(Business Lounge Journal – Culture)
Rededication of Sentro Rizal Jakarta (28 Agustus 2026)
Pada tanggal 28 Agustus 2026, Kedutaan Besar Filipina di Jakarta menggelar upacara Rededication (Peresmian Kembali) Sentro Rizal Jakarta. Acara ini menandai pemindahan lokasi Sentro Rizal Jakarta ke ruang baru yang lebih luas dan lebih kondusif di dalam kompleks Kedutaan, untuk mendukung berbagai kegiatan kebudayaan, pendidikan, dan kemasyarakatan.
Pemindahan ini mencerminkan komitmen baru Kedutaan Besar Filipina untuk semakin memperkenalkan dan mempromosikan budaya, warisan, dan seni Filipina, baik kepada komunitas Filipina di Indonesia maupun kepada masyarakat Indonesia secara luas. Dengan ruang yang lebih memadai, Sentro Rizal Jakarta diharapkan dapat menjadi wadah berbagai kegiatan, mulai dari pameran seni, lokakarya, pemutaran film, hingga kelas bahasa Filipino.
Selain memperkuat peran Sentro Rizal sebagai ruang kebudayaan dan pembelajaran, fasilitas baru ini juga diharapkan menjadi jembatan yang semakin mempererat hubungan antara komunitas Filipina di Indonesia (Filcom) dan masyarakat Indonesia.
Apa itu Sentro Rizal?
Sentro Rizal merupakan jaringan pusat kebudayaan Filipina di luar negeri yang dibentuk berdasarkan National Cultural Heritage Act of 2009 (Republic Act No. 10066) dan mulai dikembangkan oleh National Commission for Culture and the Arts (NCCA) pada 2011, dengan mandat untuk mempromosikan seni, budaya, dan bahasa Filipina di seluruh dunia.
Nama pusat kebudayaan ini diambil dari nama pahlawan nasional Filipina, Dr. José Rizal, seorang intelektual, sastrawan, dokter, dan polimatik yang pemikiran serta karya-karyanya memainkan peran penting dalam tumbuhnya kesadaran nasional Filipina pada masa kolonial Spanyol.
Secara kelembagaan, Sentro Rizal berada dalam kerangka National Commission for Culture and the Arts (NCCA) dan bekerja sama dengan Department of Foreign Affairs (DFA) melalui jaringan perwakilan diplomatik Filipina di luar negeri.
Selain memperkenalkan kebudayaan Filipina kepada masyarakat di negara tempatnya berada, Sentro Rizal juga menjadi ruang bagi komunitas Filipina di luar negeri untuk menjaga hubungan dengan bahasa, sejarah, dan warisan budaya Filipina.
Keberadaan Sentro Rizal di Dunia
Perkembangan jaringan Sentro Rizal juga menunjukkan semakin pentingnya diplomasi budaya bagi Filipina. Dalam acara tersebut disampaikan bahwa kini terdapat 38 Sentro Rizal yang tersebar di berbagai belahan dunia, menjadikan Jakarta sebagai salah satu bagian dari jaringan pusat kebudayaan Filipina global.
Jaringan tersebut tersebar di berbagai kawasan dunia, dengan sejumlah lokasi antara lain:
- Asia-Pasifik: Indonesia (Jakarta), Singapura, Malaysia (Kuala Lumpur), Thailand (Bangkok), Brunei Darussalam, Kamboja (Phnom Penh), Vietnam (Hanoi), Laos (Vientiane), Myanmar (Yangon), Jepang (Tokyo), Tiongkok (Beijing, Hong Kong, Xiamen), Korea Selatan (Seoul), Australia (Sydney), dan Selandia Baru (Wellington).
- Timur Tengah & Afrika: Arab Saudi (Jeddah), Uni Emirat Arab (Abu Dhabi), Qatar (Doha), Oman (Muscat), Bahrain (Manama), dan Mesir (Kairo).
- Eropa: Jerman (Berlin), Inggris Raya (London), Italia (Roma, Milan), Spanyol (Madrid), Swiss (Bern), dan Turki (Ankara).
- Amerika: Amerika Serikat (Washington D.C., New York, Los Angeles, San Francisco, Honolulu, Guam), Kanada (Ottawa, Toronto, Calgary), dan Argentina (Buenos Aires).
Kegiatan dan Peran Sentro Rizal
Dalam menjalankan misinya, Sentro Rizal menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memperkenalkan seni, budaya, bahasa, dan warisan Filipina kepada masyarakat di negara tempatnya berada, antara lain:
- Peringatan Hari-Hari Penting José Rizal: Berbagai Sentro Rizal menyelenggarakan kegiatan seperti pameran, diskusi, pemutaran film, atau kegiatan literasi yang mengangkat kehidupan, karya, dan pemikiran José Rizal.
