(Business Lounge Journal – Automotive)
Volkswagen Group tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat bisnisnya di India melalui rencana pembentukan joint venture (JV) dengan JSW Group, konglomerasi besar India yang memiliki bisnis mulai dari baja, energi, hingga otomotif. Kemitraan ini menjadi bagian dari upaya Volkswagen memperbesar skala bisnis di pasar otomotif terbesar ketiga di dunia, sekaligus menekan biaya produksi dan meningkatkan tingkat lokalisasi.
Kedua perusahaan pada 8 September 2026 menandatangani memorandum of understanding (MoU) yang tidak mengikat untuk mengeksplorasi pembentukan perusahaan patungan. Negosiasi eksklusif akan mencakup valuasi, struktur investasi dan aspek kontraktual lainnya, dengan target mencapai kesepakatan definitif pada akhir 2026. Rencana yang tengah dibahas mengarah pada struktur kepemilikan 51% JSW dan 49% Volkswagen, meski struktur final masih harus melalui proses negosiasi dan persetujuan.
Bagi Volkswagen, India merupakan pasar yang menjanjikan tetapi selama ini belum menghasilkan skala yang diharapkan. Setelah lebih dari dua dekade beroperasi di negara tersebut, pangsa pasar Volkswagen masih sekitar 2%. Karena itu, perusahaan membutuhkan pendekatan baru yang dapat menggabungkan teknologi dan kemampuan pengembangan produk Volkswagen dengan kekuatan manufaktur serta pemahaman pasar lokal milik JSW.
Rencana kolaborasi tidak hanya berfokus pada mobil listrik. Kedua pihak mengeksplorasi pengembangan, produksi dan penjualan kendaraan dengan berbagai teknologi, termasuk mesin pembakaran internal, hybrid, plug-in hybrid dan kendaraan listrik. Kemitraan juga diarahkan untuk memperluas portofolio produk, meningkatkan penggunaan komponen lokal serta memperkuat kemampuan manufaktur dan riset dan pengembangan di India.
Dari sisi Volkswagen, lokalisasi menjadi kunci untuk membuat produk lebih kompetitif di tengah tekanan harga. India juga berpotensi dikembangkan bukan sekadar sebagai pasar penjualan, tetapi sebagai basis produksi dan ekspor. Dengan biaya manufaktur yang relatif kompetitif, fasilitas di India dapat membantu Volkswagen membangun rantai pasok yang lebih efisien sekaligus melayani pasar internasional.
Sementara bagi JSW, kerja sama ini memperluas pijakannya di industri otomotif. Grup yang dipimpin Sajjan Jindal sebelumnya memasuki bisnis kendaraan penumpang melalui JSW MG Motor India, perusahaan patungan dengan SAIC Motor asal China. Kemitraan dengan Volkswagen dapat memperkuat posisi JSW di industri otomotif sekaligus memberikan eksposur terhadap teknologi, merek dan jaringan global Eropa.
Momentum kesepakatan ini juga penting bagi Volkswagen karena terjadi ketika produsen mobil Jerman tersebut sedang menjalankan restrukturisasi besar-besaran. Volkswagen baru saja menyetujui program transformasi yang mencakup tambahan sekitar 50.000 pengurangan tenaga kerja, setelah sebelumnya menyepakati pengurangan jumlah karyawan sekitar 50.000. Perusahaan juga berencana memangkas kompleksitas model dan meningkatkan margin operasional menjadi 9% pada 2030.
Dengan demikian, India menjadi salah satu medan penting bagi strategi pertumbuhan Volkswagen di luar pasar tradisionalnya. Tantangannya adalah memastikan kemitraan dengan JSW benar-benar mampu mengubah kehadiran yang selama ini relatif kecil menjadi bisnis berskala besar. Jika berhasil, JV tersebut bukan hanya dapat memperkuat Volkswagen di India, tetapi juga menjadikan negara itu bagian lebih penting dari jaringan produksi dan ekspor globalnya.

