Interview Session: Yohana Irawan, Board of Young Collectors

 

(Business Lounge Journal – Special Report)

“I don’t think life would be complete without understanding the art.  Art is too beautiful to miss.”

Yohana Marta Hadi Irawan telah mulai kecintaannya terhadap dunia seni rupa sejak tiga setengah tahun yang lalu. Ketika dalam sebuah kesempatan ia mengunjungi sebuah perhelatan seni rupa di Jakarta, ia tertarik dengan sebuah karya seni yang kemudian setelah mempertimbangkannya selama 2 hari, ia pun memutuskan untuk memilikinya.

Menolak disebut sebagai seorang kolektor, Yohana memilih untuk menyebut dirinya sebagai pencinta seni dan bilamana ia dapat terus menerus berada dalam lingkupan karya seni, baginya hal ini adalah sebuah anugerah.

Seni rupa telah mengubahkan cara berpikirnya untuk memandang sekelilingnya dari sudut pandang keindahan. Pengetahuannya tentang dunia seni pun terus berkembang seiring dengan pertemanannya yang kemudian membawanya sebagai salah satu anggota Board of Young Collectors. Melalui pertemanan dan terus membaca serta pengalamannya, maka pengetahuannya mengenai seni terus bertambah. Baginya, untuk sebuah hobi, Anda tidak akan berupaya keras untuk melalukan apapun, ini merupakan sebuah proses yang natural yang akan membawa Anda untuk semakin mengerti seni. Bagi Yohana, sebuah kehidupan tidak akan menjadi lengkap tanpa mengerti tentang seni.

Ada beberapa hal yang disarankannya untuk dilakukan ketika Anda hendak memutuskan untuk mengkoleksi sebuah karya seni.

1. Mengetahui sang seniman, atau background check, demikian Yohana menyebutnya. Merupakan hal yang dasar untuk mengetahui siapakah si seniman, di mana si seniman mempelajari seni, adakah galeri yang diwakilinya, dan sebagainya.

2. Tidak mempermasalahkan harga. Ada banyak orang dapat menghargai sebuah karya seni ketika mengetahui harganya. Karena itu, membuka masalah harga adalah hal yang sangat tidak dianjurkan.

3. Adanya keterikatan antara Anda dan karya seni.

Penting bagi Anda untuk memahami diri Anda dan karya seni yang akan Anda miliki serta mengetahui dengan persis tujuan Anda mengkoleksinya.

Namun di atas ketiga hal tersebut “understanding yourself” menjadi kuncinya, demikian disampaikan Yohana.

Kecintaan Yohana terus berkembang sehingga ia pun mulai menjajaki instalasi setelah sebelumnya selalu memilih lukisan. Salah satunya adalah sebuah lampu gantung yang tergantung dengan Kokoh pada ruang tamu sebuah gedung perkantoran yang menjadi miliknya. Lampu gantung ini merupakan rangkaian benda-benda antik yang berasal dari Perang Dunia II. Sebuah masker gas yang dirangkaikan dengan sebuah tubuh yan terbentuk dari ukiran kertas menjadi bagian dasarnya. Sedangkan semua lampu yang tergantung dibuat dari stoples kaca berisikan berbagai kartu pos yang menggambarkan sejarah sebuah negara yang memiliki kaitan emosional dengan Yohana sendiri. Inilah yang menjadi alasan kuat bagi Yohana untuk memiliki lampu gantung tersebut.

Yohana mengakui bahwa Indonesia memiliki young talented artist yang sangat luar biasa dan akan terus berkembang. Ada begitu banyak keunikan yang dimiliki dan membedakannya dengan seniman-seniman di negara-negara lainnya.

“I can’t see any other countries around Southeast Asia that I find as talented as the Indonesians …”

Business Lounge Journal/VMN/BLJ