Ketenangannya dalam menjawab setiap pertanyaan melahirkan hasil pemikiran yang matang dan menjadi sebuah gagasan yang bernilai.
Dan di tengah-tengah kegiatan meetingnya kala itu, dengan ramah pria yang pernah mengenyam pendidikan Ekonomi di Universitas Udayana, Bali tahun 1985 tersebut tetap tersenyum untuk dapat diwawancarai.
Sanny Iskandar, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) membagikan sisi lain dari kehidupannya sebagai seorang pemimpin.
Hal apa saja yang menjadi pandangannya maupun prinsip-prinsip sukses yang dilakoninya selama 20 tahun terakhir dalam karirnya?.
BL : Business Lounge
SI : Sanny Iskandar
“Bagi saya team work sangat penting dan koordinasi saling komunikasi yang baik, well organized itu yang menjadi poin penting juga”
BL : Kapan waktu yang bapak inginkan untuk berada di meja kerja?
Sanny : Tentunya di kantor ada aturan mengenai jam kerja. Dan saya usahakan paling tidak 15 atau 30 menit sebelum mulai kantor, saya harapkan saya sudah ada di meja kerja
BL : Tempat terbaik untuk mempersiapkan kepemimpinan apakah di sekolah MBA atau tempat kerja?
Sanny : Harusnya lebih tepatnya di tempat kerja karena kalau di sekolah sifatnya lebih teoritis dan hal-hal yang lebih konseptis. Namun kalau di tempat kerja, di situ real dimana kita menjalani apa yang memang kita upayakan untuk kita dapat belajar
BL : Gaya manajemen yang diterapkan sebagai pemimpin selama ini?
Sanny : Kalau saya sendiri lebih cenderung untuk gaya kepemimpinan yang memberikan teladan dan memberikan pendelegasian yang besar kepada staff atau anak buah di bawah karena bagi saya team work sangat penting dan koordinasi saling komunikasi yang baik, well organized itu yang menjadi poin penting juga. Saya sendiri sifatnya selalu memposisikan diri sebagai fasilitator daripada tim
“Saya lebih suka disukai dibanding dihormati karena dengan disukai, ada atau tidak ada saya di kantor maka anak-anak buah tetap melakukan pekerjaannya dengan baik”
BL : Keputusan tersulit namun yang terbaik pernah dibuat?
Sanny : Seringkali saya menghadapi pilihan-pilihan pada waktu perusahaan menghadapi krisis atau tekanan dari masyarakat sekitar contohnya karena mereka membutuhkan lapangan pekerjaan dan sebagainya. Akan tetapi dengan waktu yang cepat mau tidak mau saya kumpulkan seluruh kepala desa yang ada lalu kita coba akomodasi sehingga dari beberapa perwakilan desa akhirnya bisa kita akomodir untuk mereka menjadi karyawan. Dalam hal ini memang dibutuhkan keputusan yang cepat karena situasinya memang sangat urgent sehingga tak dipungkiri kondisi tersebut juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain kalau kita tidak cepat dan cermat maka situasinya mungkin bisa bertambah rumit
BL : Memilih lebih disukai atau dihormati?
Sanny : Tentunya lebih suka untuk disukai karena dengan demikian ada atau tidak adanya saya di kantor maka seluruh anggota tim akan tetap melakukan yang terbaik
“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah bagaimana kita bekerja dengan hati, dengan rasa syukur, dan tidak terbebani”
BL : Teknologi apa saja yang setia menemani selama perjalanan?
Sanny : Buat saya teknologi yang paling setia menemani adalah catatan-catatan kecil yang saya buat di dalam agenda saya namun itu saya koordinasikan terus setiap harinya dan setiap minggunya saya review kembali untuk kemudian menjadi target kerja berikutnya apa yang belum tercapai dan yang akan dicapai. Di samping itu, saya juga hanya menggunakan Blackberry untuk menyimpan catatan-catatan kecil tersebut jadi tidak ada teknologi canggih lainnya yang setia menemani saya sebenarnya
BL : Olahraga yang biasa dilakukan pada pagi hari ?
Sanny : Sebelum sarapan saya biasa melakukan exercise rutin dengan meregangkan otot supaya tidak kaku dan selain itu bersama keluarga juga membiasakan diri untuk berdoa dan merenung di pagi hari. Dan jam 6 pagi saya sudah meninggalkan rumah untuk berangkat kerja
BL : Saran kunci untuk menciptakan keberhasilan dalam sebuah manajemen?
Sanny : Keberhasilan dalam satu tim atau manajemen bagi saya diukur dari bagaimana anggota tim dapat melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan hati, dengan rasa syukur, dan tidak terbebani. Mungkin ada tim lain yang menghasilkan prestasi, suatu pencapaian yang lebih baik sehingga ukurannya jadi relatif namun kemudian apabila anggota-anggota tim tersebut malah mengalami beban, stres, dan segala macam maka belum cukup dinamakan sukses.
(Nemi/IC/BL)
