(Business Lounge Journal – News and Insight)
Euforia sepak bola akhirnya kembali menyelimuti dunia. Pada 11 Juni 2026, Piala Dunia FIFA resmi dimulai dengan pertandingan pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan di Estadio Azteca, Mexico City. Namun, di balik sorak-sorai puluhan ribu suporter dan pesta pembukaan yang megah, turnamen kali ini menyimpan banyak fakta menarik yang belum tentu diketahui publik.
Dari rekor bersejarah hingga kisah sosial yang menyentuh, inilah delapan fakta unik yang membuat Piala Dunia 2026 menjadi salah satu edisi paling istimewa sepanjang sejarah.
1. Estadio Azteca Menjadi Stadion Paling Bersejarah di Dunia
Piala Dunia 2026 membuka lembaran sejarah baru. Estadio Azteca di Mexico City resmi menjadi stadion pertama yang menggelar pertandingan Piala Dunia pria sebanyak tiga kali. Sebelumnya, stadion ikonik tersebut menjadi saksi kejayaan Brasil bersama Pelé pada 1970 serta aksi legendaris Diego Maradona lewat gol “Hand of God” dan “Goal of the Century” pada 1986. Kini, stadion yang telah direnovasi itu kembali menjadi panggung pembuka era baru sepak bola dunia.
2. Untuk Pertama Kalinya, Piala Dunia Digelar di Tiga Negara
Jika Jepang dan Korea Selatan pada 2002 menjadi pelopor tuan rumah bersama, maka Piala Dunia 2026 melangkah lebih jauh. Turnamen kali ini diselenggarakan oleh tiga negara sekaligus, yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat. Sebanyak 16 kota menjadi lokasi pertandingan, mulai dari Mexico City, Toronto, Vancouver, Los Angeles, hingga New York-New Jersey.
Skala penyelenggaraan yang begitu besar membuat banyak media asing menyebut Piala Dunia 2026 sebagai “World Cup without borders.”
3. Ini Adalah Piala Dunia Terbesar Sepanjang Masa
Jika sebelumnya Piala Dunia hanya diikuti 32 tim dengan total 64 pertandingan, kini FIFA memperluas format kompetisi menjadi 48 negara peserta. Konsekuensinya, jumlah pertandingan meningkat drastis menjadi 104 laga. Turnamen juga berlangsung selama 39 hari, dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Bagi para pencinta sepak bola, ini berarti lebih banyak pertandingan, lebih banyak kejutan, dan lebih banyak kisah heroik yang bisa disaksikan.
4. Meksiko Mencetak Rekor yang Sulit Dikejar
Bukan hanya stadionnya yang mencatat sejarah. Negara tuan rumah Meksiko juga menciptakan rekor tersendiri. Setelah menjadi penyelenggara pada 1970 dan 1986, Meksiko kini menjadi negara pertama yang dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia pria sebanyak tiga kali.
Prestasi ini membuat posisi Meksiko semakin istimewa dalam sejarah sepak bola internasional.
5. Ada Tiga Upacara Pembukaan Sekaligus
Biasanya, Piala Dunia hanya memiliki satu opening ceremony. Namun kali ini, FIFA mengambil pendekatan berbeda. Selain seremoni utama di Mexico City, Kanada dan Amerika Serikat juga menggelar upacara pembukaan masing-masing di Toronto dan Los Angeles.
Artis-artis kelas dunia turut meramaikan pesta tersebut. Shakira kembali tampil di panggung Piala Dunia, ditemani Burna Boy, sementara Kanada menghadirkan Alanis Morissette dan Amerika Serikat menampilkan Katy Perry serta sejumlah musisi ternama lainnya.
6. Shakira Mencetak Rekor Tersendiri
Nama Shakira memang sudah identik dengan Piala Dunia. Setelah “Waka Waka” menjadi fenomena global pada 2010, penyanyi asal Kolombia itu kembali tampil pada pembukaan Piala Dunia 2026. Menariknya, penampilan kali ini menjadikannya sebagai artis pertama yang tampil dalam empat edisi Piala Dunia berbeda.
Meski menuai beragam respons di media sosial, kehadirannya tetap menjadi salah satu sorotan terbesar pada hari pembukaan.
7. Potensi Penonton Mencapai Rekor Baru
FIFA memperkirakan Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen dengan jumlah penonton terbesar sepanjang sejarah. Sebagai perbandingan, Piala Dunia Qatar 2022 disaksikan sekitar 2,9 miliar orang melalui siaran televisi, ditambah 2,7 miliar tayangan digital dan streaming.
Dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak serta perkembangan platform digital yang semakin luas, angka tersebut diprediksi akan terlampaui tahun ini.
Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, tetapi sejarah sudah tercipta bahkan sebelum turnamen memasuki pekan pertamanya. Dari stadion legendaris yang kembali hidup, format terbesar sepanjang masa, hingga kisah-kisah di luar lapangan, semuanya menunjukkan bahwa edisi kali ini bukan sekadar kompetisi sepak bola biasa.
Bagi miliaran orang di seluruh dunia, Piala Dunia selalu lebih dari sekadar pertandingan. Ia adalah perayaan budaya, panggung sejarah, sekaligus pengingat bahwa sepak bola memang memiliki kekuatan untuk menyatukan dunia—setidaknya selama 90 menit.

