(Business Lounge Journal – Special Talk)
Indonesia tengah berada di titik penting dalam perjalanan transformasi digitalnya. Dengan populasi muda yang besar, adopsi teknologi yang semakin luas, serta kehadiran jaringan 5G yang semakin dekat, peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital terbuka semakin lebar.
Di tengah momentum tersebut, Nokia menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra strategis bagi Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Dinesh Ganwani, President Director Indonesia at Nokia, dalam wawancara singkat mengenai visi perusahaan terhadap masa depan digital Indonesia. Dinesh sendiri resmi menjabat sebagai Regional Unit Head sekaligus President Director Nokia Indonesia sejak April 2026. Ia membawa pengalaman lebih dari dua dekade di industri telekomunikasi di berbagai pasar global.
Menurut Dinesh, kehadiran Nokia di lebih dari 150 negara telah membentuk filosofi perusahaan yang sederhana namun mendasar: menjadi mitra yang dapat dipercaya. “Yang terpenting bagi kami di seluruh wilayah operasi adalah menjadi trusted partner. Kami memperlakukan pelanggan bukan sekadar sebagai pelanggan, tetapi sebagai mitra.”
Pendekatan tersebut juga diterapkan Nokia di Indonesia dan Asia Tenggara. Bagi Nokia, memahami kebutuhan pelanggan tidak cukup hanya sebatas menyediakan teknologi. Perusahaan perlu memahami tujuan yang ingin dicapai oleh para mitranya. “Kami benar-benar berusaha memahami kebutuhan pelanggan kami. Apa tujuan besar mereka? Apa yang ingin mereka wujudkan? Kami tidak hanya hadir sebagai penyedia teknologi,” ujarnya.
Indonesia: Pasar Strategis dengan Potensi Besar
Bagi Nokia, Indonesia bukan sekadar salah satu pasar di kawasan Asia Tenggara. Negara ini dipandang sebagai salah satu wilayah dengan potensi pertumbuhan terbesar di masa depan.
Dinesh menilai kekuatan utama Indonesia terletak pada struktur demografinya. Dengan rata-rata usia penduduk yang relatif muda, Indonesia memiliki modal manusia yang sangat kuat untuk membangun ekosistem digital generasi berikutnya. “Indonesia merupakan wilayah yang sangat penting bagi kami. Kami melihat potensi yang sangat besar. Populasi Indonesia yang muda pada dasarnya sedang membangun fondasi ekosistem teknologi digital masa depan.”
Generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta inovasi, talenta digital, serta penggerak ekonomi berbasis teknologi. Kondisi ini menjadi alasan mengapa Nokia terus memperkuat keterlibatan jangka panjangnya di Indonesia, mulai dari pembangunan infrastruktur jaringan hingga pengembangan ekosistem digital.
Menjaga Kepercayaan di Era Data
Seiring berkembangnya ekonomi digital, isu keamanan data menjadi perhatian utama. Dinesh menegaskan bahwa sebagai perusahaan teknologi asal Eropa, Nokia membawa standar etika dan akuntabilitas yang tinggi dalam setiap solusi yang dikembangkan. “Kami membawa seluruh aspek etika ke dalam teknologi yang kami bangun.” Menurutnya, jaringan telekomunikasi saat ini menjadi jalur utama perpindahan data yang sangat kritis. Karena itu, aspek keamanan dan kedaulatan data tidak dapat ditawar. “Banyak komunikasi penting dan data yang dibawa oleh jaringan melewati infrastruktur kami. Karena itu kami memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan data tetap aman, tidak bocor, dan terlindungi.”
Konsep data sovereignty atau kedaulatan data menjadi semakin relevan ketika volume data terus meningkat akibat perkembangan teknologi baru.
Menyambut Era 5G dan Ledakan Data
Indonesia kini bersiap memasuki fase baru dengan implementasi spektrum 5G yang semakin dekat. Menurut Dinesh, teknologi ini akan menjadi katalis penting bagi percepatan digitalisasi nasional. Namun, kehadiran 5G juga menghadirkan tantangan baru. “Teknologi 5G akan menciptakan jauh lebih banyak data. Dengan meningkatnya lalu lintas data, kita harus menjadi lebih sensitif terhadap bagaimana data tersebut dikelola.”
Di saat yang sama, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) turut memperbesar kompleksitas pengelolaan data. Semakin besar volume data yang dihasilkan, semakin besar pula risiko keamanan yang harus diantisipasi. Karena itu, mitigasi risiko menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi Nokia. “Dengan lalu lintas AI yang menghasilkan banyak data, tentu terdapat risiko-risiko baru. Namun kami memastikan risiko tersebut dapat dimitigasi dengan baik bersama para mitra kami.”
Kolaborasi Menjadi Kunci
Transformasi digital, menurut Dinesh, tidak mungkin diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi erat antara penyedia teknologi, operator telekomunikasi, pemerintah, dan pelaku ekosistem lainnya. Nokia sendiri telah bekerja sama dengan berbagai mitra strategis, termasuk NVIDIA dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), untuk memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia. Nokia dan IOH sebelumnya juga menjalin kolaborasi dalam pengembangan kompetensi talenta digital Indonesia melalui program pembelajaran berbasis AI. Melalui kolaborasi tersebut, Nokia ingin memastikan bahwa data masyarakat Indonesia tetap aman, berdaulat, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi digital nasional. “Kami ingin memastikan bahwa data tetap aman dan berdaulat, sekaligus membantu pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.”
Membangun Masa Depan Digital Indonesia
Bagi Nokia, masa depan Indonesia bukan hanya tentang menghadirkan teknologi tercanggih. Lebih dari itu, masa depan digital harus dibangun di atas fondasi kepercayaan, keamanan, etika, dan kemitraan jangka panjang. Dengan bonus demografi yang dimiliki, kesiapan menuju era 5G, serta semakin luasnya pemanfaatan AI, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan digital terbesar di kawasan. Dan bagi Dinesh Ganwani, perjalanan menuju masa depan tersebut baru saja dimulai. “Kami melihat peluang yang sangat besar di Indonesia. Bersama para mitra kami, kami ingin membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dan menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.”

