(Business Lounge Journal – News and Insight)
Bosnia dan Herzegovina masih mengandalkan industri logam sebagai salah satu sektor strategis perekonomiannya. Negara tersebut memiliki tradisi panjang dalam pengolahan besi, baja, bauksit, aluminium, komponen otomotif, serta material konstruksi.
Dalam wawancara bersama Business Lounge Journal, Duta Besar Bosnia dan Herzegovina untuk Indonesia, H.E Armin Limo, mengatakan negaranya tetap kompetitif dalam industri baja, aluminium, produksi logam, otomotif, dan konstruksi.
Menurutnya, keunggulan utama Bosnia dan Herzegovina adalah tenaga kerja terampil dengan biaya relatif kompetitif, pengalaman industri, serta lokasi yang dekat dengan pasar Uni Eropa.
“Kami masih kompetitif dan kuat dalam bidang tersebut,” ujar Limo.
Baja dan Aluminium Paling Kompetitif
Ketika ditanya mengenai jenis logam yang paling kompetitif, Limo menyebut baja dan aluminium.
Kekuatan tersebut berakar dari masa Yugoslavia, yang memiliki basis industri berat besar. Menurut Limo, dua pabrik baja terbesar di bekas Yugoslavia masing-masing berada di Serbia dan Bosnia dan Herzegovina. Pabrik yang dimaksud adalah Železara Smederevo di Serbia dan Željezara Zenica di Bosnia dan Herzegovina. Pabrik Zenica didirikan pada 1892 dan berkembang menjadi salah satu pusat utama industri baja Yugoslavia, sementara pabrik Smederevo, yang didirikan pada 1913, dikenal sebagai salah satu pilar industri metalurgi negara tersebut.
Industri baja dan aluminium kemudian berkembang bersama pertambangan bijih besi dan bauksit, pengolahan logam, produksi komponen mesin, perkakas, kabel, struktur konstruksi, dan bagian kendaraan.
Bosnia dan Herzegovina juga memiliki pengalaman panjang dalam pengecoran, pengelasan, permesinan, dan pembuatan komponen presisi. Kemampuan tersebut membantu perusahaan Bosnia masuk ke dalam rantai pasok industri Eropa dan global.
Limo mengatakan sektor logam tetap menjadi salah satu bidang paling strategis bagi negaranya karena menghubungkan Bosnia dan Herzegovina dengan pasar serta rantai produksi internasional.
Secara ekonomi, baja dan aluminium merupakan komoditas ekspor penting bagi Bosnia dan Herzegovina. Pada 2024, nilai ekspor besi dan baja negara tersebut mencapai sekitar US$252 juta, dengan Serbia, Kroasia, dan Montenegro sebagai beberapa pasar utamanya. Pada tahun yang sama, ekspor aluminium bernilai sekitar US$235,3 juta. Dengan demikian, gabungan nilai ekspor kedua kelompok logam tersebut mendekati US$490 juta, belum termasuk produk turunannya seperti struktur logam, mesin, kabel, dan komponen otomotif.
Sektor ini juga menjadi sumber lapangan kerja penting. Pabrik baja Zenica dan tambang bijih besi Prijedor mempekerjakan sekitar 2.700 orang ketika keduanya dijual oleh ArcelorMittal kepada Pavgord Group pada 2025. Di sektor aluminium, perusahaan utama mencakup Aluminij Industries di Mostar, yang memproduksi ingot, billet, dan slab aluminium, serta Alumina di Zvornik, produsen alumina yang menjadi eksportir terbesar Bosnia dan Herzegovina pada 2024.


Terhubung dengan Industri Otomotif
Sektor logam Bosnia dan Herzegovina tidak hanya menghasilkan baja dan aluminium dasar. Perusahaan-perusahaan di negara tersebut juga memproduksi komponen otomotif, bagian mesin, sistem rem, komponen kemudi, kabel, baterai, pegas, perkakas, dan produk logam berdasarkan pesanan industri.
Kedekatan dengan pasar Uni Eropa memberikan keuntungan dalam biaya dan waktu pengiriman. Hal ini penting bagi perusahaan otomotif dan manufaktur yang membutuhkan pasokan komponen secara teratur.
Salah satu perusahaan yang dikenal dalam industri tersebut adalah Prevent Group, yang berkembang dari Bosnia dan Herzegovina menjadi kelompok industri internasional dengan lebih dari 13.000 pekerja di 36 lokasi. Menurut Badan Promosi Investasi Asing Bosnia dan Herzegovina, komponen otomotif yang diproduksi di negara tersebut telah digunakan dalam rantai produksi berbagai merek dunia, termasuk Volkswagen, Mercedes-Benz, Audi, BMW, Toyota, Mazda, Opel, dan Ford.
Perjalanan Menuju Uni Eropa
Menurut Limo, integrasi dengan Uni Eropa merupakan tujuan utama kebijakan luar negeri Bosnia dan Herzegovina, tetapi jalan menuju keanggotaan masih sangat panjang. Bosnia dan Herzegovina menandatangani Stabilisation and Association Agreement dengan Uni Eropa, yang mulai berlaku pada Juni 2015. Negara tersebut mengajukan permohonan keanggotaan Uni Eropa pada Februari 2016 dan memperoleh status kandidat pada Desember 2022.
Pada Maret 2024, Dewan Eropa menyetujui pembukaan perundingan aksesi dengan Bosnia dan Herzegovina. Namun, proses negosiasi penuh masih memerlukan pembentukan tim negosiasi, penyesuaian hukum, dan reformasi kelembagaan.
Limo mengatakan bahwa pada saat wawancara, Bosnia dan Herzegovina telah memperoleh status kandidat tetapi belum memulai negosiasi secara penuh. Setelah negosiasi dimulai, ia memperkirakan proses menuju keanggotaan penuh masih dapat membutuhkan sekitar empat hingga enam tahun. Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan kepastian.
“Ini masih merupakan proses yang sangat panjang dan membutuhkan waktu, tetapi saya berharap dan yakin bahwa kami akan mencapainya,” katanya.


