Pesan 10 Kata yang Sama Setiap Pekan, Sangat Efektif Jaga Pertemanan

(Businesslounge Journal-Human Resources) Di tengah meningkatnya fenomena kesepian sosial di Amerika Serikat, seorang pendiri startup menemukan cara sederhana namun efektif untuk menjaga hubungan pertemanan: mengirim pesan singkat berisi hanya 10 kata setiap minggu.

Penulis Andrew McCarthy pernah menyadari bahwa ketika memasuki usia 30-an, banyak sahabat dekatnya telah pindah ke tempat yang jauh. Kesibukan hidup membuat hubungan yang dulu erat perlahan memudar. Ketika mencoba membangun pertemanan baru, ia sering kali tidak memiliki cukup dorongan untuk merawat hubungan tersebut. Tanpa disadari, ia akhirnya menjalani hidup dengan sangat sedikit teman dekat.

Kisah itu ternyata tidak unik. Berbagai survei menunjukkan Amerika Serikat sedang mengalami apa yang disebut sebagai “resesi pertemanan”. Jumlah orang dewasa yang mengaku tidak memiliki sahabat dekat meningkat empat kali lipat sejak 1990 menjadi sekitar 12 persen. Waktu yang dihabiskan bersama teman juga berkurang sekitar dua setengah jam per minggu dibandingkan 15 tahun lalu.

Para ahli mengaitkan kondisi tersebut dengan berbagai faktor, mulai dari perkembangan teknologi, pola permukiman yang semakin terpencar, hingga tekanan ekonomi. Namun pengalaman pengusaha serial Sara Sutton menunjukkan bahwa setiap orang tetap bisa mengambil langkah kecil untuk melawan isolasi sosial.

Sutton mengakui dirinya tidak pernah berniat kehilangan kontak dengan teman-teman lama. Namun kesibukan membuat komunikasi semakin jarang hingga akhirnya muncul rasa canggung untuk kembali menghubungi mereka. Ia sering berpikir bahwa sudah terlalu lama tidak berkomunikasi atau merasa harus memiliki alasan penting sebelum mengirim pesan.

Alih-alih membiarkan hubungan itu terus menjauh, Sutton menciptakan kebiasaan sederhana. Setiap minggu, ia mengirim pesan yang sama kepada seseorang yang sudah lama tidak ia hubungi:

“You crossed my mind, and I wanted to say hi.”
(Saya teringat padamu dan ingin sekadar menyapa.)

Menurut Sutton, pesan tersebut tidak berisi permintaan apa pun, tidak membutuhkan penjelasan, dan tidak mengandung harapan tertentu. Pesan itu hanya menjadi tanda kecil bahwa seseorang masih berarti dalam hidupnya.

Hasilnya ternyata sangat positif. Sebagian teman langsung membalas, sementara yang lain membutuhkan beberapa jam atau hari. Banyak yang mengaku senang dihubungi kembali, bahkan ada yang mengatakan mereka juga sedang memikirkan Sutton atau sedang menghadapi masa sulit dan membutuhkan teman untuk berbicara.

Pengalaman itu membuat Sutton menyadari bahwa banyak orang sebenarnya masih memiliki keterikatan emosional satu sama lain, meskipun kesibukan kehidupan modern sering kali membuat hubungan tersebut tidak terlihat.

Berbagai penelitian mendukung manfaat dari hubungan sosial yang terjaga. Percakapan ringan sekalipun terbukti dapat meningkatkan suasana hati. Hubungan sosial yang baik juga dikaitkan dengan kesehatan mental dan fisik yang lebih baik, bahkan membantu seseorang hidup lebih lama dan lebih sehat.

Karena itu, kebiasaan sederhana yang dilakukan Sutton dinilai menjadi salah satu cara paling mudah untuk menjaga pertemanan. Hanya dengan satu kalimat singkat setiap minggu, seseorang dapat kembali membuka hubungan yang sempat renggang tanpa harus memikirkan kata-kata yang rumit.

Pertanyaannya, siapa teman lama yang bisa Anda kirimi pesan hari ini?