Home Depot

Home Depot Tertekan Lesunya Belanja Renovasi

(Business Lounge – Global News) Kinerja kuartal keempat menunjukkan tekanan berlanjut bagi Home Depot, yang melaporkan penurunan laba di tengah perlambatan aktivitas perbaikan dan renovasi rumah. Ketidakpastian ekonomi, suku bunga tinggi, serta pasar perumahan yang stagnan terus membebani belanja konsumen untuk proyek-proyek home improvement.

Penurunan laba ini mencerminkan dinamika yang sudah terlihat sepanjang tahun lalu. Ketika suku bunga hipotek bertahan di level tinggi, transaksi jual beli rumah melambat signifikan. Dampaknya berantai: lebih sedikit orang pindah rumah berarti lebih sedikit renovasi besar, mulai dari dapur, kamar mandi, hingga proyek struktural lainnya. Biasanya, perpindahan rumah menjadi katalis utama belanja besar di toko bahan bangunan.

Selain itu, konsumen juga semakin berhati-hati dalam mengalokasikan anggaran. Setelah periode pandemi yang memicu lonjakan renovasi rumah—didukung stimulus fiskal dan suku bunga rendah—permintaan kini kembali ke level yang lebih normal. Bahkan, dalam beberapa kategori, terjadi koreksi karena proyek-proyek besar telah dipercepat pada 2020–2022.

Bagi Home Depot, tantangannya bukan hanya penurunan volume transaksi, tetapi juga perubahan komposisi pembelian. Proyek-proyek besar dengan nilai tinggi cenderung melemah, sementara pembelian kebutuhan kecil dan perawatan rutin relatif lebih stabil. Pergeseran ini dapat memengaruhi margin karena proyek besar biasanya memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan.

Sementara itu, pasar perumahan yang stagnan memperpanjang tekanan. Banyak pemilik rumah memilih untuk tidak menjual karena enggan kehilangan hipotek dengan bunga rendah yang diperoleh beberapa tahun lalu. Fenomena ini membatasi rotasi properti, yang secara historis menjadi pendorong belanja renovasi.

Meski demikian, Home Depot masih memiliki sejumlah penopang jangka panjang. Basis pelanggan profesional—kontraktor dan tukang—memberikan stabilitas dibanding hanya mengandalkan konsumen ritel. Perusahaan juga terus berinvestasi dalam rantai pasok dan integrasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan.

Investor kini akan mencermati proyeksi manajemen untuk tahun berjalan. Jika suku bunga mulai turun dan kepercayaan konsumen membaik, aktivitas renovasi bisa perlahan pulih. Namun selama biaya pinjaman tetap tinggi dan ketidakpastian ekonomi belum mereda, sektor perbaikan rumah kemungkinan masih menghadapi tekanan.

Penurunan laba kuartal keempat ini mempertegas bahwa industri home improvement tengah berada dalam fase penyesuaian setelah lonjakan luar biasa di masa pandemi. Bagi Home Depot, fokusnya adalah menjaga disiplin biaya, mempertahankan pangsa pasar, dan bersiap menangkap permintaan ketika siklus properti akhirnya berbalik arah.