(Businesslounge Journal-Event) Festival film internasional Europe on Screen (EoS) kembali hadir untuk edisi ke-26 dan akan berlangsung pada 4–14 Juni 2026. Tahun ini, festival akan digelar di delapan kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Denpasar, Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, dan untuk pertama kalinya Semarang.
Sebagai festival yang menghadirkan sinema Eropa kepada penonton Indonesia, Europe on Screen 2026 kembali menjadi ruang pertukaran budaya melalui berbagai pilihan film dari beragam negara Eropa. Seluruh rangkaian acara dan pemutaran film dapat dinikmati secara gratis oleh publik.
Perwakilan penyelenggara dari Institut Prancis (IFI), Stéphane Dove, menyampaikan bahwa sinema tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang dialog antarbudaya yang mempertemukan masyarakat dari latar belakang berbeda. Ia juga menekankan bahwa festival ini merupakan hasil kolaborasi berbagai kedutaan besar negara Eropa dan tim penyelenggara festival.

Tahun ini, EoS menghadirkan beragam film pilihan dari berbagai genre, mulai dari drama, komedi, thriller, hingga film keluarga dan anak-anak. Salah satu sorotan utama adalah penayangan perdana Asia Tenggara untuk film asal Hungaria, Hungarian Wedding. Selain itu, sejumlah film yang telah mendapat pengakuan internasional dan mewakili negaranya di ajang penghargaan dunia juga turut ditampilkan dalam festival ini.
Program film keluarga dan anak-anak kembali hadir dengan sejumlah tayangan populer dari Eropa, sementara program Tiny Toons akan menampilkan kumpulan film pendek animasi internasional.
Europe on Screen 2026 juga kembali memberi ruang bagi sineas Indonesia melalui program Generation Bears, yang menampilkan film pendek karya sutradara Indonesia yang pernah berkompetisi di Berlin International Film Festival.
Sebagai elemen baru tahun ini, festival memperkenalkan program yang disebut Mystery Movie Drop, di mana penonton akan diajak menikmati pengalaman menonton film tanpa mengetahui judul maupun detail film hingga pemutaran dimulai.
Masyarakat yang ingin menghadiri festival dapat langsung datang ke lokasi pemutaran seperti Institut Français Indonesia, Goethe-Institut, dan pusat kebudayaan terkait di masing-masing kota. Registrasi tiket gratis dibuka satu jam sebelum jadwal penayangan berlangsung.

