AS dan Indonesia Gelar IDSTM Summit 2026 di Jakarta, Perkuat Strategic Trade Management di Asia Tenggara

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Amerika Serikat dan Indonesia menjadi tuan rumah Indonesia Strategic Trade Management (IDSTM) Summit 2026 yang berlangsung pada 15–18 September 2026 di Jakarta. Forum ini mempertemukan lebih dari 300 perwakilan pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil dari AsiaTenggara dan berbagai negara lainnya untuk memperkuat pemahaman serta penerapan Strategic Trade Management (STM) di kawasan.

Kegiatan ini diselenggarakan bersama oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, U.S. Department of State melalui Office of Export Controls and Border Security (EXBS), serta U.S. Department of Energy melalui International Nonproliferation Export Control Program (INECP).

IDSTM Summit 2026 menjadi pertemuan STM pertama yang kembali digelar setelah forum serupa sebelumnya berlangsung di Filipina pada 2024, Malaysia pada 2023, dan Singapura pada 2022. Rangkaian kegiatan tahun ini mencakup tiga agenda utama, yaitu Industry-Government Partnership Day, 5th Annual Southeast Asia Forum on Export Controls (SEAFEC), serta pembahasan bilateral antardelegasi.

IDSTM 2026 delegations gather for a group photo on September 15, 2026. (Photo by: Erik Kurniawan/U.S. Embassy, Jakarta)

Keamanan Rantai Pasok Menjadi Perhatian Utama

Rangkaian summit dibuka pada 15 September melalui Industry-Government Partnership for Strategic Trade Security, yang melibatkan pelaku industri dari sektor manufaktur semikonduktor, bioteknologi, elektronik, hingga manufaktur kimia.

Diskusi menyoroti perubahan lanskap perdagangan di Asia Tenggara, penguatan program kepatuhan internal perusahaan, serta keamanan rantai pasok. Salah satu pesan utama yang mengemuka adalah bahwa pengelolaan perdagangan strategis tidak semata-mata berkaitan dengan pembatasan perdagangan, tetapi juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan membuka akses terhadap pasar teknologi tinggi.

Acting Principal Deputy Assistant Secretary Renee Sonderman dari Bureau of Arms Control and Nonproliferation, dalam sambutannya, menekankan bahwa pengamanan rantai pasok teknologi kritis telah menjadi perhatian diplomatik yang penting. Menurutnya, kerja sama internasional diperlukan untuk menyelaraskan pendekatan terhadap keamanan rantai pasok, melindungi teknologi sensitif dari pengalihan atau penyalahgunaan, serta menghadapi praktik perdagangan yang dinilai dapat mengganggu persaingan yang sehat.

Sementara itu, Chargé d’Affaires, a.i. Kedutaan Besar AS di Jakarta, Joy Sakurai, menegaskan bahwa kontrol perdagangan strategis tidak seharusnya dipandang sebagai penghambat pertumbuhan.

Strategic trade controls are not a barrier to growth—they are a foundation for it,” ujar Joy Sakurai.

Ia menambahkan bahwa sistem manajemen perdagangan yang kuat dan transparan dapat memperkuat kedaulatan dan keamanan Indonesia sekaligus membuka peluang bagi investasi, berbagi teknologi, dan kemitraan yang lebih luas dengan Amerika Serikat maupun mitra terpercaya lainnya.

U.S. Embassy Jakarta Chargé d’Affaires, a.i., Joy Sakurai. (Photo by: Erik Kurniawan/U.S. Embassy, Jakarta)

SEAFEC Perkuat Kerja Sama Perdagangan Strategis ASEAN

Pembahasan berlanjut pada 16–17 September melalui 5th Annual Southeast Asia Forum on Export Controls (SEAFEC), yang menjadi salah satu platform utama di kawasan untuk membahas harmonisasi kebijakan strategic trade management.

Forum tahun ini diikuti delegasi dari 17 negara serta berbagai organisasi internasional, lembaga swadaya masyarakat, dan institusi akademik. Agenda pembahasannya mencakup standar internasional, arsitektur STM regional, serta tantangan baru yang berkaitan dengan semikonduktor, kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), dan rantai pasok mineral kritis.

Pembukaan SEAFEC pada 16 September menghadirkan Thao Anh Tran, Chargé d’Affaires, a.i. U.S. Mission to ASEAN, serta Menteri Perdagangan Indonesia Budi Santoso yang menyampaikan pidato utama.

Thao Anh Tran menekankan pentingnya kerja sama dengan ASEAN dalam memperkuat keamanan ekonomi dan mencegah teknologi sensitif dialihkan kepada pihak yang dapat menyalahgunakannya. Menurutnya, SEAFEC memberikan ruang bagi negara-negara di kawasan untuk berbagi praktik, menyelaraskan sistem, dan membangun kerangka strategic trade management regional.

Dari sisi Indonesia, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyoroti pentingnya forum regional untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi dalam menjaga rantai pasok barang dan teknologi strategis.

Melalui pertukaran praktik, pengalaman, serta pemahaman mengenai pendekatan regulasi masing-masing negara, kerja sama regional diharapkan dapat terus diperkuat sehingga Asia Tenggara tetap menjadi kawasan yang aman, tangguh, dan mendukung pertumbuhan ekonomi global.

Ditutup dengan Pembahasan Bilateral

Rangkaian IDSTM Summit 2026 akan ditutup pada 18 September melalui satu hari khusus yang diperuntukkan bagi pembahasan bilateral. Pertemuan ini memberikan kesempatan bagi pemerintah, organisasi internasional, dan lembaga non-pemerintah untuk membahas secara lebih langsung berbagai aspek regulasi perdagangan strategis, pengembangan kapasitas, serta program kolaborasi.

Melalui keseluruhan rangkaian tersebut, IDSTM Summit 2026 diarahkan untuk meningkatkan kesadaran mengenai strategic trade management, mengidentifikasi praktik-praktik yang dapat diterapkan, serta memperkuat hubungan antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil di Asia Tenggara.

Penyelenggaraan forum di Jakarta juga menunjukkan keberlanjutan kerja sama Amerika Serikat dan Indonesia dalam mendorong pengelolaan perdagangan strategis yang bertanggung jawab dan efektif. Pendekatan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari upaya menciptakan perdagangan yang aman sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kepatuhan terhadap standar internasional.