Deere

Deere Tumbuh Ditopang Ledakan Konstruksi

(Business Lounge – Global News) Perubahan paling mencolok datang dari Construction & Forestry. Penjualan segmen ini melonjak 18% menjadi US$3,618 miliar, sementara laba operasional meningkat 84% menjadi US$436 juta. Equipment World mencatat bahwa penjualan konstruksi Deere kini mendapatkan dorongan dari proyek infrastruktur, pusat data, dan berbagai proyek energi, sementara permintaan dari perusahaan penyewaan alat berat juga tetap kuat.

Kinerja tersebut menunjukkan bagaimana perubahan struktur investasi ekonomi Amerika mulai memberikan keuntungan kepada produsen alat berat. Pembangunan pusat data yang berkaitan dengan ekspansi artificial intelligence membutuhkan pekerjaan tanah, jalan, fondasi, jaringan listrik, dan berbagai infrastruktur pendukung. Semua aktivitas tersebut membutuhkan ekskavator, bulldozer, dan peralatan konstruksi lainnya yang menjadi bagian dari portofolio Deere.

Boom Pusat Data Mengubah Permintaan

Ledakan investasi pusat data menjadi salah satu cerita paling menarik dalam laporan Deere. Perusahaan yang dikenal terutama sebagai produsen traktor dan mesin pertanian kini memperoleh manfaat dari ekspansi infrastruktur digital. Reuters melaporkan bahwa pertumbuhan bisnis Construction & Forestry didorong antara lain oleh pembangunan pusat data AI, investasi infrastruktur Amerika Serikat, serta aktivitas di sektor energi.

Dampaknya bukan hanya pada volume penjualan. Pesanan untuk alat berat seperti bulldozer dan ekskavator disebut telah mengisi sebagian besar kapasitas pesanan hingga akhir tahun. Manufacturing Dive mencatat bahwa permintaan dari proyek pusat data dan energi menjadi salah satu faktor yang membuat Deere meningkatkan prospek bisnis konstruksinya.

Pertanian Besar Masih Tertekan

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan bisnis Production & Precision Agriculture, yang merupakan unit terbesar Deere. Penjualan segmen ini turun 6% menjadi US$3,998 miliar, sementara laba operasional turun 9% menjadi US$527 juta. The Wall Street Journal mencatat bahwa penurunan terutama disebabkan oleh berkurangnya volume pengiriman mesin pertanian besar.

Tekanan tersebut menunjukkan bahwa petani masih berhati-hati dalam membeli mesin baru berharga tinggi. Harga komoditas, kondisi pendapatan pertanian, persediaan mesin bekas, dan ketidakpastian ekonomi membuat sebagian pelanggan menunda investasi. Laporan Deere menunjukkan bahwa perusahaan kini memperkirakan penjualan Production & Precision Agriculture sepanjang tahun turun sekitar 10%, terutama karena kondisi yang semakin lemah di Amerika Selatan dan Eropa.

Siklus Pertanian Mendekati Titik Bawah

Meski pasar pertanian masih lemah, manajemen Deere mulai melihat indikasi bahwa siklus penurunan mungkin mendekati akhir. Perusahaan mempertahankan pandangan bahwa 2026 kemungkinan menjadi titik terendah dalam siklus peralatan pertanian saat ini. Laporan resmi Deere menyebut tren pemesanan awal, membaiknya persediaan peralatan bekas, dan meningkatnya adopsi teknologi menjadi alasan manajemen lebih optimistis terhadap pemulihan jangka panjang.

Jika pandangan tersebut benar, Deere dapat memasuki fase yang menarik. Bisnis konstruksi memberikan pertumbuhan saat ini, sementara pemulihan pertanian berpotensi menjadi sumber pertumbuhan berikutnya. Kombinasi keduanya dapat membuat kinerja perusahaan menjadi lebih seimbang setelah periode tekanan panjang pada mesin pertanian besar.

Pertanian Kecil Justru Menguat

Tidak semua bisnis pertanian mengalami tekanan. Small Agriculture & Turf mencatat kenaikan penjualan 12% menjadi US$3,383 miliar dan laba operasional melonjak 28% menjadi US$622 juta. Investing.com mencatat bahwa pertumbuhan tersebut didorong volume penjualan yang lebih tinggi, harga yang positif, serta permintaan yang relatif kuat terhadap traktor kompak, kendaraan utilitas, dan peralatan turf.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kondisi pasar pertanian tidak seragam. Petani yang membutuhkan mesin besar untuk operasi berskala luas lebih sensitif terhadap siklus komoditas dan investasi modal. Sebaliknya, produk berukuran lebih kecil memiliki basis permintaan yang lebih beragam, termasuk peternakan, pemeliharaan lahan, dan kebutuhan komersial.

