Sumitomo Investasi di Graphyte, Ubah Sekam Padi Jadi Solusi Penyimpanan Karbon

(Business Lounge Journal – News)

Perusahaan perdagangan Jepang Sumitomo Corporation mengambil langkah baru dalam upaya pengurangan emisi karbon dengan berinvestasi pada startup asal Amerika Serikat, Graphyte. Investasi ini menjadi bagian dari strategi Sumitomo untuk mengembangkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon berbiaya rendah yang berpotensi diterapkan di Asia, termasuk negara-negara dengan sektor pertanian besar.

Graphyte mengembangkan pendekatan unik dalam mengurangi karbon di atmosfer. Alih-alih menggunakan teknologi penangkapan karbon yang kompleks dan mahal, perusahaan tersebut memanfaatkan limbah biomassa seperti sekam padi, serbuk gergaji, dan residu pertanian lainnya. Limbah tersebut diproses menjadi material padat yang kaya karbon, kemudian dikubur di lokasi yang dirancang khusus agar karbon tetap tersimpan selama ratusan hingga ribuan tahun.

Teknologi ini dikenal sebagai Carbon Dioxide Removal (CDR) atau penghilangan karbon dioksida dari atmosfer. Berbeda dengan metode penangkapan karbon konvensional yang mengambil emisi langsung dari cerobong industri atau udara menggunakan fasilitas berteknologi tinggi, pendekatan Graphyte mengandalkan siklus alami tanaman yang menyerap karbon selama masa pertumbuhannya.

Sekam padi menjadi salah satu bahan utama yang menarik perhatian karena jumlahnya sangat melimpah di berbagai negara Asia. Selama ini, limbah pertanian tersebut sering dibakar atau dibuang, yang justru menghasilkan emisi tambahan. Dengan mengubah sekam padi menjadi sarana penyimpanan karbon, Graphyte menawarkan solusi yang tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga membantu pencapaian target netral karbon.

Bagi Sumitomo, investasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam bisnis dekarbonisasi. Sebagai salah satu perusahaan perdagangan terbesar di Jepang, Sumitomo terus mencari peluang teknologi yang dapat mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Perusahaan melihat potensi besar untuk menerapkan model Graphyte di kawasan Asia yang memiliki sumber biomassa melimpah dari sektor pertanian dan kehutanan.

Asia menjadi wilayah yang sangat penting dalam upaya pengurangan emisi global. Negara-negara seperti Indonesia, Vietnam, Thailand, dan India menghasilkan jutaan ton limbah pertanian setiap tahun. Jika limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media penyimpanan karbon, maka teknologi ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan emisi sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi sektor pertanian.

Graphyte sendiri tengah mengembangkan proyek skala besar di Amerika Serikat untuk membuktikan efektivitas dan keekonomian teknologinya. Salah satu keunggulan utama pendekatan ini adalah biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan metode penangkapan karbon berbasis mesin atau fasilitas industri besar. Faktor biaya menjadi aspek penting karena banyak perusahaan dan pemerintah masih menghadapi tantangan dalam membiayai proyek dekarbonisasi.

Kerja sama antara Sumitomo dan Graphyte juga mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap teknologi penghilangan karbon. Seiring semakin ketatnya target iklim global, banyak perusahaan mencari cara untuk mengurangi emisi yang sulit dihilangkan melalui efisiensi energi atau penggunaan energi terbarukan.

Dengan dukungan finansial dan jaringan bisnis Sumitomo, teknologi Graphyte berpeluang diperluas ke pasar Asia dalam beberapa tahun mendatang. Jika berhasil, pemanfaatan sekam padi dan limbah biomassa lainnya sebagai media penyimpanan karbon dapat menjadi salah satu solusi inovatif untuk membantu dunia mencapai target pengurangan emisi sekaligus mengatasi masalah limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.