(Business Lounge Journal – News & Insight)
Kedutaan Besar Italia di Jakarta memperingati Italian Armed Forces Day pada Kamis, 5 November 2026, melalui sebuah perayaan yang tidak hanya menjadi momentum untuk menghormati pengabdian angkatan bersenjata Italia, tetapi juga menegaskan eratnya hubungan persahabatan dan kerja sama pertahanan antara Italia dan Indonesia.
Dalam acara tersebut, Duta Besar Italia untuk Indonesia, H.E. Roberto Colaminé, dan Defence Attaché Italia, Captain Giovanni Luca Marilli, menyampaikan pandangan mengenai nilai-nilai bersama yang menjadi landasan hubungan kedua negara, mulai dari penghormatan terhadap kedaulatan, hukum internasional, dan multilateralisme hingga pentingnya kebebasan, persatuan, serta kepercayaan dalam membangun kerja sama pertahanan.
Dalam sambutannya, Duta Besar Roberto Colaminé menegaskan bahwa sektor pertahanan merupakan salah satu dimensi penting dalam hubungan bilateral Italia dan Indonesia. Menurutnya, kedua negara memiliki kesamaan pandangan mengenai tatanan dunia yang menjunjung tinggi hukum internasional dan multilateralisme sebagai fondasi untuk membangun hubungan damai dan harmonis antarbangsa.
Italy and Indonesia share a vision of a world based on the respect of international law and multilateralism as fundamental tools to set peaceful and harmonious relations among nations,” ujar Dubes Colaminé.
Ia juga menyoroti karakteristik geografis kedua negara yang sama-sama memiliki kepentingan strategis sebagai negara maritim. Italia dengan semenanjung dan pulau-pulau utamanya, serta Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah perairan yang luas, memiliki perhatian besar terhadap perlindungan kedaulatan dan integritas teritorial, baik di darat, laut, maupun udara.
Dubes Colaminé menekankan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara dan kemampuan suatu bangsa untuk menjalankan perannya di wilayah sendiri merupakan jaminan penting bagi stabilitas hubungan internasional. Dalam konteks tersebut, Italia menawarkan kerja sama pertahanan yang solid dan saling menguntungkan kepada negara-negara mitra yang memiliki kesamaan pandangan, termasuk Indonesia.
Salah satu wujud nyata kerja sama tersebut adalah pengalihan kapal induk ITS Garibaldi dari Italia kepada Indonesia, yang kini menjadi bagian dari kekuatan pertahanan laut Indonesia dengan nama KRI Sriwijaya. Dubes Colaminé menyebut proses tersebut sebagai momentum yang istimewa, mengingat kapal tersebut memiliki nilai strategis sekaligus emosional bagi Italia.
Menurutnya, kapal tersebut bukan sekadar aset militer, melainkan juga instrumen penting dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi kepentingan masyarakat.
Such a ship is not only a military asset, it is a sovereignty asset, a valuable instrument in the service of the national community,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan kapal tersebut dapat mendukung pengawasan sumber daya maritim dan ekonomi nasional, membantu pelaksanaan misi perlindungan masyarakat dalam situasi darurat, serta memperkuat kemampuan pertahanan apabila menghadapi ancaman terhadap integritas teritorial. Lebih jauh, Duta Besar Colaminé menyampaikan keyakinannya bahwa kapal tersebut kini berada di tangan yang tepat. Ia menaruh kepercayaan kepada Tentara Nasional Indonesia sebagai institusi yang memiliki komitmen kuat dalam mengabdi kepada bangsa dan masyarakat.
Diplomasi Maritim melalui Kunjungan Kapal Perang dan Latihan Bersama
Kerja sama pertahanan maritim Italia dan Indonesia juga semakin terlihat melalui kunjungan kapal-kapal Angkatan Laut Italia ke Indonesia. Pada 30 September 2026, kapal perang multipurpose combat ship Italia, Giovanni delle Bande Nere, melakukan kunjungan pelabuhan di Jakarta. Kedatangannya disambut oleh Duta Besar Italia untuk Indonesia H.E. Roberto Colaminé dan Defence Attaché Captain Giovanni Luca Marilli bersama perwakilan TNI Angkatan Laut. Kunjungan tersebut menjadi salah satu babak baru diplomasi maritim Italia di kawasan, sekaligus mencerminkan semakin eratnya hubungan antara kedua angkatan laut.
Sebelumnya, pada Februari 2025, fregat Angkatan Laut Italia ITS Antonio Marceglia juga singgah di Pelabuhan Benoa, Bali, untuk berpartisipasi dalam Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025. Latihan multilateral yang melibatkan puluhan negara dan kapal militer tersebut berfokus pada penguatan kerja sama internasional, interoperabilitas antarangkatan laut, serta penanganan situasi darurat kemanusiaan dan bencana alam.
