(The Manager’s Lounge- Sales & Marketing) – Thomas A. Edison memberikan kepada dunia, bola lampu listrik yang pertama. Padahal ketika duduk di kelas 1 sekolah dasar, ia dikeluarkan dari sekolah. Gurunya berpendapat Edison berotak udang sehingga tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah. Hal ini memengaruhi pendapat seseorang yang lain , Ibunda Edison, yang lalu berkata penuh wibawa kepada anaknya, bahwa dia tak perlu menyerap apa yang diajarkan di sekolah dasar.
Untungnya, Edison memutuskan menjalani hidupnya dengan cara sendiri. Mengalami kesulitan di usia yang sangat dini membuat Edison menemukan sesuatu yg tak pernah akan didapatkannya dari pendidikan formal, bahwa dia punya pikiran yang biasa dia atur dan arahkan kemana saja yang ia inginkan. Sesudah itu ia belajar, ia biasa menggunakan orang – orang yang mendapatkan pelatihan teknik dan memimpin riset ilmiah kendati ia tak pernah mempelajari satu pun dari ilmu ini.
Bayangkan apa yang akan terjadi, jika pikiran Edison dan Ibundanya terpengaruhi oleh pendapat gurunya. Jika Edison membiarkan hidupnya dan pikirannya, diatur dan ditentukan oleh pandangan atau pendapat orang lain. Dengan menggunakan seluruh ‘otak udang’ yang dimilikinya, ia bukan hanya menemukan bola lampu pijar, tapi diikuti satu demi satu penemuan besar lainnya.
Belajar dari Edison, ternyata kita harus mengatur dan mengarahkan pikiran kita untuk mencapai sukses yang kita inginkan. Dalam hidup ini, kita selalu dipengaruhi dunia luar. Mulai dari tindakan, pandangan, harapan, hukum, kebiasan tugas, sampai pertanggungjawaban. Segala tugas yang kita lakukan akan berpengaruh pada orang lain. Begitu juga sebaliknya. Untuk sukses, kita harus menemukan cara kita sendiri, untuk menjalani hidup ini. Untuk menggunakan pikiran kita dalam mewujudkan impian-impian dan harapan-harapan kita.
Jangan takut susah dan buat strategi untuk membuat keputusan yang baik
Benny (39 tahun) adalah salah satu karyawan di suatu kantor. Benny benar-benar sulit mengontrol pengeluarannya. Ia tidak bebas lepas melakukan gali lubang tutup lubang dalam memanage utangnya. Utang itu mula-mula dipinjam dari sebuah jasa kredit tanpa anggunan bank dan berkembang menjadi utang yang lain, terutama untuk menutupi utang yang lama. Terkesan bahwa benny sudah kebiasaan mencari solusi yang “ambil gampangnya”, “instan”, dan tidak mau sedikit berusaha mengerem diri.
Ketidak tegasan dalam berdisiplin dan ketidakjelasan aturan, menyebabkan orang mundur maju menentukan apa yang perlu diperjuangkan. Orang jadi enggan meramal, membuat rancangan, berusaha mati-matian dan menentukan hidupnya, alias pasrah, menghidupkan mental yang lemah, mengharapkan hadiah, berutang, tidak berdaya, bahkan mengemis dan menumbuhkan mental “tidak berani susah”.
Penyebaran informasi yang tidak memadai mengenai semangat berprofesi, keadaan financial perusahaan ataupun Negara, menyebabkan ketidakjelasan menjadi alasan bagi individu untuk bersikap pasrah dan lemah. Walau demikian, kita masih dapat menemukan sekelompok orang-orang yang sangat produktif “low profile”, tetap sabar, optimis dan gigih, dalam lingkungan dengan sikap disiplin kuat seperti Thomas Alva Edison. Jadi jika kita berada dilingkungan yang tidak kondusif, kitalah motor penggerak dan perlu “in change” untuk memperkuat diri sendiri terutama untuk membuat keputusan yang baik.
Banyak cara untuk membuat keputusan yang baik. Elaine St. James dalam Simplify Your Work Life memberikan strategi efektif untuk membuat keputusan personal yang baik.
Strategi 1 : Percaya pada insting
Percaya pada insting membuat anda biasa membuat keputusan baik secara cepat. Anda juga akan lebih bahagia dan lebih percaya diri dibandingkan dengan keputusan yang dibuat berdasarkan analisis. Ia menyarankan untuk membuat jurnal keputusan dan simpan selama 6 bulan untuk untuk menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk dapat membuat satu keputusan yang baik. Strategi membuat keputausan yang baik membuat keputusan yang baik secara cepat, terdiri atas menelusuri keputusan di masa lalu, yang baik dan yang buruk. Hal ini efektif untuk keputusan pribadi atau bisnis.
St James percaya, penting untuk mengikuti insting pertama ketika belajar strategi membuat keputusan yang baik. Penting untuk percaya pada insting. Membuat keputusan yang baik berarti mengeliminasi sampah atau bunyi seperti apa yang diinginkan orang lain atau apa yang sudah diprogramkan orang tua atau guru Anda untuk Anda lakukan. Sering hari-hari Anda dipenuhi dengan hal-hal yang tidak penting, biasa dilepaskan dengan mudah dari tubuh panduan batin Anda. Untuk berhubungan dengan insting Anda perlu latihan. Itu sebabnya, ia menganjurkan jurnal keputusan ketika Anda latihan strategi membuat keputusan. Jurnal ini akan membantu Anda membuat keputusan baik secara cepat dengan mengungkapkan bagaimana dan kapan Anda terlilit detail-detail yang tidak penting.
Strategi 2 : Gunakan medan energi tubuh
Strategi membuat keputusan yang baik melibatkan tubuh fisik. Menggunakan medan energy tubuh untuk membuat keputusan baik secara cepat terdiri atas berdiri tegap, tarik nafas segar yang membersihkan, kedua tangan rileks di samping badan atau letakan pada solar plexus. Tarik nafas lewat hidung, hembuskan lewat mulut. Lebih membantu jika memejamkan mata untuk pertama kalinya. Cara ini bukan hanya mengeliminasi gangguan visual, tapi juga membantu Anda berhubungan dengan pusat batin.
Tubuh kebanyakan orang condong ke depan ketika mereka menerima respon yes untuk sebuah keputusan. Tubuh sedikit dimiringkan kebelakang untuk respon no. untuk menentukan respon tubuh anda, bayangkan yes atau no. Tubuh anda condong ke mana? Begitu Anda tahu cara tubuh anda merespon ketika membuat keputusan, Anda akan lebih bisa berhubungan dengan medan energy tubuh anda. Anda akan bisa membuat keputusan baik secara cepat. Ketika anda berdiri kokoh dan nyaman, tanyakan pada diri sendiri, apa keputusan tertentu itu benar-benar terbaik untuk anda. Jika keputusan yang anda buat baik untuk anda, tubuh akan mulai condong sedikit ke depan. Jika keputusan anda tidak tepat, tubuh anda akan condong sedikit ke belakang.
(Rilse Tampubolon/AA/TML)

