(Business Lounge – Culture) Di balik keindahan alamnya, pulau-pulau di kawasan Samudera pasifik ternyata menyimpan satu hal lagi yang unik, yaitu postur tubuh penduduknya yang gemuk-gemuk. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Global Health at the Institute for Health Metrics and Evaluation. Emmanuela Gakidou, selaku profesor dalam penelitian ini mengatakan bahwa tingkat kegemukan penduduk pulau-pulau di kawasan samudera Pasifik ini sudah tergolong parah bahkan sudah dapat dikategorikan sebagai obesitas. Kegemukan telah melanda penduduk di kawasan ini, pria dan wanita, bahkan anak-anak pun tak luput. Ditemukan banyak anak-anak yang sudah terkena penyakit diabetes tipe 2.
Penemuan serupa didukung oleh hasil penelitian dari World Health Organization (WHO). Pada tahun lalu, organisasi kesehatan dari PBB ini melansir 10 negara dengan tingkat obesitas tertinggi, yaitu Pulau Cook, Palau, Nauru, Samoa, Tonga, Niue, Marshall Island, Qatar, Kiribati, dan Tuvalu. Semua negara yang disebutkan tersebut adalah pulau-pulau yang berada di kawasan Samudera Pasifik, kecuali Qatar. Temo Waqanivalu, program officer WHO, mengatakan bahwa sepertiga dari penduduk dunia mengalami obesitas, dan tingkat obesitas tertinggi adalah di negara-negara di kawasan Pasifik ini, yaitu sebesar 95 % dari populasi penduduk dewasanya.
Ada pun sebagian besar dari pulau-pulau di Samudera Pasifik ini terkenal sebagai tempat pariwisata karena keindahan alamnya yang memang tidak ada duanya. Pulau Palau misalnya dikenal dengan danau air payau berpenghuni ubur-ubur tak menyengat yang langka. Ubur-ubur jenis ini hanya ditemukan di Palau dan di Indonesia saja. Marshall Island dikenal sebagai pulau dengan atol indah, selain Maladewa. Sedangkan atol terbesar ketiga adalah di taman nasional Takabonerete, pulau Selayar Indonesia. Demikian Samoa dan Tonga juga punya gugusan pulau karang indah, dan kabarnya pemandangannya tak kalah dengan Raja Ampat.
Lantas apa hubungannya keindahan alam dengan kegemukan? Faktor apakah yang menyebabkan kegemukan pada penduduk di pulau-pulau ini? Masih menurut kedua penelitian di atas, ada beberapa hal yang mendukung kegemukan di sini, faktor utama adalah mengenai pola makan. Meningkatnya pariwisata di kawasan ini, turut meningkatkan impor makanan cepat saji ke negara-negara ini. Meskipun diperuntukkan oleh turis asing, tetapi ternyata makanan junk food ini juga disukai oleh penduduk setempat. Terlebih lagi harga dari makanan junk food import ini terbilang murah. Sebotol minuman cola harganya lebih murah dari sebotol air putih, demikian ujar Waqanivalu. Selain kebiasaan makanan junk food, kegemukan juga disebabkan karena faktor kemalasan penduduk untuk bergerak. Luas pulau yang kecil, menyebabkan jarak yang ditempuh relatif pendek dan juga aktivitas penduduk juga sedikit. Terlebih lagi cuaca tropis yang panas semakin membuat penduduk setempat cenderung malas beraktifitas di luar rumah.
Mengatasi hal ini, WHO bekerjasama dengan pemerintah melakukan beberapa upaya, seperti menaikkan pajak minuman bersoda dan juga memberikan edukasi pentingnya hidup sehat bagi penduduk setempat.
Rebecca Hayati/VMN/BL/Managing Partner E-Commerce
Editor: Ruth Berliana
Image: wikipedia


