Transformasi Modal Ventura 2026: Era Baru Investasi Teknologi Berbasis DeepTech (1)

(Businesslounge Journal-News & Insight) Dunia investasi modal ventura atau venture capital (VC) mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2021 investor berlomba mengejar pertumbuhan startup tanpa batas, maka memasuki 2026 arah investasi berubah drastis menjadi lebih strategis, selektif, dan berorientasi pada ketahanan teknologi nasional.

Pendiri sekaligus CEO Pegasus Tech Ventures, Anis Uzzaman, menilai era baru investasi kini ditandai dengan munculnya konsep “Sovereign Stack”, yaitu pendekatan yang menempatkan kemandirian teknologi sebagai prioritas utama negara dan korporasi.

Menurutnya, negara-negara di kawasan Timur Tengah, Asia Tenggara, hingga Eropa tidak lagi sekadar mencari startup unicorn berbasis Software-as-a-Service (SaaS). Fokus utama kini bergeser pada pembangunan ekosistem teknologi yang mandiri dan aman dari ketergantungan asing.

AI Berbasis Kedaulatan Jadi Prioritas

Dalam satu dekade terakhir, konsep “Cloud First” mendominasi industri teknologi global. Namun kini paradigma tersebut mulai ditinggalkan dan diganti dengan “Sovereignty First”.

Banyak negara mulai menyadari bahwa ketergantungan pada model kecerdasan buatan asing dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan data dan kepentingan nasional. Karena itu, berbagai negara mulai mengalokasikan investasi besar untuk membangun infrastruktur AI domestik serta model AI lokal.

Nilai investasi global untuk pengembangan “Sovereign AI” bahkan disebut telah melampaui US$100 miliar. Pemerintah di berbagai negara juga mulai menggandeng perusahaan Venture Capital-as-a-Service (VCaaS) untuk membantu membangun ekosistem AI nasional.

Model VCaaS dinilai lebih efisien dibanding pembentukan birokrasi baru karena mampu mencari, menyeleksi, sekaligus mendanai startup yang sesuai dengan regulasi dan kebutuhan infrastruktur lokal, termasuk aturan seperti AI Act milik Uni Eropa.

AI Vertikal Dinilai Lebih Menjanjikan

Selain AI umum yang kini dianggap sebagai utilitas standar layaknya listrik, tren investasi mulai bergerak menuju Vertical AI atau AI khusus industri.

Model AI jenis ini dikembangkan secara spesifik untuk sektor tertentu seperti kesehatan, hukum, manufaktur biologis, logistik maritim, hingga layanan keuangan. Sistem tersebut dilatih menggunakan data khusus sehingga dinilai lebih efektif untuk kebutuhan industri tertentu.

Perubahan ini membuat perusahaan modal ventura tradisional menghadapi tantangan baru karena membutuhkan pemahaman teknis mendalam untuk mengevaluasi startup di sektor-sektor kompleks.

Di sinilah peran VCaaS semakin penting. Banyak perusahaan kini memilih menggunakan firma VC sebagai “specialized scout” atau pencari peluang investasi berbasis keahlian industri tertentu. Pendekatan ini memungkinkan proses due diligence teknologi dilakukan lebih mendalam sehingga investasi yang dipilih benar-benar memiliki keunggulan teknologi nyata, bukan sekadar tren sesaat.

(Bersambung ke artikel selanjutnya)