(Businesslounge Journal-News & Insight) Anthropic, perusahaan pengembang AI di balik Claude, menawarkan gaji hingga US$400.000 per tahun (sekitar Rp6,5 miliar) untuk seorang eksekutif manusia yang bertugas menentukan bagaimana karakter dan gaya komunikasi Claude seharusnya ditampilkan kepada pengguna.
Perusahaan tersebut sedang mencari Head of Copy and Content dengan kisaran gaji pokok antara US$320.000 hingga US$400.000 per tahun. Selain itu, posisi **Art Director** yang berfokus pada pemasaran korporasi juga ditawarkan dengan gaji antara US$305.000 hingga US$385.000 per tahun.
Posisi-posisi ini menunjukkan bahwa manusia tetap memegang kendali atas arah kreatif perusahaan teknologi AI. Kepala bidang copywriting nantinya akan membangun tim penulis sekaligus berperan sebagai penghubung antara visi kreatif manusia dan pelaksanaan yang dibantu AI. Tugasnya mencakup menerjemahkan strategi menjadi kerangka prompt, sistem umpan balik, serta standar kualitas konten.
Studio Kreatif Anthropic menyatakan bahwa mereka tetap menghargai proses kreatif yang dikerjakan secara manual dan hanya memanfaatkan AI ketika memang diperlukan.
Saat ini Anthropic membuka sekitar 16 posisi di bidang pemasaran dan pengembangan merek, mulai dari desain gerak (motion design), penyelenggaraan acara, produksi web, optimasi mesin pencari (SEO), hingga pemasaran korporasi.
Tren Serupa di Perusahaan AI Lain
Anthropic bukan satu-satunya perusahaan AI yang membangun tim kreatif berbasis manusia.
OpenAI, misalnya, sedang merekrut seorang **Growth Marketer** untuk mengelola sistem kreatif yang mencakup produksi iklan, pengujian, pengukuran efektivitas, lokalisasi, dan optimasi kampanye pemasaran. Kandidat yang dicari diharapkan memiliki pengalaman membangun atau meningkatkan sistem operasi kreatif (creative operating system).
Perpaduan antara arahan manusia dan produksi berbasis AI sudah terlihat dalam strategi periklanan OpenAI. Saat membahas kampanye merek besar pertama ChatGPT tahun lalu, Direktur Kreatif Eksekutif OpenAI, Zach Stubenvoll, menyebut kreativitas sebagai kerja tim yang melibatkan banyak pihak.
Sementara itu, Perplexity menawarkan gaji hingga US$310.000 bagi seorang **Design Director** yang akan memimpin tim desain merek dan pemasaran beranggotakan delapan orang. Perusahaan tersebut juga membuka lowongan untuk produser, desainer motion graphic, dan desainer web di studio kreatifnya.
Penilaian Manusia Menjadi Aset Langka
Profesor pemasaran dari Wharton School, Americus Reed, menilai penggunaan alat AI generatif yang semakin luas berisiko menghasilkan banjir konten yang secara teknis baik tetapi sulit dibedakan satu sama lain.
Menurut Reed, ketika semakin banyak perusahaan menghasilkan konten yang seragam, kemampuan manusia dalam memberikan penilaian yang unik dan berbeda justru akan semakin bernilai.
Ia berpendapat bahwa sumber daya yang paling langka di era AI bukan lagi kemampuan memproduksi konten, melainkan kemampuan mengambil keputusan kreatif yang khas dan memiliki nilai strategis.
Dalam beberapa tahun ke depan, Reed memperkirakan departemen kreatif akan semakin terpolarisasi. AI akan menangani lebih banyak pekerjaan rutin, sedangkan perusahaan akan membayar mahal para profesional senior yang mampu menentukan identitas merek, memiliki selera kreatif yang kuat, serta mengambil keputusan penting.
Persaingan AI Beralih ke Merek
Gelombang perekrutan ini terjadi ketika perusahaan AI semakin agresif bersaing memperebutkan pengguna. OpenAI bahkan dikabarkan mempertimbangkan penurunan harga layanan secara signifikan sebagai bagian dari persaingan yang disebut sebagai “perang memperebutkan pengguna” dengan Anthropic.
Di tengah persaingan harga dan performa teknologi, kekuatan merek menjadi faktor pembeda yang semakin penting agar pelanggan tidak menganggap berbagai produk AI sebagai layanan yang sama.
Anthropic sendiri telah menggunakan strategi pemasaran untuk membedakan Claude dari ChatGPT. Pada ajang Super Bowl 2026, perusahaan itu mengkritik rencana OpenAI menampilkan iklan di dalam ChatGPT dan menegaskan bahwa Claude akan tetap bebas iklan.
Pesan tersebut dianggap efektif karena mampu menyederhanakan perbedaan model bisnis yang kompleks menjadi pernyataan yang mudah dipahami konsumen. Jika perbedaan teknis antar model AI membutuhkan penjelasan panjang, maka pesan “tanpa iklan” cukup disampaikan dengan dua kata.