Kerja sama kedua negara juga mencakup peningkatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan di bidang keselamatan maritim. Pada September 2025, TNI Angkatan Laut mengirimkan perwira sebagai observer dalam IT-SMEREX 2025, latihan penyelamatan kapal selam yang diselenggarakan bersama Angkatan Laut Italia di Teluk Taranto, Italia. Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bahwa hubungan pertahanan Italia dan Indonesia terus berkembang melalui diplomasi maritim, latihan multilateral, serta pertukaran pengalaman dan keahlian militer.

Kebebasan dan Persatuan sebagai Landasan Angkatan Bersenjata
Sementara itu, Defence Attaché Italia, Captain Giovanni Luca Marilli, mengangkat tema kebebasan (freedom) dalam sambutannya. Ia menjelaskan bahwa setiap tanggal 4 November, Italia memperingati Hari Angkatan Bersenjata sekaligus Hari Persatuan Nasional. Jika pada peringatan tahun sebelumnya ia menekankan pentingnya persatuan, tahun ini ia memilih kebebasan sebagai nilai utama yang tidak dapat dipisahkan dari persatuan.
Menurut Marilli, persatuan dalam sebuah organisasi, baik keluarga, institusi, maupun negara, hanya dapat terwujud apabila setiap individu memiliki kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri dan menyampaikan pandangannya tanpa rasa takut akan dikucilkan.
Freedom and unity work together. I could say like a negative and a positive pole. One attracts the other,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kebebasan berarti memberikan ruang bagi setiap orang tanpa membedakan pendapat, agama, ras, asal-usul, kemampuan, maupun karakteristik pribadi. Namun, kebebasan juga harus disertai tanggung jawab dan penghormatan terhadap hak orang lain. Marilli mengingatkan bahwa kebebasan tidak berarti anarki. Setiap individu tetap perlu memahami batasan dalam bertindak agar kebebasannya tidak mengancam kebebasan orang lain.
Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata di seluruh dunia memiliki misi yang sama, yaitu mencegah ancaman dan melindungi kebebasan warga negaranya.
The Armed Forces all over the world have the same mission. To prevent any danger and to defend the freedom of their citizens,” tegasnya.
Namun, menurut Marilli, peran angkatan bersenjata tidak berhenti pada tugas pertahanan nasional. Kerja sama internasional, latihan bersama, serta pertukaran pengalaman antaranggota militer juga menjadi bagian penting dalam membangun rasa saling percaya dan penghormatan di antara negara-negara sahabat.
Ia mencontohkan berbagai kesempatan latihan bersama yang telah berlangsung antara personel militer Italia dan Indonesia. Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi kedua pihak untuk bertemu, bertukar pengalaman, sekaligus memperkuat kepercayaan dalam menjalankan tugas bersama.
KRI Sriwijaya, Simbol Kepercayaan dan Kolaborasi Kedua Negara
Dalam sambutannya, Marilli juga menyinggung perjalanan kapal ITS Garibaldi menuju Indonesia, yang kemudian menjadi KRI Sriwijaya. Kapal tersebut menempuh perjalanan selama 30 hari dari Italia menuju Indonesia dengan melibatkan awak gabungan internasional, terdiri dari sekitar sepertiga personel Indonesia dan dua pertiga personel Italia.
Selama perjalanan, kedua pihak melaksanakan berbagai kegiatan bersama, termasuk latihan penerbangan dan manuver kapal. Menurut Marilli, keberhasilan perjalanan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana kepercayaan, rasa saling menghormati, dan kerja sama dapat dibangun di antara dua angkatan bersenjata.
This was achieved because there was and there is confidence, trust, respect between them,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia atas kepercayaan dan penghargaan yang selama ini diberikan kepada Angkatan Bersenjata Italia. Marilli menegaskan bahwa perasaan saling menghormati tersebut juga dirasakan oleh pihak Italia. Selain itu, ia menyampaikan penghormatan kepada para personel militer yang menjalankan misi internasional untuk menjaga perdamaian dan memberikan perlindungan kepada masyarakat di negara lain.
Menutup sambutannya, Marilli kembali mengajak para tamu untuk memaknai kebebasan sebagai nilai yang harus dijaga bersama. Dengan suasana yang lebih santai, ia mengibaratkan hukum magnetisme sebagai gambaran kebersamaan, seraya berharap seluruh tamu menjadi kutub positif yang saling menarik melalui semangat persahabatan dan kebersamaan.
Perayaan Italian Armed Forces Day tahun ini menjadi pengingat bahwa hubungan pertahanan Italia dan Indonesia tidak semata-mata dibangun melalui kerja sama alutsista maupun kegiatan militer. Lebih dari itu, hubungan tersebut bertumpu pada kesamaan nilai, kepercayaan, penghormatan terhadap kedaulatan, serta komitmen untuk menjaga perdamaian dan kebebasan.
Melalui kerja sama yang terus berkembang, Italia dan Indonesia menunjukkan bahwa kemitraan pertahanan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat hubungan bilateral sekaligus berkontribusi bagi stabilitas dan perdamaian internasional.

