Telecom Italia

Telecom Italia Siapkan Buyback Usai Pendapatan Naik

(Business Lounge – Global News) Operator telekomunikasi Italia, Telecom Italia, mengumumkan rencana pembelian kembali saham senilai hingga 471 juta dolar AS setelah melaporkan pendapatan awal 2025 yang tumbuh di pasar domestik dan Brasil. Langkah ini menjadi sinyal bahwa manajemen merasa posisi keuangan perusahaan cukup kuat untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham.

Dalam laporan yang disorot Reuters dan Bloomberg, Telecom Italia menyebut pertumbuhan pendapatan terjadi baik di Italia maupun di Brasil, dua pasar kunci yang selama beberapa tahun terakhir menjadi fokus restrukturisasi dan penguatan operasional. Brasil kembali tampil sebagai mesin pertumbuhan penting, didukung ekspansi layanan seluler dan permintaan data yang terus meningkat.

Di pasar domestik, perusahaan juga mencatat perbaikan, mencerminkan upaya stabilisasi bisnis setelah periode panjang kompetisi harga yang agresif. Segmen layanan tetap dan seluler menunjukkan tren yang lebih solid dibanding tahun-tahun sebelumnya, meski tekanan dari rival tetap terasa.

Rencana buyback hingga 471 juta dolar AS dipandang sebagai langkah untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan memperbaiki struktur modal. Dengan membeli kembali saham di pasar, perusahaan dapat mengurangi jumlah saham beredar, yang pada gilirannya berpotensi mendongkrak laba per saham.

Menurut analisis yang dikutip Financial Times, buyback sering kali menjadi indikator bahwa manajemen percaya diri terhadap prospek arus kas dan stabilitas bisnis. Dalam kasus Telecom Italia, keputusan ini juga menandai fase baru setelah berbagai upaya restrukturisasi dan penataan aset dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan sebelumnya melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk peninjauan portofolio aset dan fokus pada penguatan jaringan. Pertumbuhan pendapatan awal 2025 memberi dorongan tambahan bahwa strategi tersebut mulai membuahkan hasil.

Brasil, melalui unit usahanya, tetap menjadi kontributor penting. Pasar Amerika Latin itu menawarkan potensi pertumbuhan lebih tinggi dibanding Eropa Barat yang cenderung matang. Permintaan layanan data dan digital di Brasil memberikan ruang ekspansi, terutama dengan peningkatan penetrasi 4G dan 5G.

Di Italia, perbaikan pendapatan menunjukkan bahwa kompetisi yang sebelumnya menekan margin mulai lebih terkendali. Meski pasar tetap kompetitif, fokus pada kualitas jaringan dan layanan bernilai tambah membantu mempertahankan basis pelanggan.

Analis yang dikutip Reuters menilai bahwa kombinasi pertumbuhan pendapatan dan program buyback dapat memperkuat sentimen investor. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa sektor telekomunikasi tetap padat modal, dengan kebutuhan investasi jaringan generasi baru yang tidak kecil.

Telecom Italia perlu menjaga keseimbangan antara mengembalikan dana kepada pemegang saham dan mempertahankan kapasitas investasi jangka panjang. Jaringan 5G dan infrastruktur serat optik memerlukan belanja besar agar perusahaan tetap kompetitif di era digital.

Manajemen menyatakan bahwa posisi likuiditas saat ini cukup solid untuk mendukung kedua tujuan tersebut. Pertumbuhan pendapatan di dua pasar utama memberikan bantalan kas, sementara disiplin pengelolaan biaya membantu menjaga margin.

Pasar menyambut rencana buyback dengan optimisme hati-hati. Investor cenderung melihat langkah ini sebagai tanda stabilitas, tetapi tetap akan memantau perkembangan arus kas dan utang perusahaan dalam beberapa kuartal mendatang.

Industri telekomunikasi Eropa memang menghadapi dinamika menantang, mulai dari regulasi hingga persaingan tarif. Namun bagi perusahaan yang mampu menata ulang strategi dan memanfaatkan pasar berkembang seperti Brasil, peluang pertumbuhan tetap terbuka.

Fokus Telecom Italia akan tertuju pada konsistensi pertumbuhan pendapatan dan efektivitas program buyback. Jika perusahaan mampu mempertahankan momentum di Italia dan Brasil, langkah pengembalian modal ini bisa memperkuat kepercayaan pasar.

Dengan laporan awal 2025 yang menunjukkan arah positif dan keputusan meluncurkan pembelian kembali saham, Telecom Italia mencoba mengirim pesan jelas: fase pemulihan telah berjalan, dan perusahaan siap berbagi hasilnya dengan investor sambil tetap menatap ekspansi jaringan di era konektivitas yang kian penting.