(Business Lounge Journal – Culture)
Ketika pertama kali berada di Jepang, banyak hal kecil dalam kehidupan sehari-hari yang tampak biasa bagi warga setempat, namun justru terasa unik dan menarik bagi pengunjung dari Indonesia. Perbedaan ini bukan hanya soal budaya besar, tetapi juga kebiasaan sederhana yang terlihat dalam kehidupan harian—mulai dari perlengkapan mandi hingga transportasi umum.
Salah satu hal yang sering mencuri perhatian adalah sikat gigi berukuran kecil. Di berbagai toko di Jepang, banyak sikat gigi yang dijual berbentuk mungil, ramping, dan memiliki bulu yang lembut. Ukuran kecil ini sebenarnya dirancang untuk menjangkau celah-celah gigi. Bagi orang Indonesia yang terbiasa menggunakan sikat gigi ukuran sedang atau besar, bentuk kecil ini terasa berbeda, namun tetap nyaman dan fungsional. Bahkan, banyak orang akhirnya menyukai model ini karena mudah dibawa dan tidak menghabiskan ruang di tas.
Hal unik berikutnya adalah tempat sampah di toilet yang sangat kecil. Di toilet umum maupun toilet rumah, tempat sampahnya sering hanya berukuran kecil; bahkan ada yang hanya sebesar kotak tisu. Alasannya adalah kebiasaan masyarakat Jepang yang membuang tisu toilet langsung ke dalam toilet. Tisu toilet yang digunakan memang mudah hancur, dan sistem saluran air mereka sudah dirancang agar dapat menangani kebiasaan ini. Hasilnya, toilet terlihat lebih rapi, bersih, tidak berbau, dan tidak menumpuk sampah. Hal ini tentu terasa berbeda bagi pendatang yang terbiasa membuang tisu toilet ke tempat sampah besar.
Kebiasaan yang juga menarik adalah minum air langsung dari keran. Di stasiun kereta, taman, hingga fasilitas umum lainnya, masyarakat Jepang dapat mengisi botol atau minum langsung dari keran dengan aman. Kualitas airnya sangat terjaga sehingga tidak perlu dimasak atau difilter terlebih dahulu. Bagi banyak pengunjung—terutama dari negara di mana air keran tidak bisa langsung diminum—kebiasaan ini menjadi pengalaman baru yang memudahkan aktivitas sehari-hari selama berada di Jepang.
Jepang juga dikenal dengan budaya bersepeda yang kuat. Di kota kecil hingga kota besar, sepeda menjadi alat transportasi harian bagi pelajar, pekerja, hingga ibu rumah tangga. Jumlah sepeda yang banyak membuat Jepang menyediakan area parkir khusus yang tertata rapi. Bahkan, di beberapa lokasi terdapat petugas parkir sepeda yang bertugas mengatur posisi sepeda, memastikan area tetap rapi, dan menjaga keamanan. Keberadaan petugas ini menunjukkan betapa seriusnya perhatian Jepang terhadap keteraturan.
Tidak hanya itu, sepeda di Jepang juga memiliki desain yang sangat praktis. Banyak sepeda dilengkapi tempat menaruh payung sehingga pengendara tetap bisa melindungi diri dari hujan tanpa harus memegang payung di tangan. Selain itu, banyak keluarga menggunakan sepeda dengan kursi anak yang dilengkapi pelindung dari matahari, angin, atau hujan. Fitur-fitur praktis ini memberi rasa aman dan nyaman bagi anak, sehingga orang tua bisa bepergian tanpa rasa khawatir.
Hal-hal kecil seperti ini terlihat sederhana, tetapi justru memperlihatkan bagaimana Jepang memberikan perhatian besar pada kenyamanan, kerapian, kebersihan, dan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari. Detail-detail inilah yang membuat pengalaman berada di Jepang terasa sangat berbeda, unik, dan sering kali meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang berkunjung.

