Pertemuan Menlu ASEAN ke-59 Sumber: asean2026.gov.ph

AS Tegaskan Komitmen terhadap ASEAN pada Pertemuan Menlu ASEAN ke-59

(Business Lounge Journal – Global News)

Amerika Serikat menegaskan kembali komitmennya terhadap ASEAN melalui berbagai inisiatif di bidang keamanan, ekonomi, teknologi, dan energi dalam rangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/AMM) ke-59 di Manila. Hal tersebut disampaikan Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN Kevin Kim dalam konferensi pers mengenai hasil partisipasi Amerika Serikat pada pertemuan tersebut.

Rubio Tegaskan ASEAN sebagai Prioritas Strategis AS

Dalam pernyataan pembukanya, Kevin Kim mengatakan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjalani kunjungan yang sukses ke Manila dengan bertemu para pemimpin ASEAN dan kawasan guna memajukan visi Amerika Serikat mengenai Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Menurutnya, berbagai pertemuan bilateral maupun multilateral tersebut kembali menegaskan dukungan Amerika Serikat terhadap sentralitas ASEAN, memperkuat aliansi AS–Filipina, serta mempererat hubungan Washington dengan negara-negara Asia Tenggara.

Kim mengatakan pendekatan tersebut berangkat dari pernyataan Presiden Donald Trump bahwa Amerika Serikat “bersama ASEAN 100 persen.” Ia menilai Asia Tenggara akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi abad ke-21 dan Amerika Serikat ingin menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas, kemakmuran, dan keamanan kawasan.

Sebagai bagian dari hasil pertemuan, Amerika Serikat mengumumkan komitmen investasi lebih dari US$2,5 miliar untuk memperkuat kerja sama keamanan, pembangunan infrastruktur strategis, teknologi maju, ketahanan energi, serta pemberantasan kejahatan lintas negara di Asia Tenggara. Kim mengatakan Washington juga akan memanfaatkan berbagai instrumen pembiayaan pemerintah untuk mendukung perkembangan ekonomi digital ASEAN serta membantu kawasan menghadapi berbagai tantangan regional.

Investasi Difokuskan pada Teknologi, AI, dan Ketahanan Energi

Menjawab pertanyaan South China Morning Post mengenai rincian komitmen investasi tersebut, Kim menjelaskan bahwa dana tersebut akan diarahkan ke berbagai sektor, dengan salah satu prioritas utama berupa pengembangan teknologi masa depan, termasuk ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), dan pusat data.

Ia mengatakan Amerika Serikat meluncurkan inisiatif U.S.-ASEAN AI Spark yang akan memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis bagi pemerintah negara-negara ASEAN yang ingin menerapkan teknologi AI Amerika Serikat dalam sektor publik.

Kim juga menjelaskan bahwa Amerika Serikat menginvestasikan US$150 juta melalui sebuah platform investasi guna mempercepat pembangunan infrastruktur ketahanan energi di kawasan Indo-Pasifik. Selain itu, Washington akan terus bekerja sama dengan ASEAN dalam memperluas akses terhadap LNG Amerika Serikat, teknologi jaringan listrik, serta pengembangan small modular reactors (SMR) sebagai salah satu sumber energi masa depan.

Kepada The Jakarta Post dan Yonhap News Agency, Kim mengatakan pembahasan mengenai SMR juga menjadi bagian dari kerja sama trilateral antara Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.

AS Tambah Bantuan Militer bagi Filipina dan Perangi Kejahatan Online Scam

Saat ditanya Bloomberg mengenai meningkatnya insiden di Laut Cina Selatan yang melibatkan kapal Filipina dan Penjaga Pantai Tiongkok, Kim menegaskan bahwa kebebasan bernavigasi merupakan kepentingan nasional Amerika Serikat sekaligus prinsip penting bagi keamanan kawasan maupun dunia. Ia juga kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki kewajiban berdasarkan perjanjian pertahanan dengan Filipina.

Sebagai bagian dari hasil kunjungan Menteri Rubio, Amerika Serikat mengumumkan tambahan US$60 juta bantuan hibah militer kepada Filipina sehingga total bantuan mencapai US$100 juta. Menurut Kim, bantuan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan Filipina untuk mempertahankan kedaulatan serta mencegah terjadinya konflik. Ia juga mengatakan berbagai sengketa di Laut Cina Selatan harus menghormati kedaulatan teritorial Filipina.

Masih dalam jawabannya kepada Bloomberg, Kim mengatakan penipuan daring (online scam) telah memengaruhi jutaan warga Amerika Serikat sehingga menjadi salah satu prioritas pemerintah. Dalam konteks tersebut, Amerika Serikat bekerja sama dengan perusahaan teknologi seperti Meta dan Google untuk menyusun sepuluh prinsip kemitraan publik-swasta dalam memerangi penipuan daring.

Selain itu, Washington akan menyediakan US$2,5 juta guna membantu negara-negara ASEAN memerangi penipuan daring, kejahatan siber, perdagangan narkotika, dan pencucian uang.

Tarif Dagang, Myanmar, dan Laut Cina Selatan

Ditanya The Straits Times mengenai kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap sejumlah negara ASEAN, Kim mengatakan pemerintah Amerika Serikat mengejar hubungan perdagangan yang adil dan saling menguntungkan. Menurutnya, Presiden Trump terpilih karena masyarakat Amerika menginginkan adanya perbaikan terhadap sistem perdagangan yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perdagangan hanyalah salah satu bagian dari hubungan Amerika Serikat dengan ASEAN dan Washington akan terus bekerja sama dengan kawasan dalam berbagai bidang lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, saat menjawab pertanyaan The Straits Times mengenai Myanmar, Kim mengatakan Amerika Serikat menghormati mekanisme konsensus ASEAN, termasuk Five-Point Consensus, sembari tetap memiliki pandangan sendiri mengenai situasi di Myanmar dan akan terus bekerja sama dengan ASEAN dalam isu tersebut.

Sementara itu, kepada Radio Republik Indonesia (RRI), Kim mengatakan Amerika Serikat menghormati proses negosiasi Code of Conduct antara ASEAN dan Tiongkok di Laut Cina Selatan. Namun, menurutnya, hasil akhir negosiasi tidak boleh mengabaikan kepentingan Amerika Serikat di kawasan tersebut. Ia menegaskan Washington akan terus menjalankan kebebasan bernavigasi, memenuhi kewajiban perjanjiannya terhadap Filipina, serta menjunjung prinsip-prinsip hukum internasional, termasuk UNCLOS dan putusan arbitrase tahun 2016.

AS: Komitmen terhadap ASEAN Tetap Tidak Berubah

Menutup konferensi pers, Kim mengatakan pemerintahan Presiden Trump berfokus pada hasil nyata dan pelaksanaan berbagai program secara cepat untuk membantu mengatasi tantangan kawasan. Menurutnya, penerapan bantuan luar negeri Amerika Serikat dilakukan secara strategis agar mampu mendukung kerja sama keamanan, pengembangan teknologi, ketahanan energi, dan penanganan kejahatan lintas negara di Asia Tenggara.

Kim kembali menegaskan bahwa kebijakan Washington terhadap ASEAN tidak berubah. Mengutip kembali pernyataan Presiden Trump, ia mengatakan Amerika Serikat akan tetap “bersama ASEAN 100 persen” dan komitmen tersebut akan terus menjadi kebijakan pemerintah Amerika Serikat.