(Business Lounge Journal – Global News)
Maraknya penipuan online (online scams) dan kejahatan lintas negara menjadi salah satu fokus kerja sama baru antara Amerika Serikat dan ASEAN. Hal tersebut disampaikan U.S. Ambassador to ASEAN Kevin Kim dalam konferensi pers usai kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio ke Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-59 di Manila.
Menjawab pertanyaan mengenai pembahasan isu scam centers selama rangkaian pertemuan, Kim mengatakan bahwa pemerintahan Amerika Serikat memandang kejahatan lintas negara sebagai persoalan global yang memerlukan perhatian serius.
“Transnational crime is a scourge that affects everyone throughout the world. There’s significant emphasis and attention here in Southeast Asia, but it also affects millions and millions of Americans,” ujar Kim.
Menurutnya, inilah yang menjadi salah satu alasan pemerintah Amerika Serikat meningkatkan kerja sama dengan negara-negara di Asia Tenggara dalam menangani berbagai bentuk kejahatan lintas negara.
Kim juga mengungkapkan bahwa Direktur FBI Kash Patel sedang melakukan kunjungan ke kawasan untuk membahas isu tersebut dengan para pemimpin regional. Ia mengatakan Patel sebelumnya berada di Kamboja.
Libatkan Meta dan Google Susun Prinsip Penanganan Penipuan Online
Dalam kesempatan yang sama, Kevin Kim menjelaskan bahwa Amerika Serikat melalui kerja sama dengan ASEAN telah bekerja sama dengan sektor swasta, termasuk perusahaan teknologi Meta dan Google, untuk menyusun 10 Public-Private Partnership Principles for Tackling Online Scams.
Menurut Kim, prinsip-prinsip tersebut disusun sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi maraknya penipuan online di kawasan.
“For U.S.-ASEAN, we have been working with the private sector and leading U.S. tech companies such as Meta and Google to draft 10 public-private partnership principles for tackling online scams,” kata Kim.
Selain itu, Amerika Serikat juga berencana menyediakan US$2,5 juta untuk mendukung negara-negara ASEAN melalui berbagai intervensi yang ditujukan untuk menangani penipuan online, kejahatan siber, perdagangan narkotika, dan pencucian uang.
“The United States plans to provide $2.5 million to unite ASEAN countries through tailored interventions against scams, cybercrime, drug trafficking, and money laundering,” ujarnya.
Kim menambahkan bahwa inisiatif tersebut telah dibahas dalam ASEAN Digital Ministers Meeting dan memperoleh persetujuan. Menurutnya, Amerika Serikat juga berharap para pemimpin ASEAN terus memberikan perhatian terhadap isu tersebut.
Menutup jawabannya, Kim menegaskan bahwa penanganan penipuan online dan kejahatan lintas negara merupakan salah satu prioritas kerja sama Amerika Serikat dengan ASEAN, seiring upaya kedua pihak menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di kawasan.

