Produsen Bus Vietnam Kim Long Motor Ekspansi ke Thailand, Incar Pasar ASEAN

(Business Lounge Journal – News)

Produsen kendaraan asal Vietnam, Kim Long Motor, memperluas langkah bisnisnya ke Thailand dengan membawa lini bus buatan Vietnam ke salah satu pusat industri otomotif terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan melihat Thailand bukan hanya sebagai pasar penjualan, tetapi juga sebagai pijakan untuk membangun kegiatan manufaktur dan ekspor ke negara-negara ASEAN.

Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran resmi bus merek KIM LONG di Bangkok pada 15 September 2026. Dalam ekspansi ini, Kim Long Motor menggandeng KIJSETTHI Mobility sebagai distributor resmi di Thailand. Mitra tersebut telah membangun jaringan penjualan, showroom, bengkel resmi, gudang suku cadang, serta layanan purnajual di berbagai wilayah Thailand.

Masuknya Kim Long ke Thailand sebenarnya telah dimulai beberapa bulan sebelumnya. Pada Maret 2026, perusahaan mengirimkan batch pertama 10 bus buatan Vietnam yang terdiri dari kendaraan bermesin pembakaran internal dan bus listrik. Pengiriman tersebut merupakan bagian dari kontrak 300 bus untuk pasar Thailand sepanjang 2026.

Ekspansi juga mencakup kendaraan listrik. Pada September, Kim Long menyerahkan sembilan unit bus kota listrik KIMLONGB30-EV kepada INNOPOWER, perusahaan Thailand yang terkait dengan sejumlah grup energi besar di negara tersebut. Kesembilan unit itu merupakan bagian awal dari kontrak 113 bus listrik yang akan dikirim selama 2026.

Yang membuat ekspansi Thailand menarik adalah rencana Kim Long untuk melangkah lebih jauh dari sekadar ekspor kendaraan utuh atau completely built-up (CBU). Pada tahap berikutnya, perusahaan berencana mengembangkan perakitan lokal atau completely knocked-down (CKD) di Thailand dengan tingkat kandungan lokal sedikitnya 50%.

Targetnya, sepanjang 2027–2030, Thailand dapat berkembang menjadi salah satu pusat produksi dan ekspor strategis Kim Long Motor untuk kawasan ASEAN. Dengan demikian, perusahaan Vietnam tersebut ingin membangun rantai pasok yang lebih dekat dengan pasar sekaligus membuka ruang bagi industri komponen lokal.

Strategi ini ditopang oleh tingkat lokalisasi produksi yang relatif tinggi di Vietnam. Kim Long menyebut bus dieselnya telah mencapai tingkat kandungan lokal sekitar 90%, sedangkan bus listrik berada di atas 60% dan ditargetkan mencapai 90% pada akhir 2026. Tingginya kandungan lokal juga membantu produk memenuhi ketentuan asal barang ASEAN dan memperoleh fasilitas tarif preferensial melalui Form D.

Bagi Kim Long Motor, Thailand memiliki posisi strategis karena merupakan salah satu basis utama industri otomotif ASEAN. Kehadiran manufaktur lokal nantinya dapat membantu perusahaan mendekatkan produksi kepada pelanggan sekaligus membuka peluang untuk menjangkau pasar regional lainnya.

Ekspansi ini juga menunjukkan perubahan pendekatan sejumlah produsen otomotif Vietnam. Jika sebelumnya fokus utama berada pada pasar domestik dan ekspor kendaraan jadi, Kim Long mulai membangun model bisnis regional yang menggabungkan produksi, distribusi, layanan purnajual, dan manufaktur lokal.

Dengan Thailand sebagai calon basis produksi, ambisi Kim Long tidak lagi sebatas menjual bus “Made in Vietnam” ke luar negeri. Perusahaan kini mulai membangun pijakan untuk menjadikan ASEAN sebagai pasar sekaligus bagian dari jaringan produksinya.