Harga Membantu Menahan Tekanan

Kenaikan penjualan Deere juga tidak hanya berasal dari volume. Harga jual memberikan kontribusi penting terhadap hasil kuartal. Pada Construction & Forestry, misalnya, realisasi harga memberikan kontribusi sekitar US$244 juta, jauh lebih besar dibandingkan tambahan US$22 juta dari volume. Investing.com mencatat bahwa kombinasi harga dan volume membantu mengangkat laba operasional segmen tersebut secara signifikan.

Kemampuan mempertahankan harga menjadi penting dalam industri alat berat karena biaya produksi dan bahan baku dapat berubah cepat. Jika produsen mampu meneruskan sebagian tekanan biaya kepada pelanggan tanpa kehilangan permintaan, margin dapat dipertahankan. Deere menunjukkan kemampuan tersebut terutama di bisnis konstruksi.

Tarif Memberi Efek Sementara

Ada faktor lain yang membantu laba kuartal ini, yakni pengembalian tarif. Deere menerima US$110 juta dalam bentuk refund tarif selama kuartal tersebut. The Wall Street Journal mencatat bahwa pengembalian tersebut diperkirakan memberikan tambahan sekitar 20 hingga 30 sen terhadap laba per saham US$5,10 yang dilaporkan perusahaan.

Namun, keuntungan tersebut tidak boleh dianggap sebagai sumber pertumbuhan yang berkelanjutan. Pengembalian tarif merupakan faktor satu kali yang memperbaiki hasil kuartal, sedangkan tekanan tarif justru masih menjadi biaya bagi Deere. Laporan earnings call perusahaan memperkirakan beban tarif langsung sekitar US$1,1 miliar untuk tahun fiskal 2026, dengan proyeksi sekitar US$1 miliar pada 2027 dalam konteks kebijakan yang berlaku.

Order Book Memberi Harapan

Salah satu indikator yang diperhatikan investor adalah kondisi pesanan. Deere menyebut tren program pemesanan awal memberikan sinyal yang lebih baik untuk periode mendatang. Laporan resmi perusahaan menyatakan bahwa perkembangan order book memperkuat pandangan bahwa 2026 dapat menjadi titik dasar siklus peralatan pertanian.

Dalam bisnis alat berat, perubahan pesanan biasanya menjadi indikator awal sebelum berdampak pada laporan penjualan. Jika pelanggan mulai memesan mesin lebih banyak, produsen dapat meningkatkan produksi beberapa bulan kemudian. Karena itu, membaiknya pesanan dapat memberikan gambaran bahwa pasar pertanian perlahan mulai keluar dari fase terlemah.

Teknologi Menjadi Pembeda

Deere juga semakin bergantung pada teknologi untuk memperkuat nilai produknya. Perusahaan mengembangkan sistem pertanian presisi, otomatisasi, dan teknologi berbasis data yang memungkinkan pelanggan mengoptimalkan penggunaan benih, pupuk, bahan bakar, serta waktu kerja mesin. The Wall Street Journal mencatat bahwa manajemen melihat meningkatnya adopsi teknologi sebagai salah satu alasan optimisme terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Perubahan tersebut dapat mengurangi ketergantungan Deere terhadap penjualan unit mesin semata. Jika pelanggan bersedia membayar lebih untuk teknologi yang meningkatkan produktivitas, perusahaan dapat memperoleh nilai lebih besar dari setiap mesin yang terjual. Dalam jangka panjang, strategi ini juga dapat meningkatkan hubungan Deere dengan pelanggan melalui perangkat lunak dan layanan digital.

Konstruksi Memberi Diversifikasi

Pertumbuhan Construction & Forestry juga memberikan manfaat strategis karena mengurangi ketergantungan Deere pada siklus pertanian. Selama pasar mesin pertanian besar melemah, perusahaan masih dapat memperoleh pertumbuhan dari proyek konstruksi yang memiliki siklus berbeda.

The Times melaporkan bahwa bisnis konstruksi dan kehutanan menyumbang sekitar sepertiga pendapatan Deere dan kini memperoleh manfaat dari pembangunan pusat data AI, meskipun bisnis pertanian inti perusahaan masih menghadapi tekanan. Diversifikasi tersebut membuat Deere memiliki sumber pertumbuhan yang semakin luas.

Amerika Menjadi Motor Utama

Kekuatan konstruksi juga berkaitan erat dengan kondisi investasi domestik Amerika Serikat. Proyek infrastruktur, pusat data, energi, dan pembangunan fasilitas industri menciptakan kebutuhan terhadap alat berat dalam jumlah besar. Reuters mencatat bahwa peningkatan investasi infrastruktur dan pembangunan pusat data AI menjadi faktor penting di balik kenaikan penjualan Construction & Forestry Deere.

Hal ini menunjukkan hubungan yang semakin menarik antara ekonomi digital dan ekonomi fisik. AI memang identik dengan perangkat lunak dan chip, tetapi ekspansi AI pada akhirnya membutuhkan tanah, bangunan, listrik, jaringan, pendinginan, dan infrastruktur. Deere menjadi salah satu perusahaan industri tradisional yang memperoleh manfaat dari rantai investasi tersebut.