- Pemutaran Film Filipina (Filipino Film Screenings): Menayangkan karya-karya perfilman terbaik Filipina di luar negeri guna memperkenalkan realitas sosial, sejarah, dan estetika sinema Filipina kepada khalayak global.
- Program Pembelajaran Bahasa (Filipino Language & Culture Classes): Menyediakan kelas bahasa Filipino bagi keturunan Filipina yang lahir di luar negeri serta masyarakat umum yang berminat.
- Pameran Seni Rupa dan Kerajinan Tangan: Menampilkan karya seniman kontemporer Filipina, pakaian tradisional seperti Barong Tagalog, tekstil seperti Inabel dan T’nalak, serta pertunjukan musik tradisional seperti Kulintang.
- Dukungan pada Bulan Bahasa (Buwan ng Wika) dan Bulan Warisan Budaya (National Heritage Month): Mendukung berbagai perayaan dan kampanye kebudayaan Filipina, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan bahasa dan warisan budaya.
Mengapa Sentro Rizal Penting bagi Hubungan Indonesia–Filipina
Peresmian kembali Sentro Rizal Jakarta memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan bilateral antara Filipina dan Indonesia, antara lain:
- Kemiripan Akar Budaya dan Bahasa (Austronesia): Indonesia dan Filipina sama-sama berada dalam lingkungan budaya dan bahasa Austronesia yang memiliki sejumlah kesamaan historis dan kultural. Kesamaan ini membuka ruang untuk membandingkan berbagai unsur budaya, tradisi maritim, seni tekstil, musik, hingga jejak linguistik yang berkembang secara berbeda di kedua negara.
- Diplomasi People-to-People: Sentro Rizal tidak hanya menjadi fasilitator acara formal, tetapi juga tempat pertemuan publik Indonesia dan Filipina untuk saling mengenal, mempererat pemahaman lintas budaya, serta membangun rasa persaudaraan sesama anggota ASEAN.
- Kolaborasi Kebudayaan dan Pendidikan: Fasilitas baru ini memperbesar peluang kerja sama antara Sentro Rizal dengan seniman, akademisi, penggiat budaya, dan lembaga pendidikan di Indonesia untuk mengadakan pameran bersama, pertukaran budaya, maupun simposium kebudayaan.
- Resonansi Perjuangan Kemerdekaan: Pemikiran Dr. José Rizal mengenai nasionalisme dan kebebasan memiliki resonansi sejarah yang kuat dengan semangat perjuangan kemerdekaan para pahlawan nasional Indonesia, yang dapat menjadi topik diskusi sejarah dan nilai-nilai kebangsaan bagi kedua negara.
Lebih dari Sekadar Ruang Budaya
Sebuah Rededication Ceremony di dalam kompleks Kedutaan mungkin sekilas terlihat seperti sebuah seremoni sederhana untuk menandai hadirnya ruang baru. Namun, di baliknya terdapat makna yang jauh lebih besar: sebuah upaya negara untuk menjaga identitas budayanya, sekaligus memperkenalkan dirinya kepada masyarakat negara lain.
Sentro Rizal Jakarta bukan hanya tempat untuk menyimpan buku, menyelenggarakan pameran, memutar film, atau memperkenalkan bahasa Filipino. Ia menjadi ruang perjumpaan—tempat orang Indonesia mengenal Filipina lebih dekat, dan komunitas Filipina di Indonesia tetap terhubung dengan akar budaya mereka.
Dalam konteks hubungan Indonesia dan Filipina, keberadaan Sentro Rizal juga mengingatkan bahwa hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui diplomasi pemerintah, perdagangan, investasi, atau kerja sama politik. Hubungan yang kuat juga tumbuh dari hal-hal yang lebih sederhana: rasa ingin tahu, perkenalan, pertukaran budaya, dan kesempatan bagi masyarakat kedua negara untuk menemukan kesamaan sekaligus memahami perbedaan.
Mungkin inilah makna yang lebih dalam dari Rededication Sentro Rizal Jakarta. Yang diresmikan bukan sekadar sebuah ruang baru, melainkan sebuah pintu yang dibuka lebih lebar—agar budaya Filipina dapat semakin dikenal di Indonesia, dan agar hubungan kedua masyarakat dapat tumbuh semakin dekat, dari satu perjumpaan ke perjumpaan berikutnya.

