(Business Lounge Journal – News and Insight)
Hubungan Indonesia dan Swiss yang telah terjalin selama 75 tahun menjadi fondasi penting untuk memperluas kerja sama kedua negara di tengah dinamika ekonomi global. Ke depan, penguatan perdagangan, investasi, kerja sama pembangunan ekonomi, serta ketahanan Indonesia menjadi sejumlah prioritas Konstantin Obolensky, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Designate Resident Konfederasi Swiss untuk Republik Indonesia.
H.E. Konstantin Obolensky secara resmi memulai penugasan diplomatiknya setelah menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Pada kesempatan tersebut, Presiden menerima surat kepercayaan dari total 11 Duta Besar LBBP Designate Resident negara sahabat.
Duta besar Obolensky menyambut penugasannya di Indonesia dengan optimisme. Ia menilai hubungan kedua negara selama ini telah berkembang dengan sangat baik dan memiliki peluang besar untuk terus diperkuat melalui berbagai bidang kerja sama.
Dalam wawancara di Istana Merdeka, ia menyampaikan kegembiraannya dapat menjalankan tugas diplomatik di Indonesia sekaligus melanjutkan hubungan bilateral yang telah dibangun selama beberapa dekade.
Switzerland and Indonesia enjoy excellent relations for 75 years now,” ujar Obolensky.
Menurutnya, terdapat sejumlah sektor strategis yang akan menjadi perhatian dalam pengembangan hubungan kedua negara, khususnya perdagangan dan investasi. Kedua bidang tersebut dinilai memiliki peran penting dalam memperluas hubungan ekonomi sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih besar antara pelaku usaha Swiss dan Indonesia.
We are very happy to cooperate further with Indonesia in the field of trade and investment,” ungkapnya.
Selain perdagangan dan investasi, Dubes Obolensky juga menyoroti pentingnya kerja sama pembangunan ekonomi (economic development cooperation). Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung upaya Indonesia dalam mengembangkan kapasitas ekonomi serta memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.
Aspek lainnya yang menjadi perhatian adalah penguatan ketahanan Indonesia (resilience). Menurut Dubes Obolensky, hubungan bilateral yang kuat perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan aktivitas ekonomi, tetapi juga pada kemampuan Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan perubahan global.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa Swiss ingin terus memperluas kontribusinya melalui kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
… but also in the fields of strengthening the resilience of Indonesia,” tambahnya.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam pemberitaan resmi Kementerian Sekretariat Negara mengenai pertemuan Presiden Prabowo dengan para duta besar negara sahabat. Swiss menjadi salah satu negara yang menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia, terutama melalui perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi.
Dengan fondasi hubungan diplomatik selama 75 tahun, penugasan Konstantin Obolensky diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pengembangan hubungan Indonesia-Swiss. Penguatan perdagangan, investasi, pembangunan ekonomi, dan ketahanan nasional menjadi agenda penting untuk membawa kemitraan kedua negara menuju tahap yang semakin produktif dan berkelanjutan.

