(Business Lounge Journal – News and Insight)
Eropa masih menghadapi kesenjangan produktivitas yang cukup besar dibandingkan Amerika Serikat. Namun, menurut analisis staf European Central Bank (ECB), kesenjangan tersebut dapat berkurang sekitar sepertiga jika struktur perusahaan di Eropa memiliki lebih banyak perusahaan besar seperti di Amerika Serikat. Temuan ini kembali menyoroti pentingnya kemampuan perusahaan untuk tumbuh, melakukan ekspansi lintas negara, serta meningkatkan investasi dan inovasi.
Reuters melaporkan pada 23 September 2026 bahwa pekerja di Uni Eropa (UE) menghasilkan output sekitar 20% lebih rendah per jam dibandingkan pekerja di Amerika Serikat. Padahal, pada 1995 tingkat produktivitas pekerja Eropa dan AS masih relatif berimbang. ECB menilai salah satu faktor penting di balik perubahan tersebut adalah perbedaan struktur perusahaan di kedua kawasan.
Perusahaan Besar Lebih Produktif
Analisis ECB menunjukkan bahwa jika Eropa memiliki distribusi perusahaan besar dan kecil yang sama seperti Amerika Serikat, tanpa mengubah tingkat produktivitas masing-masing jenis perusahaan, kesenjangan produktivitas dengan AS dapat menyusut sekitar sepertiga.
Hal ini berkaitan dengan skala usaha. Perusahaan dengan sedikitnya 250 pekerja menghasilkan rata-rata nilai tambah sekitar €86.800 per pekerja setiap tahun. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan perusahaan dengan kurang dari 10 pekerja.
Artinya, persoalan Eropa bukan hanya mengenai seberapa produktif sebuah perusahaan, tetapi juga apakah perusahaan tersebut memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi lebih besar. Perusahaan yang mampu mencapai skala lebih besar biasanya memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan investasi, mengembangkan teknologi, memasuki pasar internasional, dan meningkatkan efisiensi operasional.
ECB juga melihat bahwa produktivitas Eropa dipengaruhi oleh beberapa persoalan lain, seperti inovasi yang lebih rendah, regulasi yang terfragmentasi, serta pasar modal yang belum berkembang sebaik Amerika Serikat. Kondisi tersebut dapat membuat perusahaan lebih sulit melakukan ekspansi dan bersaing di pasar internasional.
EU Inc. dan Upaya Membuka Jalan bagi Ekspansi
Salah satu gagasan yang mendapat dukungan ECB adalah kerangka “EU Inc.”, yaitu usulan sistem hukum perusahaan yang berlaku di seluruh Uni Eropa.
Saat ini, perusahaan yang ingin beroperasi lintas negara di UE harus menghadapi sistem hukum perusahaan yang berbeda-beda di 27 negara anggota. Menurut gagasan EU Inc., sebuah struktur hukum perusahaan yang lebih seragam dapat mengurangi hambatan tersebut dan membuat perusahaan lebih mudah melakukan ekspansi di seluruh pasar Eropa.
Konsep ini secara longgar mengambil inspirasi dari sistem korporasi Delaware di Amerika Serikat. Dengan adanya satu struktur hukum yang dapat digunakan di berbagai negara anggota, perusahaan diharapkan tidak perlu berhadapan dengan berbagai bentuk dan aturan perusahaan yang berbeda ketika melakukan ekspansi lintas negara.
ECB menilai EU Inc. berpotensi memperkuat Single Market Eropa sekaligus mendukung persaingan, inovasi, dan pertumbuhan produktivitas.
Pentingnya Kemampuan Perusahaan untuk Scale up
Persoalan yang dihadapi Eropa menunjukkan bahwa memiliki pasar yang besar belum tentu cukup untuk menghasilkan perusahaan-perusahaan global yang besar. Kemampuan perusahaan untuk scale up juga sangat penting.
Bagi dunia bisnis, skala memberikan kemampuan untuk menyebarkan biaya investasi, mengembangkan teknologi, merekrut talenta, memperluas pasar, dan menghadapi kompetisi internasional. Karena itu, ekosistem bisnis yang mendukung perusahaan untuk tumbuh dari skala kecil menjadi menengah dan kemudian besar menjadi bagian penting dari strategi peningkatan produktivitas.
Isu ini juga relevan bagi negara-negara berkembang yang sedang mendorong pertumbuhan perusahaan domestik. Tantangannya bukan hanya menciptakan semakin banyak usaha baru, tetapi juga memastikan perusahaan yang sudah berjalan memiliki akses terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, talenta, dan regulasi yang memungkinkan mereka berkembang.
Kasus Eropa memperlihatkan bahwa pertumbuhan jumlah perusahaan saja tidak cukup. Ekonomi juga membutuhkan perusahaan yang mampu tumbuh besar, produktif, inovatif, dan kompetitif secara internasional.

