AFD dan PLN Teken Pendanaan €260 Juta untuk Percepat Transisi Energi Bersih Indonesia

(Business Lounge Journal – News)

Badan Prancis untuk Pembangunan (Agence Française de Développement/AFD) dan PT PLN (Persero) menandatangani perjanjian pinjaman berbasis hasil (Result-Based Loan) senilai €260,2 juta untuk mendukung percepatan transisi energi bersih di Indonesia. Pendanaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kelistrikan nasional melalui peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, modernisasi jaringan listrik, serta penguatan kapasitas kelembagaan PLN.

Program yang diberi nama Accelerating Indonesia Clean Energy Transition (AICET) tersebut akan dilaksanakan selama enam tahun, mulai 2026 hingga 2031. Inisiatif ini sejalan dengan target Indonesia membangun ekonomi rendah karbon sekaligus mendukung visi menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045.

Pendanaan AFD merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Prancis senilai €500 juta dalam kerangka Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk mendukung agenda transisi energi Indonesia.

Kolaborasi Internasional Perkuat Transisi Energi

Program AICET merupakan hasil kolaborasi sejumlah mitra pembangunan internasional. Selain AFD, pendanaan juga melibatkan Bank Pembangunan Asia (ADB), KfW, serta dukungan dari Uni Eropa (UE). Total nilai program mencapai US$1,509 miliar, dengan PLN sebagai mitra utama dalam pelaksanaannya.

Uni Eropa turut mendukung program ini melalui bantuan teknis dalam kerangka pendekatan Team Europe di bawah strategi Global Gateway. Dukungan tersebut dirancang untuk memperkuat mekanisme pendanaan berbasis hasil sekaligus meningkatkan strategi adaptasi perubahan iklim PLN.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan kolaborasi lintas negara.

“Transisi energi di Indonesia adalah perjalanan strategis yang secara simultan dapat memperkuat ketahanan, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi. Program ini mencerminkan kekuatan kolaborasi antara PLN, Pemerintah Indonesia, dan mitra pembangunan internasional kami dalam mempercepat perjalanan tersebut,” ujar Darmawan.

Menurutnya, melalui kerja sama tersebut PLN akan memperluas integrasi energi terbarukan sekaligus memperkuat jaringan listrik nasional sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia.

Tiga Fokus Utama Program

Program AICET dirancang dengan tiga sasaran utama yang saling melengkapi.

Pertama, mempercepat transisi menuju pasokan listrik yang lebih bersih melalui peningkatan kapasitas pembangkit energi surya dan angin yang terhubung ke jaringan listrik nasional. Program ini juga mencakup pengembangan pelatihan transisi energi di PLN Corporate University guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia PLN.

Kedua, memperkuat infrastruktur jaringan listrik agar mampu mengakomodasi semakin besarnya porsi energi terbarukan. Langkah ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas transformator di gardu induk di wilayah Jawa-Bali, Sumatra, dan Sulawesi, serta modernisasi pusat kendali transmisi di Sumatra dan Sulawesi.

Ketiga, memperkuat kapasitas kelembagaan PLN melalui penerapan kerangka kerja pengamanan (safeguard framework), peningkatan kompetensi pegawai yang terlibat dalam transisi energi, serta mendorong keterwakilan perempuan pada posisi-posisi yang berkaitan dengan pengembangan energi terbarukan.

Direktur AFD untuk Indonesia, Yann Martres, menyebut program ini sebagai tonggak penting dalam kemitraan jangka panjang antara AFD dan Indonesia.

“Kami bekerja sama menuju transisi energi yang lebih bersih dan sistem kelistrikan yang lebih tangguh—menggabungkan perluasan energi terbarukan, modernisasi infrastruktur grid, dan penguatan kapasitas kelembagaan. Inilah wujud nyata aksi dan pembiayaan iklim,” ujarnya.

Komitmen Prancis dan Uni Eropa

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, mengatakan pinjaman tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang Prancis terhadap Indonesia.

“Pinjaman sebesar €260 juta dari AFD kepada PLN ini merupakan langkah penting dan mencerminkan komitmen jangka panjang Prancis terhadap Indonesia, di mana transisi energi menjadi bagian penting dari kerja sama bilateral kami yang bersifat strategis dan global,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chaibi, menilai kolaborasi melalui pendekatan Team Europe memungkinkan penggabungan sumber daya keuangan dan keahlian teknis untuk mempercepat investasi di sektor energi terbarukan.

Menurutnya, program ini merupakan salah satu implementasi nyata strategi Global Gateway dan menjadi bagian dari komitmen investasi €3,4 miliar yang ditawarkan Team Europe dalam kerangka Just Energy Transition Partnership (JETP).

Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan mampu mempercepat pembangunan sistem ketenagalistrikan yang lebih bersih, tangguh, dan inklusif. Selain mendukung target dekarbonisasi, investasi ini juga diharapkan meningkatkan keandalan jaringan listrik nasional sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dalam jangka panjang.