprus untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem AI Eropa. Pada 2025, negara tersebut bergabung dalam jaringan AI Factories Uni Eropa melalui proyek Pharos-CY, yang berfungsi sebagai AI Factory Antenna nasional. Inisiatif ini menghubungkan startup, UKM, lembaga penelitian, dan institusi pemerintah dengan berbagai layanan AI, data siap pakai, serta sumber daya komputasi berkinerja tinggi (high-performance computing atau HPC) melalui jaringan EuroHPC Joint Undertaking.

Melalui Pharos-CY, pengguna di Siprus memperoleh akses ke sistem superkomputer DAEDALUS EuroHPC, lingkungan data yang aman, layanan pengembangan AI, serta berbagai program pelatihan, lokakarya, dan hackathon untuk mempercepat adopsi AI. Infrastruktur tersebut difokuskan pada tiga bidang utama, yakni kesehatan, keberlanjutan, serta budaya dan bahasa, sekaligus mendukung pengembangan solusi AI untuk energi, transportasi, pengelolaan air, ketahanan iklim, dan layanan publik. Pemerintah Siprus juga menempatkan Pharos-CY sebagai salah satu fondasi untuk mempercepat komersialisasi inovasi AI dan memperluas kolaborasi lintas negara di kawasan Eropa.

Selain itu, Siprus memiliki tujuh Centers of Excellence yang berfokus pada berbagai bidang, seperti energi, lingkungan, biobank, infrastruktur kritis, teknologi antariksa, hingga interaksi manusia dan teknologi.

Ia mendorong startup Indonesia yang ingin memasuki pasar Eropa untuk membangun kehadiran di Siprus. Setelah memperoleh Innovation Certificate, perusahaan dapat mengakses berbagai fasilitas, termasuk GPU bersama untuk pengembangan model AI, sumber daya pusat riset, layanan transfer teknologi, komersialisasi kekayaan intelektual (IP), serta berbagai dukungan administratif yang dirancang untuk mempercepat proses inovasi.

“Semua itu memungkinkan startup untuk lebih fokus mengembangkan produk dan membawanya ke pasar,” katanya.

Skourides menambahkan bahwa Siprus telah memiliki strategi nasional AI yang menetapkan bidang-bidang prioritas pengembangan sehingga memberikan arah yang jelas bagi startup, peneliti, maupun investor.

Menutup wawancara, ia mengundang komunitas AI Indonesia untuk memanfaatkan peluang tersebut.

“Jika Anda ingin membangun dan mengembangkan AI, kami siap bekerja sama dengan Anda. Silakan hubungi kami,” tutupnya.