Jangan Abaikan Teknologi dalam Menyusun Strategi Business Anda

(Business Lounge Journal – General Management) Masih ingat brand Kodak? Sekitarhampir 20 tahun yang lalu Anda mungkin salah satu pengguna brand ini untuk dapat mengabadikan pose-pose Anda.

Pada tahun 1998, Kodak merajai 85% kertas foto di seluruh dunia. Untuk bisnisnya itu, Kodak memiliki karyawan hingga 170.000 orang. Kalau dibandingkan dengan perusahaan saat ini maka dalam hal jumlah tenaga kerja dapat diumpakan sebesar Boeing dengan 161.400 karyawan atau walt Disney yang memiliki 185.000 karyawan. Sehingga Anda dapat membayangkan besarnya Kodak pada saat itu.

Namun seperti yang sudah Anda ketahui bahwa hanya dalam tempo beberapa tahun saja, model bisnis Kodak seperti menghilang dan menimbulkan kebangkrutan. Padahal pada tahun 1998, tidak ada seorang pun yang akan berpikir bahwa pada 3 tahun ke depan akan terjadi sebuah perubahan yang significant dalam dunia photography. Padahal jika saja Kodak dapat mencermati bagaimana pada tahun 1975 atau 23 tahun sebelumnya, kamera digital telah diciptakan walaupun dengan pixels yang masih sangat terbatas dan sempat mengalami sebuah keputusasaan dapal pengembangannya. Saya rasa, Kodak pasti mengetahui hal ini, sebab 23 tahun adalah waktu yang sangat cukup untuk mengembangkan sebuah teknologi foto. Seandainya Kodak dapat memprediksi apa yang akan terjadi beberapa tahun kemudian, mungkin saja ceritanya akan berbeda.

Apa yang terjadi pada Kodak juga dapat saja terjadi pada banyak industri pada 10 tahun ke depan, tetapi kebanyakan orang tidak memperhatikan hal tersebut. Sementara perkembangan teknologi sudah semakin pesat bahkan dengan adanya Artificial Intelligence (AI), mobil listrik dan mobil otonom, belum lagi dunia kesehatan, pertanian, dan masih banyak lagi.

Dunia aplikasi telah membawa Uber menjadi perusahaan taxi terbesar di dunia dengan tanpa armada. Airbnb juga kini menjadi perusahaan perhotelan terbesar di dunia padahal tidak memiliki properti apapun. Hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya namun terjadi hanya dalam waktu yang singkat.

Dalam dunia Artificial Intelligence (AI) misalnya, komputer kini telah mengambil alih banyak fungsi. IBM Watson yang merupakan superkomputer yang mengkombinasikan AI dengan software analitis yang canggih, dapat memberikan nasihat hukum hanya dalam waktu beberapa detik dengan akurasi hingga mencapai 90% lebih akurat dari yang dilakukan oleh para pengacara (70%). Hal ini dinilai membuat para pengacara muda tidak laku di pasaran, demikian dituliskan Robert M. Goldman, World Chairman-International Medical Commission. Lalu apalagi yang bisa dilakukan IBM Watson? Superkomputer ini dapat menolong tim medis dalam mengdiagnosa kanker bahkan 4 kali lebih akurat dari yang dilakukan manusia. Facebook pun terus berinovasi hingga saat ini memiliki perangkat lunak yang dapat mengenali wajah manusia lebih baik dari yang manusia lakukan. Diperkirakan para tahun 2030, komputer akan dapat mengambilalih banyak pekerjaan manusia.

Dalam dunia otomotif, kehadiran mobil otonom yang diprediksi akan mulai beroperasi pada tahun 2018 sudah akan tentu mengguncang banyak perusahaan otomotif. Bayangkan saja, Anda dapat memanggil mobil Anda hanya melalui smartphone Anda, Anda tidak perlu pusing untuk mencari tempat parkir dan waktu Anda akan menjadi begitu efisien. Akan terjadi perubahan dalam bagaimana pentingnya SIM (Surat Ijin Mengemudi), dan tentu saja angka kecelakaan lalu lintas pun akan dapat lebih diantisipasi, demikian prediksi yang muncul.

Penting untuk perusahaan mobil tradisional untuk segera menyusun strategi untuk mengantisipasi kebangkrutan yang sudah ada di depan mata mereka. Tetapi mudahkah bagi mereka? Sementara Tesla, Apple, dan Google tidak hanya membuat sebuah mobil namun merakit komputer di atas roda. Ini sebuah hal yang luar biasa dan membutuhkan sebuah strategi yang mengikuti teknologi untuk menandinginya.

Memag tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada 10 tahun ke depan. Namun hal ini bukan tidak dapat diprediksi. Karena itu penting bagi Anda para pebisnis untuk dapat menyelaraskan strategi bisnis Anda dengan tidak mengabaikan manuver yang dilakukan lawan-lawan bisnis Anda serta perkembangan teknologi yang seakan tidak pernah tertidur.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal