(Business Lounge Journal – Global News)
Sumitomo Corporation memperluas langkahnya di sektor pertambangan dengan mengambil bagian dalam pengembangan proyek tambang tembaga dan emas Dos Amigos di Chile bagian utara. Investasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan Jepang untuk mengamankan akses terhadap tembaga, komoditas yang semakin penting seiring pertumbuhan pusat data, kendaraan listrik, dan infrastruktur energi.
Melalui perusahaan patungan yang dibentuk bersama G Mining Group asal Kanada, Sumitomo akan memiliki eksposur sekitar 12,5% terhadap perusahaan pengelola proyek tersebut. Nilai investasi yang disalurkan melalui struktur tersebut mencapai sekitar 48 juta dolar Kanada.
Proyek Dos Amigos diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 37.000 ton tembaga per tahun. Berdasarkan kepemilikannya, Sumitomo berpotensi memperoleh bagian produksi sekitar 5.000 ton tembaga setiap tahun. Produksi juga mencakup sekitar 57.000 ons emas per tahun.
Namun, kontribusi tambang tersebut belum akan terlihat dalam waktu dekat. Produksi komersial ditargetkan dimulai pada awal dekade 2030-an, sementara keputusan investasi final diperkirakan baru dilakukan sekitar 2030. Proyek ini sendiri memiliki prospek umur operasi sekitar 25 tahun berdasarkan kajian awal yang telah dilakukan.
Tembaga Jadi Komoditas Strategis
Bagi Sumitomo, daya tarik proyek tersebut bukan hanya berasal dari potensi produksi tambang. Perusahaan melihat perubahan struktural dalam permintaan tembaga yang berpotensi berlangsung selama bertahun-tahun.
Tembaga memiliki konduktivitas listrik yang tinggi sehingga menjadi material penting dalam kabel, jaringan listrik, peralatan industri, serta sistem kelistrikan pusat data. Ledakan investasi pada kecerdasan buatan juga meningkatkan kebutuhan terhadap pusat data berkapasitas besar yang membutuhkan pasokan listrik dan infrastruktur transmisi dalam jumlah signifikan.
Pada saat yang sama, perkembangan kendaraan listrik dan transisi menuju energi rendah karbon turut meningkatkan kebutuhan terhadap logam merah tersebut.
Sumitomo sebelumnya sudah memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan tambang tembaga di Amerika dan Amerika Selatan. Perusahaan terlibat dalam sejumlah aset pertambangan, termasuk Morenci di Arizona, Amerika Serikat, serta Cerro Verde di Peru. Produksi tembaga berbasis kepemilikan Sumitomo mencapai sekitar 43.700 ton pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026.
Chile Tetap Menjadi Basis Penting
Masuknya Sumitomo ke Dos Amigos juga mempertegas pentingnya Chile dalam portofolio mineral perusahaan Jepang. Negara tersebut merupakan salah satu pusat produksi tembaga dunia dan memiliki infrastruktur serta pengalaman panjang dalam industri pertambangan.
Sumitomo sebelumnya telah memiliki keterlibatan dalam proyek-proyek tembaga di Chile. Salah satunya adalah Sierra Gorda, sementara perusahaan juga terlibat dalam proyek Quebrada Blanca Phase 2 bersama Sumitomo Metal Mining dan Teck Resources.
Proyek Dos Amigos masih berada pada tahap pengembangan, sehingga terdapat peluang untuk meningkatkan skala produksi apabila ditemukan cadangan tambahan di sekitar wilayah konsesi. Kajian awal memperkirakan sumber daya mineral di area proyek mencapai sekitar 360 juta ton.
Bagi Sumitomo, langkah ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan dari harga komoditas saat ini. Investasi dilakukan lebih awal untuk membangun posisi ketika kebutuhan tembaga diperkirakan semakin besar.
Dengan target produksi baru pada awal 2030-an, proyek Dos Amigos menjadi taruhan jangka panjang Sumitomo terhadap meningkatnya kebutuhan dunia akan tembaga—terutama ketika ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan elektrifikasi terus berkembang.

