(Business Lounge – Global News) Masalah kesetaraan gender tampaknya akan terus menjadi topik penting yang akan terus dibahas hingga adanya perkembangan yang significant dalam kesamaan kedudukan
Salah satunya bagaimana UN Women mengadakan konferensi bersama dengan tokoh-tokoh pebisnis pada akhir pekan lalu.
Dalam pertemuan yang digawangi oleh Alibaba Group, Bill & Melinda Gates Foundation, dan UN Women ini, Jack Ma memberikan dukungannya pada para pebisnis wanita di seluruh dunia. Demikianlah ia menjanjikan dukungan untuk PBB dalam aksi pemberdayaan perempuan di seluruh dunia.
Dalam pertemuan yang berlangsung di New York tersebut Boss Alibaba ini menyebutkan kesetaraan gender sebagai sebuah tujuan yang realistis di era modern seperti sekarang ini.
Tidak hanya Ma, tetapi beberapa pemimpin bisnis dan tokoh dermawan lainnya telah berjanji untuk membantu masalah pendanaan yang dihadapi para wanita dalam dunia usaha dan masayarakat, dengan menjanjikan dana jutaan dolar untuk mendukung pekerjaan yang dilangsungkan oleh UN Woman yang telah berdiri sejak tahun 2010 untuk membantu negara-negara anggota PBB dan badan-badan antar-pemerintah yang merumuskan dan melaksanakan kebijakan untuk memajukan kesetaraan gender.
Sebagai sebuah tujuan ambisius maka ditetapkanlah target untuk mencapai kesetaraan gender pada tahun 2030. Namun bagi Ma hal ini cukup realistis di era modern seperti sekarang ini, demikian seperti dilansir pada website resmin unwoman. Forum ini dibuka oleh Ma bersama dengan Melinda Gates sebagai perwakilan dari Bill & Melinda Gates Foundation, didampingi juga oleh Mlambo-Ngcuka sebagai UN Woman Executive Director Phumzile .
“Tidak akan ada kesetaraan gender tanpa investasi dan kemauan untuk mengubah status quo. Untuk membuat tahun 2030 menjadi tanggal kadaluwarsa untuk semua bentuk diskriminasi gender, di mana-mana, semua bisnis akan perlu untuk meningkatkan investasi penting dalam kesetaraan gender,” demikian dikatakan Mlambo-Ngcuka.
Sedangkan Ma berkomentar, “Kami di Alibaba percaya pada kekuatan teknologi untuk memungkinkan perempuan untuk berkembang dalam perekonomian saat ini dan besok. Dengan mitra seperti UN Woman, kami akan terus menciptakan peluang ekonomi bagi jutaan pengusaha perempuan di seluruh dunia.”
Beberapa pemimpin bisnis dan filantropi yang juga menghadiri forum tersebut termasuk perwakilan dari perusahaan Coca-Cola, Cisco, Mastercard, Citibank, dan H & M, serta organisasi filantropi termasuk Ford Foundation, General Electric, dan Yayasan India berbasis Nexus Foundation. Kontribusi yang dibuat selama forum untuk meningkatkan dana untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan termasuk USD 5 juta dari Alibaba Group, USD 3 juta dari Unilever, dan USD 1 juta dari Bill & Melinda Gates Foundation.
Selain itu, Unilever pun mengatakan telah menandatangani UN Women dan UN Global Compact Women’s Empowerment Principles, dan mengatur komitmen ambisius untuk memberdayakan 5 juta wanita di seluruh dunia pada tahun 2020. Kesetaraan gender juga menyajikan kesempatan besar bagi pertumbuhan ekonomi dan bisnis dan harus menjadi prioritas bisnis.
Ma dan perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok, Alibaba telah mendukung meningkatnya kesetaraan bagi perempuan, terutama dalam bisnis. Alibaba pada bulam Mei lalu mensponsori Global Conference on Women and Entrepreneurship yang pertama, sebuah acara yang berlangsung di Hangzhou, Tiongkok, untuk mendorong lebih banyak perempuan untuk mengejar ambisi profesional mereka.
Ma juga berbicara dalam pertemuan PBB pada tanggal 27 September lalu pada hak-hak perempuan dan pembangunan berkelanjutan yang dipimpin oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang sedang dalam kunjungannya ke Amerika.
Pertemuan tingkat tinggi ini diselenggarakan tepat 20 tahun setelah konferensi perempuan PBB yang bersejarah yang berlangsung di Beijing, dihadiri oleh kepala negara dari lebih dari 70 negara yang membuat komitmen konkret untuk tindakan untuk mencapai kesetaraan gender pada tahun 2030. Pertemuan tersebut menandai pertama kalinya di PBB bahwa kepala pemerintah, bukan kementerian, berkomitmen untuk kemajuan hak-hak perempuan, demikian menurut UN Women.
citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana

