(Business Lounge Journal – News and Insight)
Dalian, China — Amerika Serikat melihat Indonesia sebagai mitra ekonomi penting dan membuka peluang untuk memperkuat kerja sama di sektor mineral kritis. Washington menilai Indonesia dapat menjadi bagian penting dalam upaya membangun rantai pasok mineral kritis yang lebih beragam dan tidak bergantung pada satu negara. Hal tersebut disampaikan Casey Mace, U.S. Senior Official to APEC, ketika menjawab pertanyaan mengenai rencana Amerika Serikat menerjemahkan agenda “America First” dalam kerja sama ekonomi dengan Indonesia.
Mace mengatakan mineral kritis telah menjadi salah satu prioritas Amerika Serikat dan Washington tengah mencari cara untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia di sektor tersebut.
Indonesia is a really important economic partner for the United States,” kata Mace.
Menurutnya, kerja sama mineral kritis menjadi bagian dari upaya lebih luas Amerika Serikat untuk membangun rantai pasok yang tidak bergantung pada satu negara. Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat ingin mengembangkan rantai pasok mineral kritis yang tidak bergantung pada satu negara dan menyebut bahwa banyak mitra AS memiliki tujuan yang sama. Dalam upaya tersebut, Washington telah menandatangani sekitar 40 nota kesepahaman atau MOU dengan berbagai negara untuk memperkuat kemitraan mineral kritis dan mengembangkan rantai pasoknya.
Amerika Serikat juga telah mengumumkan sejumlah investasi besar di sektor mineral kritis, termasuk di Australia dan Jepang. Washington juga melakukan pengumuman terkait mineral kritis bersama negara-negara mitra Quad, yaitu Jepang, India dan Australia. Dalam konteks tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu mitra penting Amerika Serikat. Mace mengatakan Washington tengah melihat berbagai cara untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia dan ingin memformalkan sebagian dari kerja sama tersebut.
Pembicaraan mengenai mineral kritis ini juga berlangsung setelah Amerika Serikat dan Indonesia mencapai kesepakatan perdagangan timbal balik.
Menurut Mace, kesepakatan tersebut merupakan langkah penting dalam hubungan ekonomi kedua negara dan, setelah diratifikasi, diharapkan dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi kedua perekonomian sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi AS-Indonesia. Ia mengatakan mineral kritis juga menjadi salah satu elemen dalam kesepakatan tersebut. Namun, Washington ingin melakukan lebih banyak kerja sama di sektor mineral kritis di luar elemen yang telah tercakup.
Part of that is an element of that is address critical minerals, but we’re looking to do even more on the critical minerals front,” ujar Mace.
Bagi Amerika Serikat, penguatan rantai pasok mineral kritis memiliki arti penting karena Washington ingin memastikan pasokan tersebut lebih aman dan tangguh. Indonesia menjadi salah satu negara yang dilihat dalam konteks tersebut karena kerja sama mineral kritis dinilai dapat menjadi bagian dari hubungan ekonomi yang semakin luas antara kedua negara. Agenda tersebut juga sejalan dengan fokus Amerika Serikat di APEC untuk memperkuat ketahanan rantai pasok. Dalam rangkaian Senior Official Meetings di Dalian, AS memimpin workshop mengenai supply chain resilience dan upaya membuat perdagangan lebih lancar.
Workshop tersebut membahas antara lain perdagangan tanpa kertas dan bagaimana otoritas kepabeanan dapat menggunakan dokumen perdagangan digital untuk membuat perdagangan lebih efisien.
Dalam briefing yang sama, Mace juga menjelaskan bahwa AS bekerja dengan sejumlah mitra dalam inisiatif terkait rantai pasok teknologi, termasuk Taiwan. Ia menyebut Taiwan sebagai mitra ekonomi penting dan bagian dari inisiatif PacSilica yang berfokus pada keamanan serta ketahanan rantai pasok AI. Namun, mineral kritis memiliki posisi tersendiri dalam strategi rantai pasok Amerika Serikat. Washington ingin memastikan rantai pasok mineral kritis tidak bergantung pada satu negara. Untuk mencapai tujuan tersebut, Amerika Serikat memperluas kerja sama dengan berbagai mitra di berbagai kawasan. Dalam konteks Asia Pasifik, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu mitra tersebut.
Mace mengatakan Amerika Serikat ingin memperkuat hubungan dengan Indonesia di sektor mineral kritis dan saat ini sedang melihat cara untuk memformalkan kemitraan tersebut.
Dengan demikian, mineral kritis berpotensi menjadi salah satu area penting dalam perkembangan hubungan ekonomi AS-Indonesia ke depan, di samping kesepakatan perdagangan timbal balik yang telah dicapai kedua negara.

