(Business Lounge Journal – Global News)
Lima tahun setelah Panasonic mengambil alih Blue Yonder, perusahaan perangkat lunak rantai pasok tersebut masih menghadapi pekerjaan rumah besar: membuktikan bahwa pertumbuhan bisnisnya mampu berujung pada profitabilitas.
Akuisisi senilai sekitar US$7,1 miliar yang diselesaikan pada 2021 menempatkan Blue Yonder sebagai salah satu aset teknologi penting bagi Panasonic. Perusahaan ini menawarkan berbagai solusi untuk membantu bisnis mengelola rantai pasok, mulai dari perencanaan persediaan hingga distribusi dan operasional gudang.
Namun, perjalanan setelah akuisisi tidak sepenuhnya berjalan mulus. Blue Yonder terus memperbesar skala bisnis melalui ekspansi dan aksi merger serta akuisisi (M&A), sementara industri supply chain software sendiri mengalami perubahan besar akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Bagi Blue Yonder, tantangannya bukan sekadar mendapatkan lebih banyak pelanggan. Perusahaan harus memastikan investasi teknologi, ekspansi produk, serta biaya integrasi dari berbagai akuisisi dapat menghasilkan pertumbuhan yang sehat dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan.
Pertumbuhan lewat akuisisi
Strategi M&A telah menjadi bagian penting dari perjalanan Blue Yonder. Dengan menggabungkan berbagai teknologi dan perusahaan, Blue Yonder berupaya membangun platform yang mampu menangani semakin banyak kebutuhan perusahaan dalam mengelola rantai pasok.
Pendekatan tersebut menawarkan keuntungan berupa portofolio produk yang lebih luas. Namun, semakin besar organisasi, semakin kompleks pula proses integrasi teknologi, pelanggan, dan operasionalnya.
Di saat yang sama, pelanggan korporasi kini menuntut lebih dari sekadar software untuk memantau persediaan atau membuat perkiraan permintaan. Mereka menginginkan sistem yang dapat membantu mengambil keputusan secara lebih cepat dan otomatis.
Di sinilah AI mengubah peta persaingan.
AI menjadi peluang sekaligus tekanan
Lonjakan penggunaan AI generatif dan teknologi berbasis agen membuat software supply chain memasuki fase baru. Kemampuan menganalisis data dalam jumlah besar, memprediksi gangguan, serta memberikan rekomendasi secara otomatis semakin menjadi faktor pembeda.
Blue Yonder memiliki basis teknologi dan data yang dapat menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan tersebut. Namun, perusahaan juga harus bergerak cepat agar tidak tertinggal oleh pemain teknologi lain yang memasukkan AI ke dalam produk mereka.
Bagi Panasonic, keberhasilan Blue Yonder menjadi semakin strategis. Industri manufaktur dan distribusi membutuhkan rantai pasok yang lebih fleksibel di tengah ketidakpastian perdagangan global, perubahan pola permintaan, serta meningkatnya kebutuhan otomatisasi.
Karena itu, tekanan terhadap Blue Yonder bukan hanya soal pertumbuhan pendapatan. Perusahaan perlu menunjukkan bahwa investasi besar Panasonic dapat menghasilkan bisnis software yang berkelanjutan dan menguntungkan.
Lima tahun setelah akuisisi, Blue Yonder berada pada titik penting. Perusahaan telah membangun skala melalui ekspansi dan M&A, tetapi tantangan berikutnya adalah mengubah skala tersebut menjadi efisiensi dan profit.
Di tengah perlombaan AI yang semakin cepat, kemampuan Blue Yonder untuk mengintegrasikan teknologi, mengendalikan biaya, dan memberikan nilai nyata kepada pelanggan akan menjadi penentu apakah strategi Panasonic akhirnya menghasilkan keuntungan yang diharapkan.

