(Business Lounge – News & Insight) Aksi unjuk rasa di Hong Kong terus berlanjut. Puluhan ribuan orang turun ke jalan dan telah menghentikan semua aktifitas yang ada di pusat kota. Pada Senin (29/9) Biro Pendidikan Hong Kong pun menghentikan semua kegiatan belajar dan mengajar mulai dari TK, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah dan Sekolah Khusus di Wan Chai dan distrik-distrik yang berada di pusat dan bagian barat Hong Kong.
Namun demikian, secara operasional, sekolah-sekolah tetap dibuka untuk mengantisipasi dan menjaga siswa yang mungkin datang.
Badan Otoritas Hong Kong pada Selasa (30/9) terus menyerukan kepada anggota masyarakat untuk tidak membawa anggota keluarga mereka ke pusat-pusat perawatan seperti penitipan anak-anak atau lansia, meskipun secara operasional pusat-pusat perawatan tersebut akan tetap dibuka bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan jasa penitipan.
Dalam sebuah pernyataan seperti yang dilansir oleh AFP, Departemen Kesejahteraan Sosial kota pada Selasa (30/9) mengatakan, “Mengingat protes di berbagai lokasi di Kowloon dan pusat kota Hong Kong berjalan sangat serius sehingga mempengaruhi lalu lintas, maka demi keamanan, anggota masyarakat yang terkena dampaknya disarankan untuk tidak membawa anak-anak mereka atau anggota keluarga ke pusat-pusat penitipan anak, pusat layanan lansia atau unit rehabilitasi, termasuk pusat lokakarya, dan day activity centres.” Walaupun pusat-pusat penitipan dan aktifitas tersevut akan tetap beroperasi untuk tetap membantu mereka yang tidak memiliki alternatif untuk menitipkan anak-anak dan para lansia.
Sementara itu puluhan ribu demonstran pro-demokrasi terus memblokade jalan-jalan di Hong Kong pada Selasa (30/9). Mereka membuat barikade darurat untuk mengantisipasi pihak aparat kemanan yang mungkin akan membersihkan jalan sebelum Hari Nasional China. Para pengunjuk rasa tidur di jalan-jalan sepanjang malam dan terus berjaga-jaga sambil memblokade jalan yang biasanya menjadi pusat keuangan global tersebut. Para pengunjuk rasa berkumpul setidaknya di empat wilayah tersibuk di Hong Kong, termasuk Admiralty yang adalah pusat pemerintah Hong Kong, kawasan pusat bisnis, Causeway Bay yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan paling ramai, dan kabupaten Mong Kok yang padat penduduk di Kowloon. Diperkirakan seluruh pengunjuk rasa itu mencapai 80.000 orang.
Para pengunjuk rasa yang sebagian besar mahasiswa mengajukan tuntutan untuk adanya demokrasi penuh setelah Beijing pada 31 Agustus mengesampingkan pemilihan umum yang bebas untuk pemimpin Hong Kong yang akan berlangsung pada tahun 2017.
Polisi anti huru hara baru saja mundur pada Senin (29/9) untuk meredakan ketegangan setelah terjadinya bentrokan pada Minggu (28/9) yang berakibat ditembakannya gas air mata untuk membubarkan para demonstran.
Sepanjang malam, banyak rumor terdengar bahwa polisi sedang bersiap-siap untuk bergerak membersihkan para pengunjuk rasa apalagi Rabu (1/10) bertepatan dengan hari ulang tahun Partai Komunis Republik Rakyat Cina.
Para pengunjuk rasa mendirikan stasiun pasokan air minum, buah, makanan, jas hujan sekali pakai, handuk, kacamata, masker wajah dan tenda, menunjukkan bahwa mereka siap untuk berada di sana untuk jangka waktu yang panjang. Mereka juga memblokir jalan dengan meletakan pagar-pagar, minivan dan juga memarkir truk.
uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image : Antara

