(Business Lounge – Global News) Raksasa perangkat lunak bisnis asal Jerman, SAP, mengusulkan pembagian dividen lebih tinggi kepada pemegang saham. Berdasarkan kinerja 2025, perusahaan berencana membagikan sekitar 2,92 miliar euro. Angka itu menegaskan bahwa transformasi bisnis berbasis cloud yang mereka jalankan mulai menghasilkan arus kas yang mantap.
Dalam pernyataan yang dikutip Reuters, manajemen SAP menyampaikan bahwa proposal dividen tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap performa keuangan terbaru. Perusahaan perangkat lunak ini dalam beberapa tahun terakhir memang melakukan perombakan besar, memindahkan fokus dari lisensi tradisional ke model langganan cloud. Pergeseran itu sempat menekan margin di fase awal, namun kini mulai menunjukkan hasil.
Menurut Bloomberg, pendapatan cloud SAP terus tumbuh dua digit, ditopang oleh migrasi klien korporasi besar ke sistem berbasis langganan. Model ini memberi visibilitas pendapatan lebih stabil dibanding penjualan lisensi satu kali. Investor biasanya menyukai arus kas berulang karena lebih mudah diproyeksikan.
Langkah menaikkan dividen juga menjadi pesan bahwa SAP merasa cukup nyaman dengan posisi neraca dan kasnya. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, banyak perusahaan teknologi memilih menahan kas demi fleksibilitas. SAP mengambil jalur berbeda dengan tetap menjaga komitmen terhadap pemegang saham.
Financial Times menyoroti bahwa perusahaan-perusahaan teknologi Eropa kini berlomba menunjukkan disiplin finansial yang sebanding dengan raksasa Amerika. SAP, sebagai salah satu emiten teknologi terbesar di benua itu, berada di bawah sorotan investor global. Pembagian dividen yang lebih besar bisa memperkuat citra stabilitas, terutama bagi investor institusi yang mengandalkan pendapatan rutin.
Transformasi SAP tidak berlangsung tanpa tantangan. Migrasi pelanggan lama ke platform cloud memerlukan investasi infrastruktur, akuisisi teknologi, serta restrukturisasi internal. Perusahaan juga memangkas ribuan posisi dalam beberapa tahun terakhir guna merampingkan organisasi dan mengalihkan sumber daya ke bidang dengan pertumbuhan lebih tinggi seperti kecerdasan buatan.
Dorongan integrasi AI ke dalam produk menjadi bab berikutnya. SAP berupaya menanamkan fitur analitik cerdas dan otomatisasi dalam sistem manajemen perusahaan mereka. Strategi ini bertujuan meningkatkan nilai tambah layanan cloud dan menjaga pelanggan tetap terikat dalam ekosistemnya.
Analis yang dikutip Reuters melihat kebijakan dividen sebagai bukti bahwa fase investasi berat mulai berbuah. Ketika pendapatan cloud membesar dan biaya restrukturisasi mereda, ruang untuk berbagi keuntungan menjadi lebih lapang. Meski begitu, persaingan tetap ketat. Perusahaan seperti Oracle dan Microsoft terus memperluas portofolio solusi bisnis berbasis cloud.
Di pasar domestik Jerman, SAP sering dipandang sebagai simbol kekuatan teknologi Eropa. Oleh sebab itu, kebijakan keuangan mereka kerap dianggap barometer kepercayaan diri sektor teknologi regional. Pembagian hampir 3 miliar euro menunjukkan bahwa perusahaan merasa cukup tangguh menghadapi siklus ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Bagi investor, dividen bukan sekadar angka tunai. Ia juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap keberlanjutan laba. Jika perusahaan bersedia meningkatkan pembagian keuntungan, berarti mereka melihat fondasi bisnis tetap kokoh. Dalam konteks SAP, keberhasilan mempercepat adopsi cloud menjadi kunci.
Tantangan tetap ada, mulai dari volatilitas nilai tukar hingga potensi perlambatan belanja TI korporasi. Namun SAP tampak ingin mengirim pesan bahwa strategi transformasi mereka berada di jalur yang benar. Dengan kombinasi pertumbuhan cloud, efisiensi biaya, dan komitmen dividen, perusahaan mencoba menyeimbangkan ekspansi teknologi dengan imbal hasil nyata bagi pemegang saham.
Kini perhatian pasar tertuju pada rapat pemegang saham yang akan memutuskan proposal tersebut. Jika disetujui, SAP akan mempertegas posisinya sebagai salah satu perusahaan teknologi Eropa yang mampu memadukan inovasi dan disiplin finansial dalam satu langkah.

