(Business Lounge Journal – Event)
Pertumbuhan pesat sektor e-commerce di Filipina memasuki babak baru. Seiring meningkatnya adopsi digital, pelaku usaha kini dituntut tidak hanya mampu berjualan secara online, tetapi juga membangun operasional digital yang terintegrasi, memperluas kolaborasi strategis, serta menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Menjawab kebutuhan tersebut, E-Commerce Expo Philippines (ECOMEX) 2026 resmi diluncurkan pada 9 Juli 2026 sebagai platform nasional yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, penyedia teknologi, investor, hingga komunitas digital untuk memperkuat ekosistem perdagangan elektronik di Filipina.
Didukung oleh PHILSME dan diselenggarakan oleh MediaTrix Solutions Inc., ECOMEX akan berlangsung pada 20–21 November 2026 di SMX Convention Center Aura, Taguig. Ajang ini ditargetkan menghadirkan lebih dari 5.000 pelaku bisnis dan pemangku kepentingan, serta diikuti oleh lebih dari 130 exhibitor yang berasal dari berbagai sektor, termasuk marketplace, logistik, fintech, teknologi, pendidikan, hingga instansi pemerintah.
Peluncuran ECOMEX dilakukan di tengah prospek pertumbuhan industri yang menjanjikan. Nilai pasar e-commerce Filipina diperkirakan meningkat dari sekitar USD 20 miliar pada 2026 menjadi hampir USD 38 miliar pada 2031, didorong oleh meningkatnya penggunaan perangkat digital, berkembangnya mobile commerce, perbaikan infrastruktur logistik, serta berbagai inisiatif transformasi digital dari pemerintah.
Antusiasme terhadap penyelenggaraan ECOMEX juga terlihat dari partisipasi lebih dari 40 organisasi media internasional, regional, dan lokal yang mengikuti peluncuran virtual melalui Zoom maupun siaran langsung di media sosial ECOMEX dan PHILSME.
Dalam sambutannya, Founder dan Organizer ECOMEX sekaligus CEO dan Managing Director Philippine SME Business Expo (PHILSME), Trixie Esguerra-Abrenilla, menekankan bahwa tantangan bisnis digital saat ini tidak lagi sebatas memiliki toko online.
“Keberhasilan e-commerce di Filipina bergantung pada kemampuan mengelola seluruh perjalanan pelanggan. Tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana menjual secara online, tetapi bagaimana memperoleh pelanggan, mengonversi penjualan, mengelola pengiriman, hingga mempertahankan loyalitas pelanggan. Inilah tantangan yang ingin dijawab oleh ECOMEX.”
Menurutnya, ECOMEX dirancang sebagai platform yang menghadirkan seluruh elemen penting dalam ekosistem digital, mulai dari teknologi, sistem pembayaran, logistik, pemasaran digital, solusi berbasis kecerdasan buatan (AI), pembiayaan, pendidikan, hingga peluang kemitraan strategis. Dengan demikian, ECOMEX tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga wadah pembelajaran dan pengembangan bisnis bagi para pelaku usaha.
Sementara itu, dalam pidato utamanya yang disampaikan secara virtual, Director of the Department of Trade and Industry (DTI) E-Commerce Bureau, Eryl Royce Nagtalon, menegaskan bahwa keberlanjutan ekonomi digital membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Mewujudkan lingkungan e-commerce yang aman dan terpercaya merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, industri, pelaku usaha, dan konsumen harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat.”
Ia menambahkan bahwa membangun kepercayaan terhadap transaksi digital menjadi faktor penting agar semakin banyak pelaku usaha Filipina mampu bersaing di pasar yang semakin terhubung secara global.
Pandangan serupa disampaikan oleh digital entrepreneur sekaligus content strategist Reymond “Boss RDR” Delos Santos. Ia menilai sektor e-commerce memiliki peran yang semakin besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Filipina.
“E-commerce adalah kuda hitam perekonomian Filipina.”
Menurutnya, banyak pelaku UMKM berhasil mentransformasi bisnis konvensional menjadi usaha digital yang berkembang melalui pemanfaatan platform online, konten digital, dan pembangunan komunitas pelanggan. Kehadiran ECOMEX dinilai menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mempelajari teknologi terbaru sekaligus memperluas jaringan bisnis.
Sementara itu, entrepreneur, penulis, sekaligus financial educator Coach Chinkee Tan menyoroti pentingnya membangun merek yang kuat di tengah persaingan digital yang semakin ketat.
“Orang membeli merek, bukan sekadar produk.”
Ia menjelaskan bahwa meskipun e-commerce telah membuka peluang lebih luas bagi para wirausahawan, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada kemampuan membangun kepercayaan konsumen, terus belajar, dan beradaptasi dengan perubahan perilaku pasar.
Penyelenggara berharap ECOMEX berkembang menjadi platform jangka panjang yang mampu mempertemukan pemerintah, penyedia teknologi, marketplace, perusahaan logistik, fintech, investor, lembaga pendidikan, hingga komunitas bisnis dalam memperkuat daya saing e-commerce Filipina, baik di tingkat regional maupun global.
Kesempatan untuk menjadi exhibitor, sponsor, pembicara, maupun mitra penyelenggara ECOMEX 2026 kini telah dibuka bagi perusahaan, penyedia teknologi, marketplace, perusahaan logistik, fintech, agensi, konsultan, serta berbagai organisasi yang ingin terlibat dalam perkembangan ekonomi digital Filipina. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui situs resmi www.ecommerceexpo.ph.

