Official State Department photo by Mateo S. Melendy

Kunjungan Marco Rubio ke ASEAN Soroti Prioritas Baru AS: AI, Ekonomi Digital, dan Keamanan Energi

(Business Lounge Journal – Global News)

Kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio ke Manila dalam rangka menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-59 tidak hanya digunakan untuk menegaskan kembali komitmen Washington terhadap ASEAN. Di balik berbagai pembahasan mengenai keamanan kawasan, pemerintahan Presiden Donald Trump juga memperkenalkan arah baru kemitraannya dengan Asia Tenggara yang menempatkan kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, dan keamanan energi sebagai prioritas utama.

Hal tersebut disampaikan U.S. Ambassador to ASEAN Kevin Kim dalam konferensi pers usai rangkaian pertemuan di Manila. Menurut Kim, kunjungan Rubio berlangsung sangat produktif melalui berbagai pertemuan bilateral maupun multilateral dengan para pemimpin ASEAN. Ia mengatakan, salah satu tujuan utama kunjungan tersebut adalah memperkuat visi Amerika Serikat terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi tantangan yang dihadapi kawasan.

Kim menjelaskan bahwa Rubio juga memperkenalkan berbagai deliverables yang akan menjadi fokus kerja sama Amerika Serikat dengan ASEAN, termasuk komitmen investasi lebih dari US$2,5 miliar untuk memperkuat kerja sama keamanan, membangun infrastruktur strategis, mengembangkan teknologi masa depan, meningkatkan ketahanan energi, serta memerangi kejahatan lintas negara.

“The story of the 21st century will be written in the Indo-Pacific, particularly in Southeast Asia,” ujar Kim, seraya menegaskan bahwa Amerika Serikat memandang Asia Tenggara sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia pada abad ke-21.

AI dan Ekonomi Digital Menjadi Prioritas Baru Kerja Sama

Salah satu pesan yang paling menonjol dari hasil kunjungan Rubio adalah besarnya perhatian Amerika Serikat terhadap transformasi digital di Asia Tenggara.

Saat menjelaskan rincian komitmen investasi tersebut, Kevin Kim mengatakan sebagian dukungan akan diarahkan untuk memperkuat teknologi masa depan, khususnya pengembangan AI dan ekonomi digital. Menurutnya, Asia Tenggara memiliki potensi besar dalam pengembangan pusat data (data centers) dan berbagai aplikasi kecerdasan buatan sehingga menjadi salah satu fokus baru kerja sama antara Amerika Serikat dan ASEAN.

Sebagai bagian dari agenda tersebut, Kim memperkenalkan U.S.-ASEAN AI Spark, sebuah inisiatif yang akan mendukung penyebaran teknologi AI Amerika Serikat di kawasan melalui bantuan teknis maupun pembiayaan kepada pemerintah yang ingin mengadopsi American AI Stack untuk berbagai layanan publik.

Menurut Kim, langkah tersebut mencerminkan keinginan Washington untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi digital ASEAN, bukan hanya melalui hubungan perdagangan, tetapi juga melalui pengembangan teknologi dan inovasi.

Energi dan Infrastruktur Jadi Penopang Transformasi Digital ASEAN

Selain AI, Kevin Kim juga menekankan bahwa transformasi digital tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan akan infrastruktur energi yang kuat.

Ia menjelaskan bahwa salah satu hasil yang diumumkan selama kunjungan Marco Rubio adalah investasi sebesar US$1,5 miliar melalui sebuah platform investasi yang mendukung pembangunan infrastruktur keamanan energi di kawasan Indo-Pasifik. Menurut Kim, proyek tersebut merupakan investasi tunggal terbesar dalam sejarah U.S. International Development Finance Corporation (DFC).

Dalam konferensi pers, Kim mengatakan Amerika Serikat ingin membantu ASEAN memperluas akses terhadap berbagai sumber energi, mulai dari liquefied natural gas (LNG), teknologi jaringan listrik (grid technologies), hingga pengembangan Small Modular Reactors (SMR).

Ia juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah menandatangani nota kesepahaman trilateral dengan Jepang dan Korea Selatan mengenai kerja sama SMR, serta sedang berdiskusi dengan sejumlah negara Asia Tenggara mengenai peluang implementasinya. Meski belum menyebutkan negara yang akan terlibat, Kim menegaskan bahwa pengembangan SMR menjadi salah satu prioritas pemerintahan saat ini.

Menutup konferensi pers, Kim kembali menekankan bahwa seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari pesan yang dibawa Marco Rubio selama pertemuan di Manila, yaitu bahwa Amerika Serikat ingin menunjukkan hasil nyata melalui investasi dan kerja sama yang mampu menjawab tantangan kawasan. Menurutnya, mulai dari AI, ekonomi digital, keamanan energi, hingga pemberantasan kejahatan lintas negara, semuanya merupakan bagian dari komitmen Washington untuk terus memperkuat kemitraannya dengan ASEAN.