(Business Lounge Journal – Entrepreneurship)
Di sebuah kota pelabuhan bersahaja bernama Enkhuizen yang terletak di wilayah Noord-Holland, Belanda, sebuah kisah sukses ritel yang luar biasa dimulai pada Juli 1993. Tiga orang pendirinya—Gerard Deen, Rob Wagemaker, dan Boris Deen—memulai langkah kecil mereka dengan membuka sebuah gerai serba ada yang sederhana. Mereka mengusung konsep berani namun memikat: menyajikan berbagai produk kebutuhan sehari-hari dengan harga serba murah tanpa pernah mengorbankan kenyamanan serta kerapian toko. Dari toko mungil di kota kecil tersebut, jaringan ritel yang diberi nama Action ini tumbuh begitu pesat hingga bertransformasi menjadi fenomena internasional yang mengubah gaya berbelanja masyarakat di berbagai penjuru Eropa.

Keajaiban Action tidak terletak pada kemewahan dekorasinya, melainkan pada sensasi berbelanja yang dihadirkannya di setiap gerai. Rak-rak tokonya yang luas, terang, dan tertata rapi selalu menyimpan kejutan unik di setiap lorong. Prinsip utamanya sederhana namun sangat memikat: harga miring yang jujur, keberadaan ratusan produk baru yang berganti setiap minggu, serta sensasi perburuan harta karun bagi siapa pun yang melangkah masuk ke dalamnya. Setelah sukses besar menaklukkan pasar negeri asalnya, Action mulai berekspansi ke negara-negara tetangga pada dekade 2010-an, dengan Prancis menjadi salah satu panggung terbesar dari keberhasilan ekspansi ini.

Action merayakan ulang tahun ke-25 pada 2018.
Saat gerai Action mulai menjamur di kota-kota Prancis, respons masyarakat setempat dan para perantau sungguh luar biasa. Bagi para mahasiswa internasional dan perantau yang dihadapkan pada tingginya biaya hidup di Kota Mode, Action hadir bak hidden gem atau penyelamat utama pengeluaran bulanan. Di lorong dapur dan rumah tangga, para pengunjung dapat menemukan berbagai perlengkapan memasak seperti wajan antilengket, panci, tempat makan pastel yang estetik, hingga toples penyimpanan dengan harga hanya beberapa euro. Kebutuhan dasar untuk menyusun pola hidup hemat dengan membawa bekal sendiri ke kampus pun dapat terpenuhi dengan sangat mudah.
Sensasi belanja berlanjut di area perlengkapan kuliah dan alat tulis yang selalu dipadati para pelajar. Kebutuhan mencatat perkuliahan yang biasanya mahal di toko buku lokal Prancis, di Action justru dihargai sangat miring. Binder A4, map dokumen transparan, sticky notes, hingga pulpen warna-warni dan peralatan seni bisa dibawa pulang hanya dengan harga recehan euro, bahkan ada yang mulai dari €0,59. Tak ketinggalan, area multimedia juga menyuguhkan kejutan dengan menghadirkan aksesori elektronik dasar seperti headphone, keyboard, mouse, lampu meja LED, hingga kabel pengisi daya untuk mendukung aktivitas belajar tanpa perlu merusak jatah makan bulanan.
Kini, dengan ribuan gerai yang tersebar di Belanda, Prancis, Jerman, Belgia, hingga Austria, perjalanan Action menjadi bukti nyata dari visi tiga pendirinya di Enkhuizen puluhan tahun lalu. Action berhasil mematahkan stigma bahwa hidup di Eropa harus selalu serba mahal, sekaligus memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan: keluar toko membawa kantong belanjaan penuh dengan rasa lega dan senyum puas.