Pandangan 2026 Lebih Positif

Dengan kinerja kuartal ketiga yang kuat, Deere menaikkan proyeksi laba bersih fiskal 2026 menjadi US$4,75 miliar hingga US$5 miliar. Sebelumnya, perusahaan memperkirakan kisarannya berada pada US$4,5 miliar hingga US$5 miliar. Reuters mencatat bahwa kenaikan batas bawah tersebut mencerminkan keyakinan manajemen setelah hasil kuartal ketiga melampaui ekspektasi.

Perusahaan juga memperkirakan penjualan industri peralatan konstruksi di Amerika Serikat dan Kanada meningkat 5% hingga 10%. Sebaliknya, volume industri peralatan pertanian besar di Amerika Serikat dan Kanada diperkirakan masih turun 15% hingga 20%. Laporan Deere memperlihatkan betapa berbedanya kondisi kedua pasar tersebut saat ini.

Investor Melihat Perubahan Arah

Pasar saham langsung memberikan respons positif. Saham Deere melonjak hampir 9% setelah laporan kuartal ketiga, menjadi salah satu kenaikan terbaiknya dalam beberapa bulan. Reuters melaporkan bahwa kenaikan tersebut merupakan respons terhadap hasil yang lebih baik dari perkiraan dan peningkatan proyeksi laba tahunan.

Respons investor memperlihatkan bahwa pasar tidak hanya melihat angka laba saat ini. Mereka juga melihat kemungkinan perubahan siklus. Jika 2026 memang menjadi titik terendah pasar pertanian, sementara konstruksi terus mendapatkan manfaat dari investasi pusat data dan infrastruktur, Deere dapat memasuki periode pertumbuhan yang lebih seimbang.

Namun Siklus Pertanian Belum Berakhir

Optimisme tersebut tetap perlu ditempatkan dalam konteks. Deere masih memperkirakan pasar peralatan pertanian besar akan mengalami penurunan signifikan sepanjang 2026. Kondisi di Amerika Selatan dan Eropa juga masih menjadi perhatian, sehingga pemulihan sektor pertanian belum dapat dianggap pasti.

Laporan earnings call Deere menunjukkan bahwa perusahaan menurunkan proyeksi penjualan Production & Precision Agriculture menjadi sekitar 10% lebih rendah untuk tahun fiskal ini dan memperkirakan margin operasional segmen tersebut berada di kisaran 11% hingga 12%. Ini berarti pemulihan pertanian kemungkinan membutuhkan waktu dan tidak akan langsung mengimbangi kekuatan konstruksi.

Deere Memasuki Ekonomi Baru

Yang membuat laporan Deere menarik adalah perubahan sumber pertumbuhannya. Perusahaan yang selama puluhan tahun sangat identik dengan pertanian kini memperoleh manfaat besar dari pembangunan pusat data, infrastruktur energi, dan investasi konstruksi. The Wall Street Journal dan Reuters sama-sama menyoroti bagaimana Construction & Forestry menjadi penyangga ketika bisnis produksi pertanian mengalami penurunan.

Perubahan tersebut bukan berarti Deere meninggalkan pertanian. Justru perusahaan sedang menunggu siklus pertanian kembali membaik sambil memanfaatkan peluang yang tersedia di sektor lain. Ketika pertanian kembali pulih, bisnis konstruksi dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang membuat perusahaan tidak terlalu rentan terhadap satu siklus industri.

Pada akhirnya, laporan kuartal ketiga Deere memperlihatkan perusahaan yang sedang melewati masa transisi. Bisnis pertanian besar masih lemah, tetapi konstruksi berkembang pesat; mesin pertanian kecil menguat; teknologi semakin penting; dan investasi pusat data menciptakan permintaan baru terhadap alat berat. Laporan Deere, Reuters, The Wall Street Journal, dan berbagai sumber industri menunjukkan bahwa kombinasi tersebut telah cukup kuat untuk mendorong kenaikan laba sekaligus memperbaiki proyeksi tahunan.

Deere dengan demikian tidak sekadar mendapatkan keuntungan dari penjualan mesin yang lebih tinggi. Perusahaan sedang memperoleh manfaat dari perubahan besar dalam pola investasi ekonomi Amerika. Di satu sisi, petani masih menahan pembelian mesin besar. Di sisi lain, pembangunan pusat data AI, infrastruktur, energi, dan proyek konstruksi menciptakan permintaan baru. Jika siklus pertanian benar-benar mencapai titik bawah pada 2026 seperti yang diperkirakan manajemen, sementara boom konstruksi tetap berlangsung, Deere berpotensi memasuki fase pertumbuhan dengan dua mesin sekaligus: pemulihan pertanian dan ekspansi ekonomi digital yang membutuhkan semakin banyak infrastruktur fisik.