Management Tips: Me-manage yang Tidak bisa di-Manage

(Business Lounge Journal – Empower People) Jika Anda dapat memilih tim seperti apa yang Anda inginkan, pasti Anda akan memilih untuk memiliki tim yang terdiri dari para pekerja keras, berprestasi, kreatif, dan segudang keunggulan. Tetapi, apakah dengan demikian berarti Anda tidak memerlukan kemampuan people management? Rasanya akan sangat langka untuk menemukan sebuah tim yang begitu sempurna tanpa kekurangan sedikit pun yang dapat berjalan tanpa komando dengan begitu mulus. Sebab, pada kenyataannya, tidak semua orang dapat dengan mudah di-manage. Bisa saja seorang dengan segudang talenta, namun memiliki kesulitan untuk bekerja sama, atau sebaliknya, sangat dapat diajak bekerja sama namun tidak terlalu berprestasi. Atau, mereka yang kreatif namun sangat moody, sedangkan yang lain memiliki sejuta ide hanya sangat perfeksionis. Itulah yang sering kali kita temui di lapangan. Sehingga selalu diperlukan keahlian untuk me-manage SDM yang ada. Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk me-manage mereka yang sulit untuk di-manage.

1. Pahami bahwa management adalah hal yang kompleks

Untuk itu Anda harus memiliki mental yang siap. Identifikasilah mereka yang bermasalah dan lakukanlah pendekatan secara halus. Jalinlah sebuah hubungan yang baik dan yang dapat membangkitkan sebuah rasa saling percaya. Kadang kala Anda seperti menghadapi sebuah teka teki yang harus Anda pecahkan.

2. Jangan menghindari konflik

Mungkin Anda akan berpikir bahwa terjadinya konflik dalam sebuah tim, adalah sebuah hal yang ‘tabu’. Tidak demikian seharusnya dan tidak dapat dipungkiri bahwa konflik merupakan bagian dari sebuah management. Jika Anda merasa membenci konflik, maka kemungkinan manajemen bukanlah pekerjaan yang tepat untuk Anda. Seorang pemimpin yang baik tidak akan menghindari konflik, melainkan akan berupaya untuk menyelsaikan konflik.

3. Cobalah untuk memandang dari sudut pandang yang berbeda

Anda tentu saja memiliki pendapat, namun mereka yang Anda hadapi juga memiliki pendapatnya sendiri. Cobalah untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda. Hal ini belum tentu mudah, namun Anda dapat mengasahnya, Anda akan menjadi lebih sensitif memahami mengapa si A berperilaku begini dan si B berperilaku begitu. Tidak hanya itu, Anda akan dapat melihat dengan wawasan yang luas sehingga dapat menemukan jalan keluar.

4. Jangan ragu untuk meminta bantuan.

Kemahiran Anda mungkin masih terbatas, kesanggupan Anda untuk menganalisa juga masih sangat terbatas, karena itu jangan merasa ragu untuk meminta bantuan. Ini merupakan langkah yang mudah, tetapi sering diabaikan. Anda dapat meminta masukan dari mereka yang lebih senior dari Anda, dari pihak SDM,atau pihak-pihak lain yang Anda rasa dapat menolong Anda. Bahkan jika Anda ingin berdiskusi dengan banyak orang sekali pun, ini bukanlah sebuah kelemahan bagi Anda. Percayalah hal ini akan mempertajam kemampuan management Anda.

5. Tetapkan tujuan kerja yang jelas dan terukur.

Dengan adanya tujuan yang dapat terukur, maka Anda memiliki alasan yang kuat untuk menghindari konflik. Sebab telah ada acuan yang jelas yang tidak perlu diperdebatkan sebenarnya. Apabila pada kenyataannya juga seorang karyawan bermasalah karena tidak mencapai tujuan, maka hal ini berarti bahwa Anda memiliki sesuatu yang nyata untuk dibahas.

6. Aset atau Lialibility

Namun setelah proyek berjalan, maka tentukanlah apakah orang tersebut adalah aset yang harus dipertahankan atau tidak. Namun apabila ia adalah lialibility, maka jangan ragu untuk membiarkan ia pergi.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x