(Business Lounge – News & Insight) The Korea Centers for Disease Control and Prevention menyelenggarakan sebuah survei pada tahun 2013 yang menunjukkan adanya perubahan kebiasaan makan pada masyarakat Korea Selatan. Survei ini diadakan pada 3,805 orang dewasa yang berumur 19 tahun lebih.
Melalui survei ini maka dapat disimpulkan adanya perubahan gaya hidup terutama pola makan terutama semakin berkurangnya kebiasaan mengkonsumsi makanan pokok juga makanan tradisional dan meningkatnya kebiasaan mengkonsumsi kopi. Sangat menarik.
Dalam satu minggu berdasarkan data survei tahun 2013 tersebut, seorang Korea akan menghabiskan 12.3 porsi kopi. Dibandingkan mengkonsumsi makanan pokok seperti nasi putih yang hanya 7 porsi dan nasi multigrain sebanyak 9.5 porsi.
Bayangkan, dengan kata lain dalam sehari orang Korea menghabiskan 1 porsi nasi putih sedangkan untuk kopi mereka akan menghabiskan hampir 2 porsi. Peningkatan konsumsi kopi ini otomatis meningkatkan asupan kalori ke dalam tubuh mereka yang ditimbulkan oleh pemanis buatan dari kopi tersebut. Bahkan dalam satu dekade terakhir ini tercatat peningkatan asupan kalori terjadi sebanyak empat kali lipat.
Berbeda dengan orang Indonesia yang senang meneguk kopi dalam keadaan panas, orang Korea lebih suka menikmati kopi mereka dalam keadaan dingin.
Untuk asupan nasi, telah terjadi penurunan dari 46 % pada tahun 1998 menjadi 35% pada tahun 2013. Hal ini mempertegas adanya perubahan dalam kebiasaan makan di Korea.
Lagi menurut data tahun 2013 tersebut, selain mengkonsumsi nasi putih, orang Korea juga gemar mengkonsumsi kimchi 11,8 porsi (dengan porsi di bawah kopi). Kimchi merupakan lauk fermentasi tradisional Korea yang terbuat dari sayuran dengan berbagai bumbu sehingga menimbulkan rasa pedas dan asam. Secara tradisional kimchi, dapat difermentasikan di bawah tanah dalam stoples selama berbulan-bulan. Terdapat ratusan jenis kimchi yang terbuat dari kubis napa, lobak, daun bawang, atau mentimun sebagai bahan utama.
Kimchi pada awalnya dibuat dari kubis dan daging sapi. Tanpa cabai merah dan sayuran lainnya sampai masuknya pengaruh Jepang setelah invasi Jepang (1592-1598) sehingga cabai merah menjadi bahan pokok dalam pengolahan kimchi. Setelah kemudian diperkenalkan dengan rempah-rempah maka rempah-rempah pun menjadi bahan campuran kimchi yang menciptakan rasa manis dan asam.
Indonesia Juga Kian Menggemari Kopi
Dalam beberapa tahun terakhir ini, konsumsi kopi nasional naik signifikan sebagai sinyal yang baik bagi para petani dan produsen kopi lokal. Dengan demikian produksi kopi pun akan semakin meningkat juga.
Seperti dilansir oleh Yahoo Indonesia, Ketua Panitia Indonesia Specialty Coffee Irvan Helmi mengatakan dalam 4 tahun terakhir ini, kenaikan konsumsi kopi dalam negeri mencapai 1,3 kilogram per orang dari semula 600 gram per orang. Jika untuk satu cangkir kopi dibutuhkan 14 gram kopi, maka 1,3 kg kopi akan menghasilkan 114 cangkir kopi dalam satu tahun, demikian penjelasan Irvan di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta pada Jumat(10/10). Irvan juga menjelaskan bahwa pertumbuhan masyarakat kelas menengah telah menjadi faktor peningkatan konsumsi kopi.
Selain itu, semakin menjamurnya coffee shop specialty yang mulai tumbuh sejak 7 tahun lalu juga turut andil dalam peningkatan konsumsi di dalam negeri. Pertumbuhan ini bahkan hingga mencapai 100 persen. Pada tahun lalu, jumlah coffee shop yang terdaftar di Asosiasi Kopi Specialti sebanyak 100 pengusaha. Namun hingga saat ini jumlah tersebut sudah bertambah dua kali lipat.
uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: businesslounge.co


