Pentingnya Membangun Komunikasi Bagi Seorang Sales

(The Manager’s Lounge – Sales & Marketing) – Komunikasi sangat penting bagi seorang sales. Teknik berkomunikasi yang baik harus dimiliki oleh seorang sales. Bukan hanya sekedar dapat berbicara dan menjelaskan  produk yang ditawarkan, tetapi seorang sales juga harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan para pelanggan. Tidak sekedar untuk mendapatkan order sebagai tujuan akhirnya tapi membangun relationship yang baik yang sangat berguna untuk jangka panjang.

Seorang sales harus benar-benar tahu kapan dapat menawarkan produknya dan kapan berbicara tentang hal-hal yang umum yang mungkin sebenarnya lebih menarik bagi pelanggan. Misalnya ketika berbicara tentang hobi si pelanggan, dengan antusias pelanggan dapat bercerita dengan bersemangat dari pada ketika mendengarkan si sales menawarkan produknya dan hanya terus berbicara tentang keunggulan produk yang ditawarkannya.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan bagi sales untuk dapat membangun komunikasi yang baik dengan pelanggan:
1. Perhatikan waktu yang baik, mungkin kunjungan Anda rutin seperti biasanya, tetapi jika Anda datang bukan pada saat yang tepat, misalnya pada waktu jam sibuk bagi pelanggan maka kedatangan Anda sepertinya akan mengganggu aktifitasnya. Lebih baik dapat membuat janji terlebih dahulu untuk datang pada waktu yang sudah disepakati. Sehingga Anda memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan lebih leluasa dan tidak terburu-buru. Waktu yang sempit mungkin hanya akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk fokus mendapatkan order saja.
2. Kesan pertama yang sangat menentukan. Jika Anda datang dengan semangat dan senyuman mungkin itu akan sangat menarik bagi pelanggan, daripada Anda datang dengan muka yang lusuh karena kelelahan setelah berkeliling menawarkan produk Anda kepada pelanggan yang lain. Sekalipun suasana hati tidak menyenangkan pada saat itu, tetapi jika kesan yang Anda berikan berbeda maka Anda dapat membagikan semangat tersebut kepada pelanggan Anda.
3. Berbicaralah dengan bersemangat dan antusias. Bukan hanya Anda berbicara dengan semangat tentang produk yang Anda tawarkan dan memberitahukan semua tentang segala keunggulan yang dimiliki oleh produk tersebut. Tetapi Anda juga harus bersikap antusias ketika pembicaraan beralih kepada hal yang lain. Misalnya ketika pelanggan Anda bercerita tentang hobi dan kesukaannya, atau trend yang ada pada saat itu tetapi Anda tidak begitu mengerti atau tertarik tentang hal tersebut. Anda pun harus tetap antusias menanggapi pembicaraan tersebut, jangan terlihat malas dalam menanggapinya.
4. Pentingnya menjaga sikap. Mungkin pada saat itu Anda bukan hanya mendapatkan order dari pelanggan tapi juga komplain oleh karena produk Anda tidak sesuai dengan yang pelanggan inginkan. Bisa jadi pelanggan akan berkeluh kesah atau menjadi emosi ketika memberitahukan bahwa produk Anda telah membuat pelanggan mengalami kerugian. Maka sales harus memiliki sikap yang benar dalam menanggapi keluhan dari pelanggan. Tidak menjadi emosi dan dengan sekuat tenaga membela habis-habisan bahwa produknya tidak mungkin bermasalah. Atau dengan setengah hati menanggapi keluhan pelanggan dan menganggap biasa keluhan tersebut. Anda harus pintar berkomunikasi pada saat itu, tetap tenang dalam menerima keluhan dan berjanji akan menindak lanjuti keluhan tersebut.
5. Tidak bersikap menggurui atau merasa lebih tahu. Anda mungkin lebih paham dengan produk yang Anda tawarkan, tapi bukan berarti Anda menjadi lebih pintar dari yang lain. Atau mungkin pelanggan bercerita tentang sesuatu dan Anda hanya berbicara terus dengan nasehat-nasehat atau wejangan-wejangan. Hal tersebut dapat membuat pelanggan merasa kesal. Anda perlu mengetahui situasi yang tepat dalam membangun komunikasi dengan pelanggan.
6. Buatlah pelanggan Anda merasa nyaman berkomunikasi dengan Anda. Sikap dan tindak tanduk harus dijaga. Mungkin Anda ingin terlihat ramah, tetapi tidak sepanjang pembicaraan Anda terus tersenyum, hal tersebut dapat menggangu pelanggan juga. Pelanggan mungkin akan merasa tidak enak hati dengan melihat Anda tersenyum terus. Atau Anda menatap pelanggan terus sepanjang dia berbicara, seakan-akan Anda mengagumi si pelanggan. Hal tersebut mungkin hanya akan menggangu si pelanggan. Yang bisa jadi berdampak pelanggan enggan untuk bertemu dengan Anda pada kesempatan berikutnya.
Banyak hal lain lagi yang dapat mempengaruhi dalam membangun komunikasi yang baik dengan pelanggan selain dari hal yang sudah dijelaskan di atas. Semoga hal di atas dapat bermanfaat.
(Mevy Sinambela/AA/TML)
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x