Jersey Mike’s

Jersey Mike’s Menjaga Pertumbuhan Setelah IPO

(Business Lounge – Global News) Jersey Mike’s Subs memasuki fase baru sebagai perusahaan publik dengan membawa sinyal yang relatif positif dari laporan keuangan pertamanya setelah penawaran saham perdana. Jaringan restoran sandwich asal Amerika Serikat itu mencatat kenaikan pendapatan dan penjualan pada kuartal kedua 2026, didukung pertumbuhan transaksi, bertambahnya basis pelanggan, ekspansi gerai, serta semakin kuatnya kanal digital. Dalam laporan yang dikutip The Wall Street Journal, pendapatan kuartal yang berakhir 28 Juni meningkat 10% menjadi US$208 juta, sementara penjualan di seluruh jaringan restoran naik 10% menjadi US$1,21 miliar. Kinerja tersebut menjadi perhatian karena industri restoran Amerika tengah menghadapi tantangan untuk mempertahankan lalu lintas pelanggan, terutama ketika konsumen semakin berhati-hati dalam mengalokasikan pengeluaran.

Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi kenaikan laba. Jersey Mike’s membukukan laba bersih US$37 juta pada kuartal kedua, turun cukup tajam dibandingkan US$59 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan menjelaskan bahwa hasil tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk biaya bunga yang lebih tinggi, pengeluaran non-rutin, serta waktu pengakuan biaya dana iklan. Di sisi lain, adjusted EBITDA justru meningkat 7% menjadi US$114 juta. Jika tidak memperhitungkan dampak negatif sekitar US$10 juta dari timing dana iklan, pertumbuhan adjusted EBITDA mencapai sekitar 18%. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa bisnis operasional Jersey Mike’s masih menghasilkan momentum, meskipun struktur biaya dan konsekuensi transisi menjadi perusahaan publik membuat pertumbuhan laba bersih terlihat lebih lemah.

Yang paling menarik dari laporan tersebut adalah pertumbuhan penjualan gerai yang sama. Same-store sales meningkat 2,3%, terutama karena jumlah transaksi bertambah. Bagi jaringan restoran, pertumbuhan transaksi menjadi indikator penting karena menunjukkan bahwa peningkatan penjualan tidak semata-mata berasal dari kenaikan harga. Chief Executive Officer Charlie Morrison menyebut percepatan transaksi sebagai perkembangan yang menggembirakan karena terjadi ketika banyak pemain restoran menghadapi lalu lintas pelanggan yang menantang. Bahkan, menurut manajemen, momentum transaksi tersebut berlanjut memasuki kuartal ketiga. Jersey Mike’s kemudian memperkirakan same-store sales akan tumbuh 3% hingga 4% pada kuartal berjalan, lebih tinggi daripada ekspektasi pasar sekitar 2,5%.

Pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan ekspansi jaringan yang agresif. Jersey Mike’s membuka 83 gerai baru selama kuartal kedua, sehingga jumlah total gerai mencapai 3.378 pada akhir Juni. Pertumbuhan unit bersih mencapai 8,1% secara tahunan. Sebagian besar jaringan tersebut merupakan gerai waralaba, dengan 3.322 gerai waralaba di Amerika Serikat dan 30 gerai waralaba internasional. Model waralaba memberikan keuntungan penting bagi perusahaan karena memungkinkan ekspansi jaringan dengan kebutuhan modal yang lebih rendah dibandingkan model yang seluruh gerainya dimiliki dan dioperasikan sendiri. Pertumbuhan jumlah gerai kemudian memperbesar basis royalti dan pendapatan iklan yang menjadi sumber utama pendapatan korporasi.

Digitalisasi menjadi bagian lain dari strategi memperluas basis pelanggan. Porsi penjualan digital Jersey Mike’s meningkat menjadi 43% dari total penjualan, dibandingkan 41% setahun sebelumnya. Manajemen melihat kanal digital bukan hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai sarana untuk menjangkau kelompok konsumen baru yang lebih terbiasa memesan melalui aplikasi dan platform digital. Dalam pembicaraan dengan investor, perusahaan mengatakan masih memiliki target jangka panjang untuk meningkatkan kontribusi kanal digital hingga sekitar 60%–70% dari penjualan. Strategi tersebut juga berkaitan dengan kemampuan Jersey Mike’s mengumpulkan data pelanggan secara lebih baik dan membangun hubungan langsung dengan konsumen.

Upaya memperluas basis pelanggan juga diarahkan kepada generasi yang lebih muda. The Wall Street Journal melaporkan bahwa Jersey Mike’s secara tradisional memiliki basis pelanggan yang kuat dari kelompok Gen X dan baby boomers, tetapi perusahaan kini berusaha membuat mereknya lebih relevan bagi Gen Z melalui pemasaran digital, influencer media sosial, serta penawaran produk tertentu. Strategi ini penting karena pertumbuhan jangka panjang sebuah jaringan restoran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan pelanggan lama, tetapi juga oleh keberhasilannya menciptakan kebiasaan konsumsi di kalangan pelanggan baru. Promosi seperti menu Chicken Salad dan Mike’s Hot Italian digunakan secara selektif untuk mendorong kunjungan tambahan tanpa membuat merek terlalu bergantung pada diskon.

Setelah IPO yang didukung Blackstone, Jersey Mike’s kini menghadapi tantangan yang berbeda. Sebagai perusahaan privat, pertumbuhan jaringan dan pelanggan dapat menjadi prioritas utama, tetapi sebagai perusahaan publik, investor akan menuntut bukti bahwa ekspansi tersebut mampu menghasilkan pertumbuhan laba dan arus kas yang berkelanjutan. Laporan kuartal kedua memberikan sejumlah alasan untuk optimistis. Systemwide sales tumbuh dua digit, transaksi meningkat, kanal digital semakin besar, dan jumlah gerai terus bertambah. Perusahaan juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan same-store sales 2,5% hingga 3% untuk setahun penuh serta menargetkan pertumbuhan adjusted EBITDA setidaknya 20%.

Kinerja tersebut membuat Jersey Mike’s memiliki posisi menarik di tengah industri restoran yang sedang menghadapi tekanan trafik. Barron’s mencatat bahwa saham perusahaan menguat setelah laporan pertama sebagai perusahaan publik, meskipun sebelumnya sempat diperdagangkan di bawah harga IPO US$23 per saham. Respons investor menunjukkan bahwa pasar mulai melihat kemampuan Jersey Mike’s menghasilkan pertumbuhan transaksi sebagai keunggulan penting. Bagi perusahaan, tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum tersebut tanpa mengorbankan margin. Jika ekspansi gerai, digitalisasi, inovasi menu, dan keberhasilan menjangkau konsumen muda dapat berjalan bersama, Jersey Mike’s berpeluang mengubah debut sebagai perusahaan publik menjadi fase pertumbuhan baru, bukan sekadar perubahan status kepemilikan.